
IDENTITAS KARYAWAN TIDAK SESUAI.
Lin Tian bingung. Semua karyawan baru sudah diperiksa identitasnya yang tidak diperiksa hanya: Xiaolong, Xiaoli, Qian Duoduo.
Maka mulailah memeriksa satu demi satu.
“Halo Xiaolong.”
“Halo Bos Lin Tian, ada perintah apa?“ jawab Xiaolong di ujung telepon sana.
“Aku ingin berdiskusi denganmu tentang suatu hal. Dan ingin meminta persetujuan mu.“
“Tidak masalah apapun itu,” ujar Xiaolong dengan senang. “Apapun itu aku akan segera melaksanakannya.“
“Sikapmu bagus sekali, aku sangat menyukainya. Hal yang ingin aku minta sangat sederhana.“ Kata Lin Tian. “Akhirnya apapun itu aku akan menuntaskannya dengan baik”
“Kamu dipecat!” ujar Lin Tian sambal tertawa. Kemudian dimatikan hubungan. “Ok sudah beres.“
Sementara Xiaolong terkejut. “Ha?”
Satu keputusan yang tak disangka-sangka. Membuat dia emosi yang tak tertahankan. Maklum langsung kehilangan pekerjaan. Siapapun bisa demikian. Karena tak punya kerjaan, darimana dia nanti makan, menafkahi keluarga juga memberi sesuatu yang nikmat buat piaraan. Tentu membutuhkan barang yang sangat mahal. Dan itu hanya bisa ditutup dengan mendapat uang. Uang itu hasil bekerja. Kalau pekerjaan pun tak punya lalu memakai apa dia nanti membeli segala sesuatu tersebut?
Kerak....
HP sampai hancur ditekannya. Kacanya sampai menggaris - garis tak jelas. Bahkan pepper glass nya hilang.
“Beraninya mempermainkan ku, Lin Tian!“ ujarnya semakin emosi. Ada sesuatu yang demikian menyesak di dada. Yang membuat dia demikian marah. Yang tak menduga-duga. Tanpa badai tiada hujan langsung kena pecat. Lalu salahnya apa, ini yang belum dikatakan Lin Tian. Apa karena rasa penasaran itu, atau karena sudah tak membutuhkan. Maka dengan suka hati main pecat. Itu tak baik. Bahkan sekarang mencari pekerjaan susah. Jangankan yang sampai sesuai dengan jurusan, yang seadanya saja belum tentu ada yang mau menerima. Karena jaman memang demikian. Susah.
“Xiaoli bisa tidak kalau aku membereskannya seperti ini?“ tanya Lin Tian pada Xiaoli.
“Seperti itu tidak melanggar kontrak kerja,“ jawab Xiaoli yang berusaha menyenangkan hati bos nya itu. Walau keputusannya terasa janggal, namun barangkali ada permasalahan berat yang membuat bos tersebut memperlakukan demikian pada pegawainya.
“Ganti rugi satu tahun gaji pun tidak masalah. Itu hanya jumlah kecil saja, jumlah kecil,“ ujar Bos Lin Tian yang sangat kaya raya.
“Aih…“ Xiaoli menjerit lirih. Ada sesuatu yang aneh dengan mata genit bos nya itu. Walau lirikannya ke arah berlawanan, namun tangannya telah sampai di pinggang rampingnya itu.
“Ada satu hal lagi yang harus kamu lakukan,“ kata Lin Tian. “Kamu juga di pecat…“
“Aku? Dipecat?“ Xiaoli terkaget kaget.
“Pertama walaupun kamu melaksanakan perintahku, tapi kamu selalu mempertanyakan caraku. Xiaoli akan selalu mempercayaiku.“
“Kedua, Xiaoli tidak suka aku menyentuhnya dan kamu malah selalu menahan, pasti karena mengira aku suka menyentuhmu.“
“Terakhir… Apa kau benar - benar mau aku katakan?“ tanya Lin Tian. Ada sedikit rasa canggung guna mengungkapkannya. Sebab ini hubungannya sama kekaguman. Dan beberapa orang bisa meradang jika hal demikian dibicarakan. Perlu hati-hati.
“Huh, aku sudah tahu, kalau yang terakhir ini tidak bisa mengelabuhi mu, jurus dan kemampuan bertempur ku lebih hebat dari Xiaoli.“ Jelas dia yang mempunyai keahlian luar biasa kala menghadapi lawan yang juga sangat tangguh tersebut.
