Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 309


Dalam suatu ruang di dalam perusahaan Tianlin, nampak berbagai aktifitas yang mulai rutin, nampaknya terus berkembang sebagai keseharian dari kerja para pegawainya.


“Mantap, tidak lama kemudian, aku akan menjadi karyawan grup Tianlin,“ ujar calon pegawai yang sangat bangga akan grup Tianlin yang sudah kesohor sebagai perusahaan terkenal dengan pimpinan yang sangat luar biasa.


“Mimpi! Aku barulah penggemar tua grup Tianlin,“ ujar yang lainnya, yang merasa lebih penggemar di bandingkan orang itu.


Dan berikutnya,


“Semuanya, pak Niu datang!“ ujar Xiaoyang yang sangat menghormati tokoh satu ini. Makanya dia berusaha membuat jalan supaya lancer sampai tujuan, ke depan orang yang sedang di inginnya. “Cepat minggir, buka jalan!“


“Hehe, terima kasih atas dukungan kalian semua,“ ujar pak Niu dengan ramahnya, terutama pada orang-orang yang sudah bersedia memberi berbagai kesempatan agar tak merintangi jalannya. Dan itu sudah merupakan suatu kebanggaan tersendiri buat dirinya yang sudah berusaha maksimal dalam menjaga citra diantara banyak kemampuan yang tengah dia miliki untuk bisa di kembangkan di perusahaan hebat Tianlin ini.


“Halo, aku merasa beruntung bisa mengikuti job fair kali ini ini, CV ku,“ ujar Pak Niu seraya menyerahkan berkas kurikulum vitae alias pengalaman kerja yang sudah sangat banyak berupa kerja-kerja sukses yang sudah pernah dia lakoni sebelum dia memutuskan untuk melamar di perusahaan terkenal ini. Sehingga nantinya perusahaan tianlin yang memang sudah sangat terkenal itu, akan semakin popular dengan berbarengan berikut dirinya yang memang sangat pengalaman dalam berbagai bidang kerja yang ada di perusahaan tersebut. Sehingga nantinya kerja sama antara perusahaan terkenal dengan orang hebat, tentu tak akan bisa di pungkiri, akan menjadi sebuah kekuatan baru di dunia bisnis yang semakin ketat ini.


“Coba perkenalkan dirimu dengan singkat?“ ujar petugas sembari meneliti berkas tersebut, serta mencocokkan dengan kemampuan dasar yang di miliki orang tersebut sehingga sangat sesuai dengan catatan yang tengah tersedia itu.


“Namaku Niu Shuji, aku ingin melamar pekerjaan posisi manajer. Aku sudah menjadi ketua kelas sejak kecil. Memiliki kemampuan hebat dalam manajemen dan Manajemen diriku sendiri,“ ujar Pak Niu dengan sangat lancer. Karena itu memang kebisaan yang sangat membanggakan dirinya. Sehingga sangat di banggakan juga oleh orang di sekitarnya, terutama mereka yang berhasil dia didik dan menjadi mahasiswa binaannya yang terus terkesan akan berbagai tingkah yang sangat bagus di miliki olehnya itu.


“Manajemen diri sendiri?“ ujar Panitia Pendaftaran Pegawai Baru alias PPDB, yang sangat tidak kenal dengan istilah aneh itu. Rasa-rasanya memang baru kali ini dia mendengar istilah seperti itu. Sehingga untuk kinerja pelaksanaan yang di maksud tak bisa dia pahami.


“Betul!“ ujar pak Niu dengan mantap.


Lalu terbayang dalam benar si panitia.


“Aku adalah Naonao…“ Naonao alias Guggug.


“Ah, alangkah indahnya kalau anjing rumahku, Naonao, bisa manajemen dirinya sendiri.“ Dia mulai paham akan kata-kata aneh ini. Serta membayangkan bagaimana jika anjingnya bisa manajemen diri sendiri, tentu bakalan tertib dan bisa di kendalikan. Bagaimana dia bangun tidur terus melipat selimut, kemudian ke toilet sendiri dan mengambil biscuit kegemarannya sendiri.


