
Huh!
Babi dengan desain sangat bagus terus mempercepat lari nya. Dengan aksesoris yang sangat keren dan lengkap. Pada bagian atasnya, dekat kepala terpasang suatu aksesoris yang mirip dengan lingkaran kincir, ibarat motor itu seperti spion nya yang menambah keanggunan selain fungsi utama nya guna keselamatan dalam melhat kanan dan kiri. Di bagian atasnya ada semacam tudung yang memayungi kepala, supaya tidak panas. Dan di bawah perutnya Nampak semacam pakaian dengan warna merah kuning yang berpadu menjadi suatu keindahan wujud.
Dalam arena terus Nampak balapan babi yang sangat unik. Babi dengan hiasan mahkota kuning memimpin. Dia berlari sangat cepat. Tak ada yang mampu mengejar nya. Di posisi kedua mengikuti dengan tempelan yang sangat ketat. Dia dengan sabuk besar yang Nampak seperti pakaian melingkari perut gendutnya akibat otot besar yang sangat kuat, dengan leher yang terlilit hiasan kain hitam juga. Terus bersemangat lari dengan sangat cepat. Itu sejak bendera merah di kibarkan saat mulai adu kecepatan di mulai.
“Nomor 3… Ayo Tornado Babi!“ ujar ibu-ibu suporter nomor 3 dengan penuh semangat memberi dukungan pada yang di jadikan harapan nya.
“Semangat nomor 1, Dewa Babi Liar!“ teriak bapak dengan topi coklat sembari mengibar-ngibarkan bendera merah di dua tangan nya sehingga bakalan menjadi semakin meriah Nampak nya.
“Nomor 8 cepat, gunakan jurus berlari di parit,“ kata si pendek sembari memberitahu langkah apa yang mesti di pergunakan supaya bisa menjangkau garis finis paling depan.
“Sekarang aku mengerti bagaimana babi berlari. Tapi para kakek dan nenek ini sepertinya terlalu bersemangat,“ ujar Lin Tian paham kalau babi bisa berlari, selain hanya berwarna pink saja.
“Tikungan sudut kanan, babi ini mau naik pohon…“ ujar Lin Tian mulai berkomentar pada babi-babi yang saling berebut menuju ke finis nya.
“Hehe, semuanya disini sudah di desain dengan teliti,“ ujar Guang Touqiang yang sudah sangat paham akan kondisi lapangan dan bagaimana seharusnya memperlakukan para babi tersebut supaya dalam berlomba bisa senyaman mungkin melakukan nya.
Babi pink dengan mahkota kuning itu, di beri roda pada sisi-sisi nya. Dua roda kecil di depan, dekat dengan leher, dan yang lain pada badan dengan menempel di sabuk yang melingkari perut gendut nya. Roda yang belakang bahkan di pasang sepasang guna lebih kuat saat berbenturan dengan bagian sisi.
Dan saat berada di sisi tikungan itu, kaki pink itu dengan sigap langsung menikung tajam.
Benar saja, roda-roda di sisi badan yang menyentuh tembok lebih dulu. Serta membuat badan tak luka. Dan si babi bisa langsung lari kembali secepat tornado, dan sehebat dewa dalam mencapai garis finis.
“Benar-benar sudut anti tabrakan mobil 4WD,“ ujar Lin Tian yang pemasangan roda di sisi itu mirip dengan mobil balap dengan banyak roda di tepian nya sehingga saat cepat, maka sisi - sisi itu yang menyenggol bagian tepi lintasan serta tak mengurangi kecepatan. “Tetapi, jalan tanah di belakang, hanya menjadi tempat para babi berebut makanan, tidak perlu di perhatikan.“
Nampak para babi terus berpacu, ada yang di tepi ada yang di tengah. Seakan memenuhi batas lintasan.
Pada suatu lokasi, tiba-tiba kaki babi seakan bersinar. Dan terus lari tanpa mengurangi kecepatan nya.
“Hebat bisa mengganti roda otomatis,“ ujar Lin Tian saat melihat kaki binatang pelari itu dengan canggih merubah apa yang jadi alasnya.
