Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 308


Dalam sebuah pesawat.


“Hahaha… ada 38,5% mahasiswa yang berharap mendapatkan gaji sepuluh sampai dua puluh juta setelah lulus. Haha lucu sekali,“ ujar Lin Tian tertawa terbahak-bahak kala melihat sebuah data dari HP kesayangannya sembari terbang jauh tinggi menembus awan, padahal dalam pesawat di larang menyalakan ponsel. Takut membahayakan serta bisa merusak jalur komunikasi udara. Tapi kali ini nampaknya berbeda, serta bisa saja menggunakan media komunikasi walau sedikit membahayakan.


“Anak remaja masih terlalu percaya dengan konglomerat!“ Gumamnya seraya membayangkan para konglomerat dengan cambuk apinya mencambuk para percaya itu hingga kesakitan. Serta terbelenggu oleh lingkaran rantai yang memedihkan.


“Sebenarnya orang yang dermawan sepertiku ini, Juga tidak mungkin memberikan gaji setinggi ini kepada mahasiswa lulusan baru yang tidak memiliki pengalaman kerja,“ kata Lin Tian serta besar berpikir tentang kemungkinan sangat buruknya menggaji para orang yang kurang berpengalaman dalam bekerja.


“Semua itu karena aku yang melarangnya. Kamu ingin melakukannya beberapa kali, tapi berhasil aku tahan!“ ujar keras Xiao Qian yang yakin jika semua itu karena dia sangat ketat untuk aturan yang kacau itu. Sebab dia paham akan keinginan bos muda itu yang keinginannya selalu ingin mendapatkan untung lebih dari sistem dengan kerugian yang akan di ganti rugi sama sistem tadi.


“Karena itu bukan uangku!“ ujar Lin Tian sembari menyentil.


Kembali di perhatikan alat komunikasinya, sembari menyeruput kopi.


Namun sedikit membeliak tatkala memperhatikan hasil. Bahkan begitu terguncang hatinya, sampai kopi dalam gelas kaca tadi sampai bercipratan.


“Ada 70% anak SMA dan 60% mahasiswa bisa menerima pekerjaan dua belas jam selama enam hari, bahkan menerima pekerjaan dua puluh empat jam selama satu minggu. Bahkan ada beberapa yang sengaja meminta.“


“Ada apa dengan dunia ini? Kenapa malah menjadi kerja rodi?“ Semakin heran Lin Tian untuk semangat para pencari kerja yang justru begitu menggebu-gebu dalam persaingan dalam dunia kerja. Sehingga mau saja untuk bekerja seharian dengan waktu yang seakan habis di dunia kerja itu.


“Kenapa mereka begitu percaya diri? Padahal belajar selama delapan jam saja sudah tidak sanggup.“ Lin Tian membayangkan, betapa semakin teler saja para pekerja itu kalau sistem ini di laksanakan. Yang delapan jam saja sudah banyakan mengeluh, apalagi begini.


“Masih merasa diri kalian bisa bekerja selama dua belas jam?“ Bisa-bisa nanti seperti zombie yang mampu melihat dengan bola mata keluar semua, namun tidak focus di depannya, yang memandang layar monitor saja sudah demikian payah.


“Stt, aku merasa perkataan ini akan menyakiti hati para murid. Kalau mereka mendengar perkataanmu ini, pasti akan langsung tidak suka denganmu,“ ujar Xiao Qian memperingatkan direktur Lin supaya berhati-hati dalam berkata-kata.


“Tenang saja, orang yang menyukaiku rata-rata adalah orang pintar, orang yang tidak mungkin bekerja bagi konglomerat selama dua belas jam enam hari,“ ujar Lin Tian sangat yakin.


“Aku tidak akan membiarkan perselisihan internal terjadi. Semua harus di mulai dari aku. Kita tidak boleh bersaing dengan orang sendiri!“ ujar Lin Tian berkobar-kobar seakan tengah mengibarkan bendera merah untuk suatu semangat yang tak berkesudahan.


“Hmm, nanti ketika kamu pergi ke job fair. Baru akan mengetahui dunia ini adalah milik para konglomerat dan pengikutnya,“ ujar Xiao Qian hanya tersenyum saja.


