Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 287


“Laporan keuangan decade ini tidak begitu baik,“ ujar Ayah, Direktur Ma, sembari terus menatap berkas laporan berisi tentang keuangan perusahaan yang sedikit aneh kali ini.


“Oh, proyek apa yang tidak menguntungkan?“ tanya Ma Keji yang penasaran dengan sikap ayahnya yang demikian aneh. Sejauh ini dia merasa apa-apa yang dikerjakan dengan Direktur Lin selalu saja menuai proses keuntungan yang besar. Mengapa kali ini ayahnya bilang demikian. Jangan-jangan ada yang janggal dengan isi laporan dalam berkas itu.


“Kamu lihat sendiri berhubungan denganmu,“ ujar ayah sembari memberikan bendel laporan tersebut ke muka Ma Keji. Supaya anak tersebut paham serta mampu berpikir dengan jernih. Bahwa tidak selamanya apa yang menjadi ide Direktur kebanggaannya itu selalu menuai sukses besar seperti yang dia yakini sejauh ini. Dan itulah bukti nyatanya.


Disitu tertulis,


RUMAH HANTU TIANLIN


LAPORAN KEUANGAN DEKADE


“Ett… Kondisi pendapatan rumah hantu Tianlin terus menurun?“ Ma Keji sendiri langsung terkejut. Matanya melotot, mulutnya menganga, seakan tak percaya pada apa yang Nampak. Di perhatikan dengan seksama grafik pendapatan dari perusahaan itu yang membentuk suatu gambaran sangat aneh. Dan itu berarti pendapatan yang lagi tidak stabil. Dimana Nampak suatu grafik batang dengan warna-warna tertentu yang sangat mencolok. Ada merah, kuning, oranye, yang menandakan penurunan tak menentu.


“Munculnya game misterius pembunuhan, langsung mengalahkan rumah hantu dan escape room. Tiga bulan belakangan ini orang yang datang main semakin sedikit,“ jelas sang ayah sembari membandingkan permainan yang lagi di gemari para pemain dan langsung mengalahkan produk unggulan mereka.


“Biaya sewa yang mahal, lalu gaji karyawan yang tinggi dan biaya pemeliharaan yang besar. Rumah hantu sudah tidak laku lagi,“ jelasnya lagi seakan tengah mengeluh pada apa yang sudah berjalan belakangan ini. Beda dengan saat lagi booming dulu. Yang apa-apa serba jadi duit. Kini seakan sebaliknya. Roda yang berjalan tengah berada di bawah.


“Aku juga merasa disayangkan tapi proyek ini tetap saja harus diberhentikan,“ katanya seraya hendak mengetok stempel khusus yang menandakan ingin menghentikan gerak laju perusahaan game tersebut.


“Sayang sekali, padahal ini ide yang sangat bagus. Tapi pengeluaran tidak sesuai dengan pemasukan, juga tidak bisa mengikuti perubahan era zaman.“ Ayah lalu menekan stempel pemberhentian itu. Yang saying sekali mengenai tangan anaknya. Dia masih berusaha meneruskan usaha tersebut. Walau masih sangat merugi. Tapi ada kalanya itu merupakan langkah awal saja. Yang nanti bisa di perbaiki, untuk kemudian menjadi perusahaan game yang kuat dan diminati banyak kawula muda masa kini serta generasi Z yang banyak jumlahnya. Makanya dia berusaha menghalangi pemberhentian tersebut, walau tangan rasanya berdenyut-denyut kena samplokan benda keras cap tersebut.


Muka Ma keji Nampak merah padam seiring dengan tangannya yang ikut memerah.


“Anakku kamu kenapa?“ tanya sang ayah keheranan. Apa dia tak ingin perusahaan di hentikan. Apa dia tak ingin tanda stempel itu menyentuh kertas yang pertanda sudah terhenti seluruh kegiatan. Apa ini berarti anaknya memberontak? Ya iyalah…


“Diberhentikan? Pendapatan menurun? Ckck.. Ayah kamu sudah meremehkan Direktur Lin,“ ujar Ma Keji yang masih merasa sanggup mengatasi segala kesulitan yang tengah melanda perusahaan game tersebut. Dia masih sangat bangga dengan orang yang mendadak kaya mulai hari ini itu. Dan dia juga yakin sebentar lagi manusia cerdas itu bakalan membantu mereka untuk memulihkan kondisi yang lagi pailit tersebut. Harapan itu terus mengalir karena dia sangat meyakininya.