Berikutnya pada bagian punggung Nampak ada sesuatu yang tercurah ke mulut. Dan itu seakan mengisi perut babi dan bisa di fungsikan untuk mengganti tenaga yang tengah di gunakan. Dan hal itu di lakukan tanpa perlu berhenti. Benar-benar sangat terlatih.
“Menambah makanan, hebat sekali, ini sama seperti menambahkan bahan bakar di F1,“ ujar Lin Tian yang semakin tercengang saja pada perlombaan kali ini.
“Juara hari ini adalah nomor 7,“ ujar panitia sembari memberi aplaus pada babi yang nomornya ada di perut serta di punggung nya yang seakan di beri sabuk lebar selebar badan nya, dari antara dua kaki itu. Babi itu yang dengan ganas menggunakan moncongnya untuk menabrak tali merah sebagai batas finis yang mesti di lampaui oleh para pelari hebat di lintasan kali ini.
Yeay!
Semua bersorak kegirangan sembari mengacungkan tangan nya, persis seperti foto selfie dengan pura-pura bahagia. Namun sekarang benar-benar senang karena jagoan nya ada yang jadi juara.
“Eh, sejak kapan aku serius menyaksikan pertandingan ini?“ ujar Lin Tian tak sadar kalau ikut bergembira walau dia tak menjagoi salah satu nya pun.
“Direktur Lin, pertandingan ini sangat menarik kan?“ tanya Guang.
“Benar sekali, benar-benar membius,“ kata Lin Tian yang tadi seakan terbius sehingga turut berteriak-teriak dan mengacung-acungkan tangan kala sang juara tiba I garis akhir.
“Masih ada yang lebih menarik lagi,“ kata Guang Touqiang.
Lalu ucap nya, “Para hadirin. Daging babi nomor 7, bisa mulai di pesan 1 jam lagi. Siapa cepat dia dapat.“
“Aku mau, daging ini pasti sangat bagus,“ ujar kakek botak di belakang yang tak mendapat tempat bagus, namun ingin sekali mendapat benda lelang yang kali ini menang lomba. Tentu akan bangga bisa memiliki daging dari si pemenang lomba yang melegenda itu.
“Aku akan pergi mengantri dulu, aku yang duluan memilih nya,“ ujar kakek yang dengan singlet santai nya antri paling depan. Dan berusaha mendapatkan daging istimewa tersebut.
“Semuanya jangan khawatir. Apa semuanya sudah lupa dengan tiket yang kalian isi sebelum pertandingan di mulai?“ kata Guang sembari menunjukkan tiket kuning nya. “Benar, kalau kalian memilih nomor 7, Kalian memiliki hak spesial prioritas,“ ujarnya sembari menunjukkan undian 7.
“Ah aku memilih nomor 7,“ ujar kakek dengan top[I kebesaran yang menutup muka. Dan Nampak senang sekali saat undian nya sesuai.
“Sayang sekali, aku salah tebak, aku memilih nomor 3,“ kata nenek sembari menatap tiketnya yang berwarna putih, sementara yang ain mestinya kuning. Dengan raut muka kecewa.
“Bisa begini juga, bukankah ini judi?“ ujar Lin Tian.
“Ini adalah kegiatan di peternakan. Mana bisa dikatakan berjudi. Ini hanyalah strategi marketing saja,“ jawab Guang.
“Pertama-tama selamat kepada bibi lucu ini. Selanjutnya adalah daging leher babi, selamat pada paman yang keren ini,“ ujar Guang membagi-bagi babi pemenang. Lalu di sambut dengan sorak sorai bergemuruh dari para penonton yang antusias mengikuti dengan seksama, dan sangat bahagia kala mendapatkan daging sesuai yang di ingin nya apalagi daging si pemenang benar-benar sangat memuaskan.
“Untungnya Guang Touqiang adalah seorang pengelola peternakan, jika dia seorang kapitalis, semua orang akan sengsara,“ ujar Lin Tian sembari bergerak ke belakang.