Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 43


“Kamu membelinya!“ ujar keduanya. “Kamu membeli perusahaan game?“


“Lebih tepatnya aku menukar perusahaan,“ jawab Lin Tian. Membeli dan menukar memang sedikit berbeda. Membeli langsung dengan uang, kalau menukar apa yang dipunyai diganti dengan benda lain yang sifatnya buka uang. Itulah menukar. Jadi kalau perusahaan maka yang ditukar tentu yang nilainya setara dengan perusahaan tersebut. Dan itu berarti sangat besar jumlahnya jika melihat perusahaan game yang demikian popular dalam kalayak itu. Maka bisa saja seluruh harta Lin Tian menjadi milik perusahaan tadi kalau ditukar nya. Itu pemikiran sederhana jika saling tukar menukar.


“Lin Tian, kamu demi aku menukar perusahaan Tian Tianlin.“


Lin Tian penuh tanda tanya. Cao Biluo terharu. Ternyata memang anak miskin yang sekolah saja hanya memakai tas kresek, namun hatinya baik hati sehingga saat karyawannya kesusahan, dia tak sungkan-sungkan membantu, dalam artian yang dikorbankan tak sebatas kata. Namun hampir menyeluruh. Itu yang membuat semua terharu.


“Kalau kamu begitu menyukaiku. Apapun yang kamu inginkan bukannya aku tak bisa.“


“Hahaha... kamu bodoh ya…“ Lin Tian hanya tertawa. “Mana mungkin aku menukarkan perusahaan Tian Tianlin.“


“Muncul sudah operasi ria lurus baja!“


“Kalau begitu apa yang terjadi?“ tanya Biluo. Bukankah hanya itu harta kepunyaan Lin Tian yang nilainya setara dengan perusahaan besar game tersebut. Atau dia punya perusahaan besar lain yang didapat dari sistem? Bagaimana dia tak tahu. Itu yang mesti ada kepastian jawaban dari Lin Tian atas keruwetan dalam pikirannya ini.


“Masih ingat peraturan balap mobil tidak? Yang kalah harus menyerahkan aset yang berharga kan? Lihat aku menggunakan beberapa perusahaan kecil ini untuk menukarnya dengan 60% saham perusahaan game,“ tunjuk Lin Tian atas tumpukan aset itu. Sedemikian banyaknya. Walau demikian itu bukan apa-apanya dibandingkan dengan perusahaan game yang juga sangat besar. Sehingga hanya bisa mendapatkan 60 persen saja.


“Lalu…“


“Aku menyuruh programmer untuk membuat code,” kata Lin Tian yang sudah mendapatkan ide akan hal baik demi menguasai perusahaan game, sekaligus memenangkan berbagai pertandingan game tersebut sehingga mampu berbuat banyak untuk menyeret anak - anak pemain itu agar mereka terkalahkan semua.


Pekerjaan administrator. Serangan 3276. Pertahanan 326767. Kondisi max.


“Jadi… Armor transparan itu sebenarnya tidak ada?“ ujar mereka mulai paham akan akal-akalan para programmer supaya bisa mendapatkan kemenangan secara telak, sehingga perusahaan tak terlampau rugi, kalau para pemainnya ada yang memenangkan permainan tersebut.


“Hehe … “ Lin Tian mengekeh sembari main HP. Apa yang tak bisa dilakukan kini? Dengan uang. Maka perusahaan yang menjadi miliknya itu kini bisa dia permainkan supaya bisa membawa para pemain itu dalam wilayah kekuasaannya juga. Dan hanya dengan main HP begitu saja sudah bisa membawa keberuntungan buat dia serta perusahaan barunya itu nanti.


“Berarti … Yang disebut armor transparan hanyalah code yang dibuat oleh programer atas perintahmu? “


“Li Sanxiong sudah membeli emas krypton sebanyak itu. Aku sebagai bos juga turut senang. Aku membuat kode untuknya.“


“Jadi kamu bilang mendapatkan barang yang kamu inginkan. Adalah bukti yang bisa membebaskan ku dari tuduhan?“ ujar Cao. Kata Cao Biluo senang. Berarti kali ini dia bebas. Dan akan bisa marah kalau para polisi itu dating lagi. Serta bisa menyeret yang melakukan kesalahan sebenarnya agar menjadi tertuduh. Dan itu bukan masalah baginya.


