
Nenek Li Chunhua langsung berbuat banyak sesuai dengan pengalaman nya sebagai seorang asam garam yang sudah banyak malang melintang di dunia penyembuhan.
Dia kemudian mengenakan masker hijau, dan mempersiapkan alat pacu jantung, pace maker, untuk segera di kenakan pada si pasien dadakan tersebut.
Kemudian alat tersebut di taruh pada kanan dan kiri dada si karyawan yang megap-megap.
Brak.
Dengan disaksikan si cantic yang bengong.
Dia tak tahu apa yang mesti dikerjakan. Hanya bisa memandang keterampilan sang nenek dalam mengatasi seorang pasien di tempat terbuka begitu.
Aliran listrik segera mengalir di dada pasien, untuk segera membuat jantung kembali berdetak.
“Tst…”
Alat itu bekerja dengan cepat.
“Hidup… Hidup karyawan.” Si Karyawan itu mulai siuman, tersadar dan merasa hidup.
“Ah.. Sudah berhasil diselamatkan,“ kata si cantik-cantik sembari terkejut betapa cekatan nya si nenek dalam mengatasi pasien darurat itu.
“Hari ini benar-benar hari yang sangat berarti,” ujar si nenek dengan sangat bangga nya bisa berbuat banyak demi membantu keluarga suxue yang tak hanya mengantar barang sebagai kurir saja, namun juga menolong sesama mu manusia.
“Nenek aku tidak mengetahui nama mu,” ujar si cewek cantik yang penasaran.
“Aku, Li Chunhua, berbuat baik tidak perlu meninggalkan nama,“ ujar si Li Chunhua yang tak ingin meninggalkan nama barang sedikit pun sehingga tak di ceritakan oleh siapapun akan perbuatan baik nya yang sudah terjadi kali ini.
“Di hari yang terik, dengan usia yang sudah uzur, Dia masih menolong orang lain, di saat dia bekerja menjadi kurir dengan upah yang seadanya,” ujar si cewek yang terenyuh menyaksikan kejadian kali ini terutama oleh kebaikan hati si nene yang selain tidak mengharapkan upah juga tak ingin namanya di kenal oleh siapapun, sehingga cukuplah di catat untuk kebaikan nya saja.
Nenek pun membenarkan posisi kaca mata nya untuk kemudian melaju di kendaraan sedan biru nya dengan kencang.
Yahoo….
“Naik mobil sport, apa ini nyata?” ujar karyawan keheranan menyaksikan kurir barang tersebut naik kendaraan demikian mewah, hanya demi sebuah minuman saja yang di pesan si cantik-cantik itu. Dengan sopir lagi. Yang langsung antar jemput, sehingga pelayanan bakalan cepat sampai dan langsung lokasi, meskipun itu berada dalam bilik telepon umum. Berbeda dengan para kurir biasanya yang hanya menggunakan sepeda motor kala mengantar barang sampai tujuan, atau paling banter memakai mobil box yang sering terguling di hutan, itu juga sudah lumayan cepat, semisal dua atau tiga hari. Sudah itu gaji nya tak seberapa. Termasuk jika mendapat tips dari konsumen, maka tak akan cukup untuk berbagai keperluan. Tentunya untuk kali ini akan langsung sampai dalam hitungan jam saja, atau kalau jarak terjangkau hanya dalam ukuran menit. Inilah canggih nya bilik telepon yang tak mencari harga, namun menginginkan rugi, supaya semakin banyak yang pesan, akan semakin merugi. Makin mahal, tapi pelayanan nya jadi semakin maksimal. Dan tak usah di ragukan lagi, kerugian tentu sudah terbayang di depan mata, dan dalam otak Lin Tian pasti sudah terpikirkan seberapa banyak nanti sistem akan mengganti dana yang amblas itu.