“Eh benarkah itu?“ Lin Tian malah balik bertanya. Dia malah tak mengetahui ini. Maklum sama-sama bisa menuntaskan tugas dengan baik sudah cukup. Tak perduli bagaimana hebat ilmu mereka. Namun dengan dikenakan itu, maka dia sangat hebat ilmunya. Dan saudaranya itu yang juga sangat hebat masih berada di bawahnya. Berarti kepandaiannya main bela diri demikian mumpuni.
“Eh, kamu tidak merasakannya?“ Xiaoli juga terkejut. Ternyata bukan itu. Ada yang salah. Bisa jadi kini dia tahu. Itu karena dia terjebak dengan ucapan Lin Tian yang memang meragukan tadi. Sehingga itu yang dikira demikian. Ternyata ada yang lain. Dan ia terlanjur mengungkapkan satu kebenaran. Dimana dia bukan orang yang sama. Dan dimaksud kali ini memang dirinya. Maka sudah menjadi titik terang buat Lin Tian bahwa permasalahan gagalnya pengambilan hadiah mungkin ada padanya. Dan itu mesti dimaklumi. Serta untuk selanjutnya dia mesti menjauh. Agar segalanya yang berkaitan dengan perusahaan akan lancar.
“Awalnya, aku mau bilang lingkar dadamu lebih kecil 2 cm dari Xiaoli.“ ujar Lin Tian seakan tak tega untuk mengungkapkan satu hal yang mesti dibicarakan bisik-bisik ini.
“Kamu… ternyata memang bukan orang baik!“ Xiaoli palsu demikian marah. Karena sesuatu yang dianggap memalukan itu demikian saja dikatakan oleh si pemuda. Tentu saja hal ini semakin membuatnya murka.
“Mata transparan apa boleh buat…. “
Bener dah sepertinya dia memang teman Edgar jadi apa-apa dipergunakan logika. Sehingga apa yang dibalik kabut misteri bakal kelihatan. Namun bukan hanya dibalik kabut misteri saja dibalik BH juga kelihatan. Gawat nih anak.
“Terlihat kalau kamu tidak memiliki maksud buruk, tapi dimana Xiaoli yang sebenarnya?” tanya Lin Tian. Dia benar-benar penasaran dimana keberadaan orang yang selama ini selalu membantunya dengan begitu gigih.
“Kamu tidak perlu tahu keberadaan kakakku! Jadilah orang kaya baik – baik!“
Adik Xiaoli menghilang. Rasa malunya mungkin sudah tak tertahankan. Saat ketahuan kedoknya. Sehingga dia kini mesti menghilang dari pandangan bos nya itu. Namun ada yang mengganjal kini, keberadaan yang asli belum diketahui, dan itu menjadi persoalan tersendiri buat Lin Tian. Bukan masalah membantu siapa atau bagaimana, tapi yang jelas kali ini seakan tak jelas keberadaan orang yang selalu setia membantu nya dalam kondisi apapun termasuk pertaruhan nyawa yang seringkali terjadi karena lawan yang berat atau keadaan alam yang sangat sulit untuk dijalani.
“Tunggu dulu!“
Lin Tian ingin menahannya. Ada yang salah dengan keputusannya kali ini. Walau dia benar. Ternyata dia bukan Xiaoli. Tapi mestinya ada pembicaraan yang lebih baik lagi tadi.
“Xiaoli ku yang lucu. Karyawan yang begitu baik hilang begitu saja. Aih… aku sudah menghilangkan 2 bug. Sekarang seharusnya sudah bisa mengambil hadiah.“ Dia ingin melupakan sedikit kesedihannya. Dan salah satu yang bisa sedikit mengobati mungkin dengan mendapat hadiah yang sangat menarik dari sistem. Karena dengan ini juga dia mesti meneliti keberadaan pegawai nya yang tengah memiliki kasus itu.
TARGET TERCAPAI.
“Masih salah juga. Jangan- jangan. Ada masalah dengan Qian Duoduo!“ tinggal satu karyawan yang dicurigai namun belum diteliti secara benar. Ada apa dengan dia? Sehingga demikian memperumit keadaan. Hadiah yang ditunggu-tunggu tak juga dating. Sungguh menjengkelkan. Tapi dia mesti meneliti terus supaya apa yang menjadi keinginannya tercapai, juga mengetahui kenapa karyawannya demikian.