
“Baiklah begini saja,“ ujar Bos King mencoba berbicara dengan bos TTL, si Lin Tian dalam usaha negosiasi bagaimana bisa saling mengungguli lawan. Mengalahkan tanpa membunuh, unggul tanpa merendahkan. “Team King adalah milikku. Team yang tadi kamu kalahkan juga milikku. Aku memiliki begitu banyak uang. Sedangkan kamu apa yang kamu miliki.” Dia terus berceloteh tentang harta dan seberapa besar kekayaan yang dia miliki beserta barang-barang unik yang tak dimiliki siapapun selain dia yang demikian kaya raya.
“Bahkan sandalku juga. Ini adalah sandal basket edisi terbatas yang jadi perbincangan,” ujarnya sangat bangga dengan sandal yang terbatas itu.
Namun dalam hati Lin Tian justru keheranan. ‘Tidak mungkin benar-benar ada orang yang menyukai sandal ini. Tidak mungkin. Tidak mungkin.’ Sandal yang begitu di benci. Berharap akan bangkrut. Makanya dia mendesain dengan sesuka hati dengan pemilihan karakter yang kemungkinan paling tak disukai. Nyatanya demikian menghebohkan. Justru hal yang demikian buruk, menjadi trend anak muda masa kini. Yang tentunya bakalan tak ingin mengaku siapa yang mendesain jika di tanya.
“Tidak pernah lihat kan? Dasar kuno!” ujar Bos king meremehkan yang mendesain konyol itu.
“Walaupun kamu punya uang tetap tidak akan menemukan tempat yang menjualnya.“
‘Beruntung tidak ada edisi terusan. Kalau tidak aku bisa mendapat untung tiba-tiba,’ ujar Lin Tian lega, sembari memegang dada yang berdegup kencang.
“Bekerja samalah denganku dengan begitu kamu baru akan dapat merasakan kebahagiaan memiliki uang. Apa yang bisa kamu bandingkan dengan milikku,” ajak Bos King berusaha merayu Lin Tian yang dirasa tak memiliki apa-apa yang bisa dibanggakan sebagai orang kaya mulai hari itu.
“Eh tim ku lebih hebat darimu. Kalau tidak kamu tidak mungkin ketakutan sampai dating kemari untuk menyuap ku,“ ujar Lin Tian.
“Hehe aku tidak perlu mengungkit mobil sport mahal ku. Di dalamnya penuh dengan hiasan berlian. Bagaimana denganmu?“ ujar Bos King terus memamerkan harta kekayaan. Kali ini dengan mobil yang super keren. Mempunyai kendaraan sport saja sudah terbilang kaya. Ini malahan di dalamnya di hiasi banyak berlian, mutu manikam, tentu kalau bukan konglomerat, dia pasti anak raja. Yang tentunya bagi bos TTL merupakan sebuah kejadian yang sangat menyedot perhatian. Bagaimana tidak, jangankan memiliki mobil demikian, bermimpi pun bakalan dia hapus. Supaya tak sampai terbayang hingga ke dunia nyata. Betapa demikian beratnya menjadi seorang yang tak punya. Yang tentunya lebih merasa nyaman dengan bermain naik kuda, daripada bersahabat dengan orang yang suka pamer kekayaan begitu. Bisa-bisa, bisa stress sendiri kalau memikirkannya.
“Timku lebih hebat darimu,“ ujar Lin Tian tetap tak mau menerima ajakan bos kaya itu. Dia masih tetap bangga dengan kekuatan panda, si jangkung yang jago basket namun trauma itu, hingga para perempuan yang cantic-cantik menggemaskan.
“Hehe aku memiliki sebuah pulau mewah. Aku bisa bermain sepuasnya di sana. Surga dunia. Kalau kamu?“ katanya lagi, tentang pulau hebatnya. Dapat dibayangkan betapa menyenangkan berada di lautan sendiri dengan dikelilingi kastil mewah dan taka da yang mengusik. Baik suara kendaraan sampai dengan bunyi bakmi tek-tek yang bikin perut melilit. Apa-apa serba dilayani. Baik masak sea food, cumi bakar, kepiting saos tiram, maupun gurami asam manis semua bisa tersedia hanya dengan menjentikkan jari. Sungguh demikian menyenangkannya bila punya pulau sendiri.
