
Dilihat dari keadaan sebelumnya, sistem tidak mungkin salah.
Hukum ketiga atribut.
Sebelum pengaturan: Penampilan 0; Kekuatan 5; Kecerdasan 1
Setelah pengaturan: Penampilan 5; Kekuatan 0; Kecerdasan 1
Nilai total penyesuaian atribut tidak dapat diubah.
Sebelum energi terkumpul dan setelahnya:
Hukum kedua atribut di saat, tidak ada kekuatan dari luar total penyesuaian atribut akan terus berada dalam mode berhenti.
Setelah energi terkumpul menjadi menyeramkan sebelum menghilang, nampak cantik dengan rambut pirangnya. Setelah menghilang matanya sayu, dalam balutan topi hitam dan jas yang tertutup.
“Awalnya aku bingung. Kembar Qian Duoduo sudah dipakai sekali. Xiaoli tidak bisa dipakai juga kini. Sekarang sepertinya Xiaoli bukan manusia. Komik fantasi apa ini?“ ujar Lin Tian kebingungan.
“Saudara Lin.“ Ada yang menepuk pundak. “Bagaimana dengan orang-orang ini?“
“Wa…“ Lin Tian terhenyak. Lalu dia berkata, “Haha… terserah kalian saja. Tentu saja, lebih baik sisakan CD untuk mereka. Kita adalah masyarakat berbudaya.“
Orang-orang itu ditawan dengan pakaian yang dilucuti. Sehingga menggigil. Seperti kerbau masuk air.
“Dasar sialan! Kenapa kamu menemukanku secepat ini…“ ujar Kepala Sekolah Qian seraya memeluk Lin Tian dengan ucapan terima kasih tiada terhingga.
“Kali ini aku berhutang pada geng gelandangan.“
“Aku malah merasa, kalau kamu yang membantu mereka membalas dendam.“
Lin Tian terkejut. Mana ada gelandangan yang membalas dendam. Dendam paling kalau rumahnya yang tak punya itu di gusur. Baru akan marah. Tapi semestinya tak sejauh itu. Sebab akan sia-sia kalau marah. Hanya akan pada ketawa atau akan membuat musuh semakin banyak saja. Selain nyamuk-nyamuk nakal, nanti tibum juga akan mengeroyoknya. Itu benar-benar tak baik. Balas dendam adalah suatu hal yang tak baik.
“Qian Pinru, cucu perempuan tertua dari keluarga tertua keluarga Qian memberi salam padamu…“ Qian Pinru memberi hormat.
“Kakak ipar, jangan sungkan, aku adalah orang kasar. Lain kali, aku akan mentraktir mu sayap ayam panggang,“ ujar Tongkat Besi sangat suka kalau urusan traktir mentraktir. Memang uang tak punya karena gelandangan. Hidup saja sudah susah. Namun tidurnya enak. Enak saja di bawah emper toko, di tepi tempat sampah, atau asal tak hujan tidur di lapangan terbuka yang jika ada truk sampah lewat langsung terbirit-birit menepi. Namun semua mesti disyukuri. Asal tiap harinya bisa makan, maka apa yang masuk ke perut, itulah rejekinya. Sehingga suatu saat kala ada sayap ayam ada yang lewat akan langsung di masak. Itu sudah menjadi sebuah hal yang sangat nikmat.
“Perebutan Keluarga Qian kali ini, juga bertujuan menumbangkan keluarga Li diam-diam. Pasti kalian tahu kan?“ ujar Qian Pinru. Mereka kini sudah mulai berhasil selangkah dalam menggeser kekuatan Qian. Sehingga Li sudah berada di depa mereka yang mesti juga bisa dikalahkan kalau bersedia bergerak. Sebab sistem yang sangat canggih tentu bakalan bisa dimanfaatkan untuk mengalahkan Keluarga Besar Li yang begitu kuat. Dan menaklukkan Qian merupakan awal percobaan dalam mengatasi langkah berikutnya.
“Geng gelandangan. Dibawahnya ada restoran Shaxian, Lanzhou Lamian, restoran huang menji, tiga badan intelijen utama. Semuanya bisa mengumpulkan informasi di masyarakat.“
“Oh…” Lin Tian paham.
