Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 295


“Tunjukkan padaku kegaiban dari Bai Xiaojie,“ ujar Lin Tian sembari melihat kinerja para pembuat game dalam ruangan yang sangat rapi tersebut. Namun dengan sisi letak yang sudah bagus, sehingga sangat mudah dalam memantau pergerakan semua karyawan.


Bai dengan santai melenggang diantara meja-meja kerja dalam ruangan tersebut. Dia begitu tenang. Serta sedikit khawatir kalau-kalai terjadi kesialan diantara mereka.


“Wah sudah mulai,“ ujar Lin Tian dengan sangat teliti dan mulai mengamati gerak gerik untuk banyak kegiatan yang dilakukan para karyawannya, terkhusus buat si bai yang sangat di harapkan bisa mempengaruhi nasib sesame para pekerja tersebut.


Dan benar saja, saat mulai saja sudah hampir menjatuhkan gelas yang dapat saja membuat berkeping keeping berhamburan berderai tak berbentuk seperti hati kita yang remuk redam. Untunglah masih bisa di jangkau dengan tangan sehingga tak jadi meluncur.


“Tidak sesuai ekspektasi,“ ujar Lin Tian dengan kecewa. Kehebohan yang diharapkan benar-benar kandas. “Masa sih? Apakah aura kesialan Bai Xiaojie sudah hilang?“


“Hmm, setiap hari hanya jalan-jalan di kantor, aku merasa tidak tenang menerima gaji ini,“ ujar karyawan yang mulai jenuh dengan apa yang diterima dengan baik, walau kerjanya demikian santai, namun selalu menerima penghasilan yang besar.


“Eit ada yang aneh,“ ujar karyawan setelah memperhatikan dengan seksama game online yang begitu menggiurkan. “Kenapa muncul kesalahan di sini. Ini hal yang mustahil. Persentase yang redah sekali. Hehe, untung aku menyadarinya sekarang. Menyerahkan kesalahan ini…. Selesai.“


Selesai…


#


“Wah Xiaowu, kelompok kalian menemukan kesalahan lagi ya?“ ujar temannya sangat bangga dengan kinerja Xiauwu yang begitu teliti sehingga kesalahan kecil saja langsung terlihat pada aplikasi game yang begitu santai ini. Sehingga ingin sekali rasanya untuk ikut terlibat dalam koreksi akan game yang begitu terkenal itu.


“Aneh sekali. Tak kusangka, kelompok penguji kami bisa menemukan beberapa kesalahan selama dua hari ini. Mereka hebat sekali,“ ujarnya lagi yang sangat kagum pada team itu yang benar-benar tahu akan kesalahan yang sudah terjadi dalam permainan tersebut.


“Hahaha, kalau bisa menemukan kesalahan yang banyak sekarang, maka game ini akan semakin sempurna,“ ujar Xiaowu dengan bangga. Dengan demikian mereka bisa mengoreksi diri untuk lebih mengembangkan game tersebut, sehingga tidak lagi terjadi banyak kesalahan serta menyempurnakan game tersebut agar semakin di gemari dan di minati.


“Bagaimana kalau… !%Y@*.......Y#! ()#“ ujar temannya seraya mengutarakan banyak rencana dala pikirannya sehingga bakalan mampu membuat game itu semakin sempurna terutama setelah banyak mempunyai kesalahan-kesalahan orang lain yang ditemukan tersebut.


“Eits, janganlah kalau sampai ketahuan orang lain,“ ujar Xiaowu yang sangat khawatir kalau dirinya yang mampu memecahkan kasus kesalahan orang lain itu justru akan ketahuan pihak lain sehingga nantinya kesalahan-kesalahan itu justru akan diungkap pihak lain itu.


“Sst, Kamu tidak bilang, aku tidak bilang, siapa yang akan tahu.“


Lalu ujar keduanya, “Direktur Lin, kamu jangan salahkan kami ya.“


Mereka bersepakat. Soalnya kalau rencana ini ketahuan oleh direkturnya yang galak itu, bisa-bisa mereka akan kena marah, serta bakalan menerima sanksi berat. Ini mesti di gagalkan.


#


Ruang kerja yang sunyi dikala musim libur begitu. Serta tak diijinkan untuk lembur. Karena jika hal itu terjadi, maka akan dimarahi sama bos.