#


Dan pada acara Job Fair Universitas Xiwu, Nampak kemeriahan yang sudah terjadi, dengan banyaknya dekorasi yang beraneka bentuk dan warna.


Mereka pada mencari-cari stand yang sesuai dengan kebutuhan serta kesenangan mereka. Sehingga menjadi gambaran sempurna akan masa depan yang sangat cemerlang terbuka di depan mata.


“Agar mengetahui lebih dalam kondisi para murid aku akan menjadi mata-mata untuk menyelidiki,“ ujar mata-mata yang terus mengawasi secara sesideman.


“Sekalian melihat kinerja karyawan yang aku utus ke sini,“ ujar mata-mata Lin Tian yang kurang yakin akan kinerja 12 jam itu. Walau Nampak di depan mata, kalau mereka sangat tekun serta langsung berada di garis posisinya yang memang menjadi tanggung jawab mereka kala mendapat pekerjaan yang sangat menyenangkan ini. Sehingga mereka seakan tengah berada dalam suatu lading permainan saja yang tidak mengeluarkan banyak tenaga untuk menyelesaikan satu jenis kerja yang memang sangat menarik hati ini.


“Kalau mereka berani merekrut mahasiswa lulusan baru dengan syarat kerja dua belas jam selama enam hari, maka aku akan memecat mereka langsung!“ ancam direktur Lin sembari menggigit kaos hijaunya tanda sangat geram akan kegiatan yang aneh-aneh dilakukan oleh para karyawan itu.


“Minggir, minggir! Beri jalan pada pak Niu!“ ujar Xiaoyang dengan semangat kerja yang berapi-api. Sehingga mesti menyingkirkan orang-orang yang mengganggu jalan orang yang begitu dia hormati. Sampai-sampai Lin Tian si mata-mata itu kena dorong dengan kasar akibat tak di kenali dan menghalangi jalan orang terhormat tersebut.


“Pak Niu silahkan, anda orang pertama,“ ujarnya dengan sangat santun.


“Pak Niu juga datang mencari pekerjaan? Bukannya itu hal yang mudah baginya? Perusahaan mana yang beruntung?“ ujar para mahasiswa pencari kerja 12 jam itu dengan sangat keheranan.


“Tidak perlu ditanyakan lagi, pasti grup Tianlin,“ ujar mahasiswa lain yang merasa tersaingi akibat keberuntungannya di grup Tianlin, sebuah perusahaan ternama yang direkturnya sangat terkenal itu.


“Dia pasti bisa mendapatkan pekerjaan dengan jabatan manajer,“ ujar mereka dengan pasti.


“Haha kita harus tetap rendah hati,“ ujar pak Niu yang sudah pasti akan mendapatkannya, namun demi mendengar sesuatu yang demikian menyanjung, membuat dia tak enak hati.


“Menurutku pak Niu pasti akan sempurna jika menjadi manajer. Mungkin beberapa tahun kemudian akan diangkat menjadi direktur perusahaan,“ ujar Xiaoyang yang sangat yakin akan hal itu, berkat semua kemampuan yang dimilikinya serta begitu berpengaruhnya dia di mata para mahasiswa yang dia didik untuk menjadi orang hebat seperti dirinya itu.


“Eh Xiaoyang, jangan berkata seperti itu. Sekarang ada banyak kader andal di masyarakat,“ ujar Pak Niu sembari membetulkan letak kaca mata, dan bukan bermaksud membanggakan diri. Hanya supaya para mahasiswa kebanggaannya tidak terlampau membesarkan nama besarnya itu.


“Mungkin saja ada orang yang memiliki kemampuan sama denganku,“ ujarnya lagi.


“Ke depannya, setelah direktur sekarang sudah tua dan pensiun, maka grup Tianlin akan menjadi milik pak Niu,“ ujar mahasiswa itu sangat berharap dengan kepemimpinan orang yang sudah terlanjur kesohor itu supaya bersedia meneruskan kerja keras dan keberuntungan dari perusahaan besar dan terkenal seperti Tianlin ini.


Hahaha! Hahaha!


Lalu mereka semua tertawa tergelak-gelak, demi mengetahui masa depan yang cemerlang jika bersama Pak Niu.


“Apakah otak dua orang ini bermasalah?“ ujar mata-mata Lin Tian yang merasa aneh dengan kelakuan orang-orang kebanyakan berkhayal itu.