“Haha… itu semua hanya bisnis kecil saja,“ ujar Tongkat Besi tertawa. Sedikit merendah. Itu semua seakan tiada arti. Tentu jika dibandingkan dengan Lin Tian yang begitu kaya. Atau dengan Keluarga Qian serta Li yang jelas-jelas memiliki pengaruh yang sangat kuat. Lagipula, apa gunanya mengumbar semua itu, sementara dia bersembunyi di balik kecacatannya yang membuat dia menggelandang. Meskipun sebenarnya mampu dalam segala hal. Namun kehidupan indah itu mesti dia syukuri dan mesti bahagia dengan apa yang sudah dia dapatkan hari itu. Tatkala rejeki memang sudah ada yang mengatur. Dan rejekinya pula yang mungkin kali ini tengah membaik. Tapi apa salahnya kalau mesti menjalani hdup yang demikian saja. Maka semua akan bisa dinikmati dengan bahagia.
“Tidak perlu rendah diri lagi. Kalau anda tidak datang aku tetap akan mengunjungi anda. Lagi pula anda juga ingin…“ Suara Qian terpotong oleh Tongkat besi yang seakan kurang suka kehidupan pribadinya diungkap.
“Senang berkenalan denganmu. Aku capek, pamit…“ Kaki besi berbalik. Rasanya sudah tak pantas bicara dengan orang besar. Makanya dia berusaha melupakan apa yang sebenarnya dia inginkan juga. Ingin dia berbuat itu. Namun tanpa pendukung, kekuatannya juga seakan tiada arti.
“Apa anda benar-benar tidak ingin balas dendam? Cucu tertua keluarga Li, si Tongkat Besi Li…“
“Ipar jangan sembarangan!“
“10 tahun yang lalu keluarga Li sudah mematahkan kakimu dan mengusir mu keluar. Apa kamu tidak ingin merebut kembali barang yang seharusnya milikmu?“ ujar Qian Pinru.
“Eh saudara Li, dulu kamu pernah bilang, kalau kamu adalah keturunan keluarga kaya ke enam, ternyata itu benar ya?“ tanya Lin Tian. Dia memang tak menyangka kalau saudara Qian ini demikian tahu masalah yang ada pada si gelandangan, sehingga tahu kalau dia sebenarnya dari keturunan yang bukan sesederhana itu.
“Sudah cukup!“ Tongkat Besi berteriak. “Aku sudah bilang, aku dan keluarga Li tidak ada hubungan sama sekali.“
“Aku mengerti setiap keluarga pasti memiliki seseorang yang dikorbankan,“ ujar Qian. Demikian juga dengannya yang sangat menderita sebelum ini, bahkan beberapa menit yang lalu. Tatkala dengan tiba-tiba Lin Tian dating membebaskannya, itu merupakan masa dimana siksaan baginya berakhir. Dan yang melakukan adalah keluarga sendiri. Yang mengira dia telah berkhianat pada kelompok itu. Sehingga banyak usaha dari mereka untuk menghukumnya. Ini yang mesti disyukuri, bahwa masih ada orang yang mau berteman, sekaligus menyelamatkan dia dari bahaya, siapa lagi kalau bukan Lin Tian, si kaya raya dengan uang yang sangat banyak. Serta tidak pelit-pelit amat, sehingga kalau ada ayam, maka bersedia berbagi, yang Cuma satu ekor itu tak dihabiskan sendiri. Tentu itu merupakan hal yang sangat menggembirakan.
“Apa gunanya membicarakan ini semua. Kalau bisa menumbangkan keluarga Li, aku sudah melakukannya sejak dulu,“ ujar Tongkat Besi.
“Ah… awalnya aku kira tidak ada harapan. Sampai saudaramu Lin Tian ini muncul.“
“Kita saudara sepenanggungan, bisa apa saudara Lin,“ kata Tongkat Besi dengan pesimis nya. Sebab kekuatan keluarga itu sangat besar. Semenjak berhasil merebut dari tangannya. Dan terus berkembang hingga kali ini. Sehingga untuk menggesernya lagi, tentu membutuhkan kekuatan yang sangat besar, mesti jauh lebih besar dari kekuatan keluarga Li itu.
“Dia punya uang. Sangat banyak…“ ujar Qian Pinru yang paham terhadap kekayaan si Lin Tian yang memang uang dari sistem itu demikian berlimpah, dan mesti dihabiskan kalau ingin misi berhasil.
“Uang yang sangat banyak.“
Lin Tian menepuk dada.