“Selain itu, keunggulan apa lagi yang kamu miliki?“ tanya sang panitia itu.


“Lembur? Jangan mimpi, aku lihat siapa yang berani lembur!“ ujar Lin Tian tak menghendaki adanya lembur. Bisa gawat kalau hal tersebut kejadian dan keinginannya sedikit kacau untuk mendapat kembalian dari sistem.


“Aneh sekali, kenapa aku merasa ada orang yang mengawasi ku?“ ujar panitia seakan Lin Tian tengah mengintipnya dan seakan berusaha mendikte apa yang dia kerjakan untuk terus berada dalam pengaruhnya.


“Maaf, kamu tidak memenuhi syarat grup Tianlin!“ ujar pegawai tersebut seraya menyerahkan berkas lamaran milik Pak Niu.


“Untung saja, kalau perusahaan lain pasti akan langsung setuju,“ ujar Lin tian sangat lega akan keputusan pegawainya yang nampaknya kali ini sedikit seirama.


“Hah! Apa? Tidak memenuhi? Tidak, kamu mungkin salah dengar. Aku bilang aku siap untuk persaingan internal! Aku bersedia mengorbankan hidupku untuk perusahaan!“ ujar Pak Niu sedikit emosi dengan keputusan perusahaan yang berani-beraninya menolak orang yang sangat berkompetensi di jurusan ini serta sudah sangat di idam-idamkan oleh para mahasiswa serta pegawai di luar sana.


“Lalu, aku akan membawa semua orang untuk bersaing?“ ujar panitia itu. “Tidak! Kami benar-benar tidak memerlukan mu.“


“Jangan paksa aku!“ ujar Pak Niu sampai gemetaran dalam menahan emosi.


“Apa, apa yang ingin kamu lakukan?“ tanya pegawai itu mengkerut ketakutan dengan orang yang sangat berpengaruh itu dengan kemarahan yang meluap-luap.


“Ah…“


Pak Niu mencabut kepalanya. Sehingga lepas. Dan rambut itu rupanya palsu.


“Kenapa kamu menolak ku? Lihat…. lihat kepalaku ini! Aku sudah botak dari kecil. Semua itu karena aku dilahirkan untuk menjadi pemimpin!“ ujar Pak Niu.


“Aku tidak takut persaingan internal. Karena kepalaku Sudah botak!“ ujar pak Niu lagi.


Semua hanya bisa saling pandang. Tak menyangka orang sehebat pak Niu bakalan di tolak mentah-mentah di perusahaan hebat seperti Tianlin ini. Mungkin mereka tak berpikiran kalau bakalan semakin maju perusahaan jika mempunyai pegawai botak seperti pak Niu. Atau memang tak menyangka jika pak Niu ternyata botak, yang selama ini tertutup oleh sebuah kepalsuan, sehingga Nampak sangat menawan. Yah rambut adalah menawan. Semua ini berkat sesuatu yang memang di buat untuk membuat apa yang tidak bagus serta tidak layak, akan menjadi lebih indah jika menggunakan sesuatu yang memang bertujuan untuk di lihat lebih baik itu. Sehingga para mahasiswa yang semula mengelu-elukannya sebagai kandidat kuat, kali ini sedikit kecewa serta berpikiran tak tahu mesti bagaimana lagi, jika nanti bakalan kecewa untuk kedua kalinya jika mengetahui siapa sebenarnya sosok ini yang sejak awal sudah bersembunyi di balik topeng persahabatanmu yang palsu. Yang hanya nampak baik luarnya saja, namun dalamnya ternyata…. botak!


“Ah, aku mengerti. Orang yang suka persaingan internal pasti botak dari kecil. Dan muncul satu ide brilian di benakku,“ ujar Lin Tian yang langsung memperoleh ide, setelah melihat kejadian tak terduga ini.