
“Hari ini adalah penyambutan karyawan baru. Juga adalah hari membangun perusahaan,“ ujar karyawan lama yang menyambut mereka yang dating dan dengan seleksi sangat ketat tersebut dengan penuh keramahan serta lambaian bendera merah tanda persahabatan sejati. “Pertama adalah makan bersama sama staff perusahaan,“ ujarnya lagi untuk satu hal yang penting. Acara demikian sungguh-sungguh sangat di minati banyak orang. Sebab siapa yang tidak suka akan sesuatu itu yang begitu di tunggu-tunggu. Bahkan mengalahkan dana musibah. Jika sudah ada urusan dengan perut, maka mau tak mau banyak yang menyetujuinya, serta akan langsung memberi dukungan untuk saling bersama tersebut.
Dan langsung dengan penuh kekompakan, naik bus kuning perusahaan Tianlin yang hendak menuju ke lokasi yang di nanti itu. Serta dengan pakaian yang masih berseragam, menuju ke tempat makan-makan tersebut. Juga sebagai symbol kekompakan yang terjadi diantara para karyawan baru yang sudah bersusah payah mengikuti audisi penerimaan karyawan yang dilakukan dengan sangat ketat serta penuh dengan darah-darah dalam menjalaninya.
“Akhirnya datang juga,“ ujar karyawan yang belum siap dan masih memakai pakaian seksi untuk terus mengikuti segala sesuatu yang menjadi aturan perusahaan.
“Makan bersama, adalah mimpi buruk karyawan. Itu yang aku dengar dari temanku,“ jelas rekannya yang tak menyukai hal demikian. Selain membuat boros pengeluaran bendahara perusahaan, juga menjadikan perut sakit, akibat makan dua kali bersama bapak 2 dan ibu 2 yang sangat hemat dalam pengeluaran.
“Benar sekali, saat acara makan bersama di kantor lamaku. Banyak pria perayu yang mencekoki ku bir, bermaksud menggodaku,“ ujar karyawan paling cantik yang tidak suka di goda oleh lelaki botak dan agak botak, yang terus mencekoki dengan sesuatu yang tak nyaman. Apalagi para perayu ini benar-benar sangat jagoan kalau di suruh minum-minuman air keras, macam es batu yang jika di pakai buat melempar orang saja bakalan langsung benjol kepalanya. Belum lagi bartender kaos biru yang selalu membawa air keras itu dalam tempat yang sangat besar dan tak segan-segan menuangkannya kepada mereka yang sangat membutuhkan untuk terus minum air kekuningan itu hingga hausnya hilang dan kerongkongan tak kering lagi.
“Pantas saja, benefit dari perusahaan ini bagus sekali. Ternyata mereka menjebak kita,“ ujar karyawati yang merasa terjebak oleh perusahaan.
“Tidak bisa, kita harus saling membantu untuk melarikan diri,“ kata si pirang yang merasa ingin terbebas dari masalah tanpa masalah itu.
“Aliansi anti minum yang berdiri secara tiba-tiba, semangat!“ ujar para karyawan dengan semangat sembari tos di udara, sehingga kekompakan bakalan selalu terjaga supaya segala yang berbau minum-minuman keras begitu bakalan bisa di hindari.
#
“Eh…“
Namun, berikutnya para karyawan langsung terkejut saat menyaksikan apa yang kini ada di hadapan mereka.
Pada sebuah lading milik perusahaan tianlin grup, disana cuaca begitu cerah. Dan lingkungan kandang hewan itu juga demikian nyaman. Suasana pedesaan yang sunyi penuh dengan kambing dan sapi yang sangat subur, memanjakan mata. Sehingga siapapun bakalan betah tinggal di peternakan yang hijau itu.
“Makan malam bersama kalian dapat memproduksi dan menjualnya sendiri. Sapi, kambing atau babi. Mana yang kalian suka, langsung bilang saja dan akan diolah menjadi makanan langsung,“ ujar Lin Tian di atas punggung babi kesayangan. “Kita berusaha untuk makan sampai membuat peternakan Tianlin bangkrut.“
“Cepat jalan Peiqi. Ayo kita berebut duluan,“ ujarnya lagi sembari menepuk perut babi sebagai perintah supaya hewan ternak yang gemuk itu bakalan melaju dengan kencang agar bisa mencapai tujuan dengan cepat pula. Sehingga makan-makan yang mahal dan lezat serta menyita banyak kekayaan perusahaan akan segera terlaksana.