“Susah sekali, pahit nya jadi gadis cantik.“
“Ya… aku lupa mengambil gambar,“ ujar si cewek yang terlalu hanyut akan kerja si nenek dalam memberi pertolongan pertama pada kecelakaan sehingga tak sempat mengabadikan nya barang satu jepretan saja. “Kalau begitu aku promosikan bilik telepon umum ini saja,“ ujar nya lagi seraya membagi kan gambar bilik telepon unik bergambar gotik ke seluruh medsos supaya di ketahui banyak kalayak.
#
GRUP LIN TIAN. Sementara di kantor lin tian, dia tengah tertidur akibat kelelahan yang sangat parah menghitung untung rugi.
“Aku sudah berpikir selama beberapa hari dan masih saja tidak mengerti, sebenarnya bagaimana proyek ini bisa mendapat untung,“ ujar si ahli ekonomi.
“Lapor Direktur Lin, sudah ada perkembangan dalam proyek investasi harapan,“ kata Qian Duoduo dengan pakaian sekretaris nya, serya membawa berkas yang demikian teratur.
“Adik, urus lah,“ ujar Lin Tian tak perlu membuka mata.
“Ini tidak masuk akal,“ ujar ahli ekonomi sembari melihat berkas.
“Masuk akal, karena ini adalah karya Kakak Lin Tian, Dia tidak akan menempuh jalan normal,“ jelas Qian.
Dalam artikel itu terbaca: “Pencarian hot…“
Bilik telepon umum rakyat, Gadis cantik mendapat jodoh karyawan, mak comblang ternyata bilik telepon umum.
Disitu nampak jelas gambar karyawan dengan si cantik dan lokasi tempat dimana mereka di perjodohan. Bukan hanya soal komunikasi, tapi juga jadi biro jodoh secara tak langsung dengan beberapa alasan mereka memanfaatkan alat komunikasi canggih itu memang berusaha untuk saling mengenal dan bisa komunikasi antar dua insan yang berjauhan terpisah jarak dengan waktu pertemuan yang sulit. Dan kali ini bisa terjadi hanya karena ada alat komunikasi yang mendekatkan mereka.
“Beberapa dokumen ini adalah dokumen dari beberapa perusahaan yang menawarkan diri untuk membuat iklan bilik telepon umum. Ini adalah manajer professional yang menghargai efek selebritas internet dari bilik telepon dan siap untuk bergabung. Beberapa surat ini adalah tanda terima kasih ats fungsi pertolongan darurat dan fungsi istirahat dari balik telepon umum,“ jelas Qian Duoduo.
“Tak disangka, bilik telepon umum ini bukan hanya proyek investasi. Ini adalah bisnis amal ya? Tapi seperti nya tetap tidak bisa balik modal,“ ujar ahli ekonomi.
“Tidak, sudah mendapat untung. Apa kamu sudah dengar tentang 5G?“ tanya Qian seraya menunjukkan HP 5G nya yang sinyal nya sangat bagus.
“5G, sepertinya ada teman ku yang menggunakan nya. Ada banyak tempat yang tidak memiliki sinyal 5G.“
“Dengan adanya bilik telepon umum kita, maka tidak ada masalah itu lagi. Setiap bilik telepon umum dilengkapi dengan stasiun kecil 5G. Pihak resmi sudah menyetujui kerja sama dan mengeluarkan uang untuk membeli hak guna bilik telepon umum kita,“ kata Qian. Sedikit menjelaskan tentang teknologi terbaru yang tengah berkembang di masyarakat dan selalu menyajikan pelayanan terbaik agar apa yang tersaji semakin jernih dan serba bagus untuk teknologi yang tengah berkembang kala itu. Dengan demikian konsumen akan menangkap gambar yang jauh lebih jernih, serta suara yang nyaman, dengan kecepatan yang sangat akuran, sehingga tak ada kekeliruan komunikasi yang diakibatkan oleh teknologi yang kurang terjangkau tersebut. Inilah hebatnya jaman now.
“Sah… Apa ini juga sudah ada dalam perhitungan mu, Direktur Lin?“ tanya si ahli yang sedikit kebingungan kali ini.
Lin Tian tertidur. Tak mau pusing dengan segala urusan.