“Timku lebih hebat darimu,“ ujar Lin Tian tetap tidak terpengaruh akan bujuk rayu yang menyesatkan.
“Hehe. Setiap tahun aku menyelenggarakan pesta di Haiti. Aku mengundang gadis cantik yang tidak terhitung jumlahnya. Bagaimana denganmu?“
“Timku lebih hebat darimu,“ kata Lin Tian. Tetap saja dia bangga akan kemenangan tim nya yang hanya sekali itu. Walau di kejuaraan lainnya, baik open maupun master di berbagai negara, belum tentu dia menang, tapi kemenangan tadi cukup membuat dia beserta rombongan sangat percaya diri.
“Cukup! Sudah cukup. Apa kamu tidak mampu melawanku? “
“Tim ku Lebih hebat Darimu“ kata Lin Tian si bos TTL
“3000 yuan? Siapa yang kamu remehkan? “ kata Panda
“Kalian. Mari bergabung dengan tim ku. Aku akan membeli follower untuk kalian. Kalian akan menjadi 10 besar host siaran langsung internet. “
“10 besar. Aku sudah bertahan di noor satu selama bertahun-tahun. Apa yang kamu katakan?” ujar Cao Biluo.
“Dasar kalian tim TTL. Benar-benar pandai membual. Apa kalian tidak takut menjadi bahan tertawaan orang-orang?“
“Bos. Yang mereka katakan. Semuanya adalah kenyataan,“ kata si cewek sekretaris yang selalu mengikuti Bos King dalam mempertahankan posisi terhebatnya di kejuaraan bergengsi tersebut.
“Kenapa kamu tidak memberitahuku dari awal? “
“Walaupun sebelumnya aku pernah bilang tapi anda tidak mendengarkan maaf. “
“Hehe aku akan langsung mengakuisisi tim mu yang hebat. Lihat apa yang akan kamu lakukan,“ ujar Bos King dengan rencananya yang bakal membungkam lawan. Yakni dengan membeli secara paksa tim pemenang kali ini. Maka bisa dibayangkan nyeseknya nanti dalam batin Lin Tian.
“Eh kamu berpikiran sama denganku,“ ujar Lin Tian yang tak mengira kalau pikirannya sama. Bahkan dia sudah terlanjur melaksanakan pemikiran yang baru di katakan lawan nya itu. Bisa gawat, kalau tak cepat, maka pihak musuh yang bakalan memenangkan sebuah permainan aneh tersebut.
Dr…
Bos mengangkat telepon.
“Bos. Tim King dan Love sudah diakuisisi paksa,“ ujar anak buah King melapor lewat HP. Walau setengah ketakutan dan sedikit mengadu. Dia tak ingin bos nya marah. Kalau-kalau bakalan membuat dia terhenti dari kerjaan atau kontraknya habis, bakalan gawat. Bagaimana nanti anak istri di rumah makan.
“Ad… ada apa ini…“ ujar Bos King semakin kaget. “Kapan…“ Kali ini dia tak bisa main-main dengan anak muda cerdik di hadapannya. Meskipun masih muda namun belum bangkotan. Maksudnya meskipun masih muda tapi jangan dikira dia tak bisa berpikir banyak. Kenyataannya dia melangkah sudah sangat jauh. Bahkan melebihi apa yang tengah dia lakukan. Ini berarti sebuah bencana baginya. Dia akan kewalahan menghadapinya nanti. Bukan lagi soal permainan, harga diri juga telah dia korbankan. Dan kali ini kayaknya hati lawan yang lebih melambung. Entah bagaimana lagi cara mengalahkan musuh itu kalau sudah dalam kondisi terjepit begini.
“Biarkan Tim King dan Tim Love menjadi partner latihan tim TTL. Dua orang mendampingi satu orang berlatih entah cukup atau tidak. Oh ya. Apa kamu masih memiliki tim lainnya? Aku akuisisi juga. Lagi pula Tim ku lebih hebat darimu kan,“ ujar Lin Tian.