“Hahaha, tak kusangka, diam-diam lembur begitu seru.“ Itulah asiknya kalau lembur diam-diam. Sehingga bos yang suka marah andai hal ini terjadi bakalan kecewa.


“Tak kusangka minggu lembur ternyata begitu seru dan menyenangkan.“ ujar yang lain demi merasakan asiknya lembur di hari minggu. Makanya karena mengasikkan membuat hal demikian di larang. Serta mendingan untuk wisata yang menghamburkan uang.


“Kita semua adalah anggota kelompok penguji. Hari ini kita diam-diam lembur hanya ingin mencari kesalahan dalam program ini. Semoga game ini bisa dengan cepat melewati masa pengujian,“ ujar team yang sudah siap-siap untuk menemukan banyak kesalahan yang akan mereka lakukan, karena masing-masing mereka benar-benar sangat teliti dalam urusan beginian, sehingga nanti akan segera menemukan kesalahan orang lain.


“Mulai!“ ujar team itu lagi demi menemukan banyak kesalahan. Untuk berikutnya akan merevisi sehingga game yang sudah kurang popular ini untuk berikutnya akan semakin maju dan yang terutama adalah mutunya yang semakin baik saja. Inilah makanya dikala libur mesti lembur yang sudah sangat di idam-idamkan selama ini walau tanpa persetujuan direktur Lin.


“Hore!“ Dengan semangat mereka akan mencari kesalahan orang lain, demi game yang akan di revisi itu.


Lalu mereka menyalakan tiap computer sebagai suatu hal yang akan membantu dalam menyelesaikan banyak ketimpangan.


Mereka terus bekerja dengan semangat yang sangat hebat, hingga kelelahan sendiri yang membuat mereka terlelap akhirnya.


“Apa yang terjadi?“


“Kita sudah kerja satu harian tapi tidak menemukan kesalahan satupun,“ ujar mereka dengan kecewa. Tidak menemukan kesalahan, berarti benar semua. Dan itu tidak di harapkan, karena game tidak bisa di revisi.


“Apakah kita melupakan sesuatu?“ ujar Xiaowu mulai mengingat-ingat segalanya, kalau-kalau saja bisa mengingat ada yang terlewat.


“Oh ya!”


Akhirnya ingat. Setelah lama terpaku dan saling mengingat akan apa yang terjadi, maka berikutnya baru saja mereka dapatkan, tentang beberapa hal yang Nampak sangat memungkinkan untuk satu itu. Yah hari Selasa, dimana waktu itu yang paling bagus dan efektif serta sangat produktif untuk bekerja. Dimana untuk hari jumat yang paling menyenangkan, karena banyak orang yang pulang awal, sehingga untuk berikutnya bisa focus dalam menghadapi hari esok dimana akan menghabiskan waktu panjang untuk libur. Sedangkan di hari senin, kebanyakan menganggap hari itu buruk, dimana orang dengan malasnya untuk masuk kembali ke aktifitasnya, setelah hari sebelumnya pada bersenang-senang mendapatkan waktu liburannya. Itulah makanya pada menyukai hari Selasa untuk menyelesaikan pekerjaan setelah pulih dari rasa kenangan di masa liburan tersebut. Dan usai menghabiskan kejenuhan di hari Senin yang menyedihkan.


“Masalah waktu, kesalahan hanya akan muncul di jam kerja,“ ternyata itu. Jadi itulah makanya mereka sampai tidak berhasil menemukan kesalahan, karena kurang tepat dalam meneliti. Waktu kerja itu besok, dan sekarang libur, makanya tak ada waktu yang ditemukan salah. Kalau begini mesti menunggu waktu kerja agar kesalahan dengan mudah di temukan besok.


“Masuk akal. Karena bagaimanapun juga, kesalahan di grup Lin Tian ini juga mau libur,“ ujar mereka. Semua sudah ketemu. Orang yang mau libur juga bisa bekerja dengan baik, sehingga tidak melewatkan sesuatu untuk bisa menjadikan yang dikerjakan tersebut akhirnya benar semua, untuk kemudian di tinggalkan di saat libur, serta akhirnya semua meluapkan kekesalannya di hari libur untuk tidak lembur.


“Kalian salah semua!“ Tiba-tiba ada suara.