Semua bingung.


“Aku tidak tahan lagi benar benar pria yang terlalu kurus.“ Xiaoli menggeleng gelengkan kepala yang cenut - cenut.


“Ayo!“ Lin Tian berdiri. “Ayo kita pergi ke tempat berikutnya. Aku sudah mendapatkan daftar nama peserta dari Li Sanxiong.“


#


Biduan menyanyi. Pada sebuah hiburan malam yang sangat menggairahkan. Disana hanya ada suka dan suka. Serta para bos yang nantinya akan menghamburkan uang demi sesuatu yang demikian mengasikkan itu.


“Xiaozhang kenapa aku tidak pernah melihat penyanyi itu?“ tanya sang Bos yang rupanya langsung tertarik dengan sang penyanyi yang punya karisma tersendiri itu.


“Bos Zhou memiliki selera tinggi, ini adalah penyanyi baru kita,“ jelas


Xiaozhang yang rupanya memahami akan sang bos yang demikian mata keranjang. Sehingga ada yang sedikit bening saja langsung bawaannya ingin memiliki saja. Dan itulah serunya sebuah tempat hiburan, memahami pada orang yang tak saying dengan uangnya, makanya selalu dicari cara untuk mencari apa-apa yang berkenan. Termasuk penyanyi ini, sehingga dicari yang baru-baru agar tak bosan. Sehingga akan selalu ingin dating kembali tentunya dengan menghabiskan uang yang sedikit itu agar bisa tempat hiburan demikian bertahan hidup terus.


“Tubuhnya indah sekali. Oh bagaimana dengan wajahnya?“


“Dia biasanya tidak menunjukkan wajahnya. Tapi teman kerja wanita di belakang panggung mengintipnya dan berkata sangat cantik.“


“Antar dia ke ruangan VIP ku!“ ujar bos Zhou. Maklum bos. Apa-apa yang dia inginkan mesti terlaksana dan harus didapatkan saat itu juga. Tak perduli apapun. Kalau bisa mengapa tidak. Itulah yang menjadi keinginan Bos Zhou yang menganggap uang bukanlah masalah. Nanti dia akan menghamburkannya demi mendapatkan simpati dari si penari yang demikian aduhai itu.


Tak berapa lama, anak buahnya langsung bergerak. Dengan segera langsung mengepung penyanyi yang sangat cantik menawan. Sehingga sang bos sampai tergila-gila padanya. Dan itu mesti didapatkan. Dan kali ini saatnya untuk melancarkan rencana tersebut. Sehingga sang bos akan senang, lalu meningkatkan gajinya. Sebab apa lagi yang diharap dari anak buah, selain bisa membuat hati sang bos senang, lalu bisa meningkatkan karier mereka juga nantinya.


“Kai.. apa yang ingin kalian lakukan?“ sang penyanyi tentu saja terkejut. Dia tak menyangka kalau kali ini ada sebuah malapetaka yang mengintai. Meskipun baru, dia bekerja untuk mendapatkan upah. Dan bukan untuk sesuatu yang dia bukan inginkan. Apalagi sampai terkena halangan mengerikan seperti ini. Yang harus berhadapan dengan orang-orang tak menyenangkan serta suka permainan kasar yang tak bisa tidak harus bisa kesampaian kala itu juga. Itu bukan hal baik.


Setelah mengepungnya, anak buah itu menangkap si penyanyi. Dan membawanya pada sang bos di ruang yang demikian mewah pada rumah hiburan tersebut.


“Adik kecil, biarkan aku menyayangimu,“ ujar Bos Zhou yang senang kala anak buahnya berhasil membawa penyanyi yang aduhai itu ke hadapannya.


Penyanyi tersebut hanya tersenyum.