
Korea...
Markas tim game online GSR.
“Aku adalah pendatang baru paling berbakat hari ini,“ ujar Ji dengan bangga. Dia merasa bahwa keberadaannya bakalan membuat tim sangat kuat. Karena sejauh ini dia masih bisa menjejakkan kaki di posisi yang terhormat. Meskipun dia pendatang baru yang tentunya kurang pengalaman dan pertandingan yang sudah dia peroleh belum banyak. Namun sudah bisa masuk tim. Ini pastinya bakal menjadi pertimbangan lawan kalau ingin menantang diri nya.
“Inti dari 4, menjamin 11 serigala kecil yang gila.“
“Hebat sekali. Kita sudah siap untuk pertandingan dunia, minggu depan,“ ujar nya dengan mantap. Minggu depan atau sekarang baginya sama saja. Semua lawan dianggap remeh. Sebab kali ini maupun waktu berbeda tetap kemenangan baginya. Hanya jika masih ada waktu satu minggu itu, bakalan mereka pergunakan sebaik mungkin untuk berlatih memantapkan diri, sehingga lawan yang sudah dianggap tak seberapa itu, pastinya akan semakin jauh ketinggalan posisi nya. Ibarat orang berlari, tentunya dalam satu minggu itu, semakin jauh mereka mendekati garis finis.
“Kami tim GGR, kali ini pasti bisa mengalahkan tim China dan mendapatkan gelar juara,“ ujar Tim kuat itu yang akan melibas habis musuh yang kekuatannya sudah di prediksi serta di pelajari jauh-jauh hari, tentang kelebihan serta kekurangan yang nantinya akan mereka imbangi dengan kehebatan tim itu.
“Asalkan ada aku, pasti bisa menang,“ kata Ji lagi semakin mantap. Hal ini bisa jadi bakalan membuat Tim semakin bangga karena memiliki kekuatan hebat di posisi mereka. Serta membuat ciut nyali lawan melihat hal demikian. Itu sudah membuat puas buat mereka tentu nya.
Ting tong!
“Makanan sudah datang, kita makan dulu.“
Kimchi!
Pintu di dorong.
Terbuka.
“Eh koki. Mana delivery kita?“
“Maksudmu makanan tidak sehat ini?“
“Sesuai aturan dari perusahaan operasi bari XOX, perusahaan Tianlin. Setiap tim, tidak diijinkan order makanan dari luar. Hanya bisa memakan masakan kami, koki besar China yang menggunakan bahan mahal. Untuk menjamin kesehatan anggota tim.“ Demikianlah. Walau orang luar, juga pantas mendapat perlakuan yang sangat baik. Sebab nanti akan terjadi pertarungan yang sangat sportif. Jadi mereka kalaupun menang akan merasa lebih bangga. Dan jika kalah maka tak terlampau menyesal. Bayangkan jika sama orang lemah, dari negeri orang, karena kurang gizi, tentunya akan malu, kalah sama orang tak bergizi. Dan juga saat menang, pastinya tak akan terlampau bangga karena menang dengan orang loyo, kurang makan.
“Yang penting kita giat berlatih, untuk apa melakukan hal yang tidak penting seperti ini,“ ujar Li. Dia sangat berprinsip sesuai dengan latihan yang sudah mereka lakukan. Sehingga sampai sejauh ini sudah bisa terbukti keampuhannya. Tak hanya mengalahkan dari daerah lokal, namun mampu mewakili negaranya buat menjadi kampiun di negeri orang. Makanya makanan sehat yang selalu menyertai kemenangan mereka, layak untuk terus di jaga dan hanya itu saja yang mesti menjadi asupan perut mereka. Tentunya selain kadar gizi nya yang sudah teruji, juga bisa lebih mempopulerkan makanan khas di daerah nya itu untuk bisa menjadi tuan rumah di negeri orang juga.