#
Berikutnya sudah terjadi api unggun yang besar. Suasana nyaman untuk saling bercengkrama. Makan sampai puas sambal bakar-bakaran. Dan menari serta bersenda gurau dalam suasana penuh keakraban.
Juga sembari membakar hewan ternak yang di masak sebagai hewan guling. Baik itu babi, kambing maupun sampai yang besar-besar dan sangat gemuk. Serta dengan bumbu yang sedap serta olesan rempah yang tepat, hingga membuat kulit si hewan guling itu Nampak mengkilap. Serta rasanya kriuk penuh dengan kerenyahan dan seperti kerupuk kulit saja.
Apalagi daging bakarnya yang di tusuk seperti sate. Sehingga dengan bumbu kacang serta kecap membuatnya sangat nikmat di makan panas-panas.
“Aneh sekali. Kenapa tidak ada orang yang mencekoki kita bir?“ para perempuan itu yang kini keheranan. Semuanya pada asyik dengan urusannya sendiri-sendiri. Bahkan ada yang lebih suka naik babi, daripada harus mencekoki mereka dengan minum-minuman keras yang sangat mahal dan sangat kuno. Sehingga fermentasi alkoholnya begitu terasa. Tapi semua harapan sirna sudah.
“Tidak, ini adalah ujian untuk kita,“ ujar karyawati lainnya.
“Ujian?“ yang lain juga menduga demikian.
“Bukankah itu sangat bagus. Kita bersulang 1 cangkir saja, lalu kita bisa pulang,“ yang lain cocok.
“Tidak, ini adalah kondisi yang paling buruk. Temanku pernah mengalaminya,“ ujar si karyawan cantic itu sembari menuang minuman beralkohol tersebut cukup satu sloki saja. “Waktu itu, juga seperti ini, dia sendiri yang menuangkan arak untuk pimpinan. Hal yang paling menakutkan terjadi.“
“Kamu bersulang dengan arak segini saja, kamu meremehkan ku ya?“ ujar pimpinan sembari menampar gelas yang Cuma segitu saja dan tak menyukai pemberian itu. “Tidak tahu sopan santun, aku rasa kamu harus melakukan hal lain untuk menghormati ku!“
“Masyarakat terlalu mengerikan. Kalau aku yang mengalaminya, pasti akan ketakutan setengah mati,“ ujar perempuan lainnya sembari bergidig menyaksikan hal demikian terjadi. Sampai-sampai mesti kena marah atasan yang tak suka dengan pelayanan memberi minuman yang terlampau sedikit itu.
“Tidak perduli lagi, aku coba dulu,“ ujar rambut merah sembari menenggak minuman yang sangat keras itu.
“Baiklah, kita temani kamu,“ kata mereka bertiga yang saling bersama-sama untuk saling menemani agar yang mabuk tidak sendirian. Apalagi minuman itu sangat keras, sehingga minum sedikit saja, bakalan langsung bisa kliyengan.
#
“Itu, Direktur Lin,“ sembari berusaha menyogok dengan minuman yang cukup satu sloki saja. “Aku bersulang untukmu,“ ujarnya pada Direktur Lin yang tengah asyik menikmati paha atas dan terlampau asik dengan perut kenyangnya.
Lin Tian terdiam.
Lalu dengan kasar menampar gelas dengan minuman nikmat itu.
“Datang….“
“Akhirnya dia menunjukkan wajah aslinya,“ ujar para karyawati itu dengan muka ketakutan.
“Tidak lihat pengumuman di grup ya!“ Bentaknya sembari menunjukkan pengumuman di HP nya. “Kali ini dilarang mengkonsumsi alcohol.“
“Ha…“
“Karena acara selanjutnya nanti, tidak cocok untuk diikuti orang yang mengkonsumsi alkohol.“
Lanjutnya, “semuanya!“ ujarnya dengan keras. “Pengembangan besok sama dengan yang sebelumnya. Perjalanan mendebarkan.“
“Acara apa, reaksi mereka semua, apa perjalanan mendebarkan ini tidak bagus?“
“Gawat! Kalian sama sekali tidak tahu apa yang akan kita hadapi setelah ini,“ ujar karyawan yang tahu dan sangat khawatir.
#