“Setiap kali Direktur Lin pasti memiliki pandangan yang jauh. Berkata lebih kasar, dia tahu lebih jelas dari ayah tentang pergerakan trend terpopuler zaman sekarang,“ ujarnya terus menyanjung direktur kebanggaannya itu. Bahkan sampai dia menyalakan hio demi menunjukkan kalau dia sangat yakin akan kemampuan direktur tersebut.


“Kamu tidak perlu berkata sampai demikian. Meski Direktur Lin memiliki prestasi yang gemilang, tapi kali ini dia sudah salah menilai,“ ujar Sang Ayah menasehati, agar anaknya tidak terlampau jauh keblinger dengan si direktur itu. Yang acap kali dia memergoki kalau si Lin Tian itu lagi santai dan tak berpikir apa-apa.


“Kami sudah melakukan riset pasar, sekarang para pelanggan sudah tidak tertarik dengan rumah hantu lagi. Lagi pula rumah hantu sudah tidak bisa di rombak lagi,“ ujar ayah sembari menceritakan tentang penelitiannya yang sampai ke pasar segala.


“Kenapa kita harus merombak rumah hantu?” ujar si anak menggebrak meja ayahnya. Dia sangat tak setuju kalau usulannya selalu di mentahkan. Makanya berusaha untuk dengan keras supaya di dengar selalu.


“Kita boleh saja mengubah sasaran pelanggan kita!“ ujar sang anak dengan nada tinggi, sehingga terdengar sampai ke luar komplek perkantoran tersebut. Dimana anak-anak dan orang tua saling memandang ke arah tempat yang aneh tersebut. Seakan tengah terjadi suatu pergolakan yang serius dalam kantor ayah anak itu.


“Ayah, apakah kamu tahu proyek yang sedang dijalankan Direktur Lin belakangan ini?“ ujarnya sembari bertanya.


“Betul, permainan senam jantung,“ ujarnya selanjutnya tanpa menunggu jawaban dari ayah yang masih berpikir lama sekitar 10 kb. Dia kemudian menjelaskan permainan yang benar-benar membuat jantung seakan berhenti berdetak saat melihat lawan yang dihadapi atau permainan mengerikan yang lagi berlangsung. Dan itu lagi dipertandingkan kini sebagai trend mainan baru dari perusahaan Tianlin.


“Betul. Aku mendengar, rekan bisnis lain pernah mengungkitnya. Ini adalah kegiatan pengembangan perusahaan yang terbaru. Lebih merasa menantang dan mendebarkan.“


“Permainan senam jantung ini adalah hasil perombakan rumah hantu Tianlin.“ Keduanya sepakat.


RUMAH HANTU.


Anak kecil – remaja – dewasa - paruh baya - usia lanjut


PERMAINAN SENAM JANTUNG.


“Bisa dikatakan, sekarang pelanggan orang dewasa dan paruh baya sudah mulai berpindah dari rumah hantu ke permainan senam jantung. Jadi rumah hantu hanya perlu menargetkan sasaran pelanggan,“ jelas Ma Keji juga mengingatkan tentang bagan aneh yang mulai sejak dini hingga usia lanjut.


“Jadi, sasaran pelanggan rumah hantu berubah menjadi anak kecil dan usia lanjut?“ ujar ayah. “Mustahil. Pasti akan rugi.“ katanya sembari memegang kepala yang terus pening, akibat tak mampu menangkap apa yang dipikirkan anak muda zaman milenial ini.


“Ide Direktur Lin ini kelihatan akan rugi. Tapi sebenarnya pasti akan menguntungkan,“ jelas Ma Keji yang masih terus membanggakan direktur kebanggaannya itu. Hingga dia membayangkan direktur Lin dengan geram memujinya, ‘sopan sekali kamu ya’.


“Tunggu, jadi sebelumnya pendidikan anak usia dini dan kegiatan orang tua usia lanjut yang dilaksanakan grup Tianlin. Semuanya dipersiapkan untuk ini?“ ujar ayah.


“Rumah hantu bukan lagi menjadi rumah hantu, melainkan tempat pendidikan anak remaja dan pusat kegiatan orang-orang usia lanjut,“ jelas Ma Keji.


“Ayo. Kita pergi, lihat lokasi rumah hantu yang akan memberi keuntungan besar ini.“


“Hahaha, meski tahap awal sudah untung.“


“Sekarang permainan senam jantung sudah mulai menarik pasar rumah hantu akhirnya ada proyek yang aku jalankan rugi.“


#


“Aku merasa diriku bisa menjadi milyarder,“ ujar Lin Tian.


#