“Kami, ada kimchi saja, sudah cukup.“
“Aku Li Haojian, walaupun mati melompat dari jendela, aku juga tidak sudi makan,“ kata Li yang sudah kebablasan dalam kagum akan makanan negerinya yang sudah sangat di sukai tak hanya di negeri sendiri, namun juga di negeri orang. Karena demikian enak dan sangat khas. Makanya mending tak usah mencari maut kalau berada di negeri lawan yang tentunya bakal sembarangan dalam menyajikan makan. Bahkan kalau bisa, akan di buat se tidak enak mungkin. Kalau rasanya masih tetap enak, maka patut di curigai sebagai suatu hal yang sangat mengherankan. Itu semua berhubungan dengan ada apa yang di campurkan dalam makanan nikmat tersebut. Jangan-jangan itu sejenis racun. Kalaupun tidak membunuh, pasti dibikin supaya daya pikir maupun sisi tenaga bisa melemah. Atau bisa jadi di kasih guna-guna yang menyeret mereka untuk menyukai sesuatu. Maklum dunia mistis semakin marak. Ini terbukti dari ganasnya para penonton yang menyukai hal-hal gaib dan sangat horor.
“Harum sekali.“
“Tidak, ini tidak benar.“
“Memang kenapa kalau harum ini adalah rencana Orang China. “
“Kita harus bersatu menentang mereka. Benar tidak menurut kalian?“
“Dasar kalian, tidak bisa diandalkan. Aku mau pergi mencari manajer.“
Dia kemudian memanggil.
“Aku adalah peserta berbakat. Aku tidak akan dikalahkan oleh sogokan macam begini.“
“Ini adalah markas tim kan?“
“Aku adalah pelayan untuk memijit para peserta,“ ujar si cantik sembari memberi tahu siapa dia.
“Disini, disini... aku sudah selesai makan. Tolong pijit aku.“
“Cantik sekali.“ Semua bicara demikian. Dan pastinya akan suka, kalau kondisinya demikian. Sebab bagaimana tidak suka kalau orangnya demikian bening. Yang pastinya sangat mahal. Makanya tim tamu akan keheranan dengan pelayanan yang super itu.
#
“Halo, ini aku.“
“Saat ini, semua anggota tim XOX dipaksa untuk memakan makanan mahal dari koki China, dan dipijit oleh seorang pelayan.“
“Dengar-dengar juga harus meningkatkan perlengkapan dan mengundang pelatih professional.“
“Menghabiskan uang sebanyak itu untuk membeli hak operasional, hanya demi memberi mereka aturan ini.“
“Cepat bergabung dengan seluruh anggota tim layangkan protes bersama.“
“Ini...“
“Sepertinya kewajiban untuk naik tingkat ini sudah ditanggung perusahaan Tian Lin.“
“Ditanggung, mana mungkin.“
“Begitu banyak aspek dan harus mengeluarkan. Uang sebanyak itu, semuanya ditanggung perusahaan.“
“Kenapa aku merasa kalau bos Tian Lin ini bekerja paruh waktu dan sengaja merugikan dirinya. “
“Dia menghamburkan uangnya dan tidak mendapatkan untung.“
“Bahkan tidak ingin mencari untung, apa tujuannya?“
“Sebenarnya dia atau aku yang bodoh.“
“Bagus... bagus sekali. Kalau terus merugi begini aku akan segera kaya raya,“ ujar Lin Tian senang. Keadaan seperti itu kayaknya patut di pertahankan. Tentunya sebentar lagi sistem bakalan memberi kembalian yang sangat banyak. Tentunya kalau semua lancar sesuai dengan rencananya. Tidak perduli kalau orang lain sudah mulai pada curiga tentang sepak terjangnya yang selalu berada di posisi anomali. Dimana ada saja penyimpangannya. Tentunya dalam usaha mencari untung. Yang selalu di buat berkebalikan. Dimana mesti merugi terus. Dan kalau sudah posisi demikian tak dihambat nya. Bahkan seakan suatu pembiaran kalau keadaan yang kurang bagus itu tetap ada.
“Lin Tian, gawat!“ ujar Bu Guru Chen sembari menunjukkan HP nya. Dia hendak memberitahu apa yang tertera dalam layar itu.
“Eh...“
Lin Tian terkejut saat menatap layar ponsel nya. Yang demikian canggih dan jika beli tentunya bakalan sangat merugikan perusahaan.