
Pada kantor milik Grup Tianlin, di dalam suatu ruangan, Nampak aktifitas para karyawan nya.
Kritik!
Pintu ruang Lin Tian terkuak dengan lebar.
“Adik Lin Tian ada di tempat? Pesan antar makanan mu sudah sampai,“ ujar karyawan pesan antar Suxue yang sudah tua bangka dan sangat lamban itu serta telah menjelang pensiun namun sangat senang melakukan pekerjaan yang hanya di bayar mahal saja serta segala fasilitas yang di berikan oleh perusahaan benar-benar komplit, membuat dia sangat nyaman bekerja demikian saja. Makanya segala sesuatu nya di kerjakan dengan penuh maksimal. Termasuk kecepatan dalam waktu pengantaran. Konsumen adalah segala nya.
“Haha pesan antar Suxuejia cepat sekali, aku sudah sangat lapar,“ ujar Lin Tian dengan sangat senang nya menerima paketan yang demikian cepat. Membuat rasa lapar nya semakin menjadi. Langsung saja dia menerima paket itu, serta langsung membuka untuk mengetahui isi nya. Sesuai dengan pesanan atau berbeda.
“Aku naik mobil sport, mana mungkin lambat,“ ujar si nenek pengantar sembari bangga pada kinerja nya yang sangat cekatan di usia senja dan bukan nya baru terbit.
Lin Tian langsung memakan bingkisan itu. Namun dia kaget, “Eh… Daging ini sepertinya terlalu banyak. Kalau sampai semua orang beli menu ini karena harganya murah dan porsi nya besar bagaimana?“
Dia lalu menelepon seseorang.
“Aku harus segera menghubungi Su Xueqing untuk menyelesaikan masalah ini. Apa harga daging babi turun drastis?“
Terdengar jawaban dari Su Xueqing, “Bukan, akhir - akhir ini negara tersebut mengekspor daging babi dalam jumlah besar. Ayahku punya teman yang membuka peternakan babi, semuanya merugi,“ ujar nya terus memberi laporan.
“Tunggu dulu,“ ujar Lin Tian.
“Kenapa belum selesai bicara sudah ditutup saja?“ Su bingung dengan semua yang dilakukan bos muda itu.
Wing!
Terdengar suara aneh. Su menoleh ke jendela. Penasaran. Didekati jendela itu, seraya membuka lebar-lebar. Di baliknya ada benda terbang yang mengerikan.
Nampak Lin Tian yang tidak sabaran tengah mengendarai sesuatu. Bukan. Tapi di kendarai. Bukan, pesawat itu dia temple di punggung. Sehingga daya turbo jet yang besar terus menyala mengangkat tubuh ringan nya untuk melayang jauh menembus awan, mencapai bintang – bintang, untuk menemui kekasih pujaan.
“Tadi kamu bilang, mereka semua merugi parah, itu bagaimana ceritanya? Cepat jelaskan padaku,“ ujar Lin Tian memaksa. Dia dekatkan mesin itu sampai mukanya yang culun mendekati pipi merah si gadis pujaan.
#
Keduanya terbang menuju ke peternakan babi milik rekan ayah Su Xueqing.
Peternakan babi itu sangat besar. Terletak di pinggiran kota. Sudah terbayang bagaimana banyaknya biaya transportasi untuk menuju ke lokasi kota tempat para konsumen membutuhkan nya.
Peternakan yang sangat besar. Terdiri dari dua bagian rumah yang besar dan panjang, namun tersambung dengan atap yang sangat teduh. Disinilah daging itu berasal dengan sangat murah dan dalam suatu paketan penuh berisi dengan makanan nikmat itu.
“Halo Paman Yu, ini adalah temanku, Lin Tian, direktur perusahaan Tianlin,“ ujar Su Xueqing memperkenalkan kenalan nya pada kenalan papa nya yang mempunyai peternakan besar itu.
“Halo, saya masih harus belajar banyak dari anda bagaimana cara merugi, eh… cara beternak babi,“ kata Lin Tian yang keceplosan dengan sedikit tak menghiraukan perasaan orang yang betapa sakitnya menderita kerugian parah begitu.
“Aih, tahun ini negara tersebut mengekspor babi secara besar – besaran, kami para peternak babi lokal ini, semuanya merugi,“ ujar Paman Yu dengan sedih nya.
“Merugi semua. Pasti merugi,“ ujar Lin Tian kaget, namun ada semangat mengikuti jejak nya. Sehingga sistem tak bakalan ada alasan lain untuk menolak tuntutan nya. Walau tak jarang jika keadaan nya bisa saja berubah andai ada masalah lain yang justru membantunya untuk membuat perusahaan untung.
“Benar, semuanya merugi. Coba lihat truk tersebut. Semuanya sudah menaikkan babi mereka ke atas truk tersebut, untuk di sembelih, agar bisa mendapatkan modal kembali,“ ujar Paman Yu masih Nampak sedih sembari menunju ke arah truk besar penuh dengan babi-babi yang sangat gemuk dan sangat murah itu. Entah ini permainan tengkulak, atau memang kondisi negara yang demikian, sehingga membuat harga babi merosot tajam di pasaran. Benar-benar harga pasaran. Disaat minyak tengah melambung, nilai jual peternakan malahan menurun. Ini belum tentu kembali modal awal juga.
“Tidak perlu menaikkan babi - babi lagi“
“Jual padaku,“ ujar Lin Tian langsung menyodorkan berita acara perjanjian jual beli.
Semua tercengang. Tak hanya Paman Yu, Su Xueqing lebih-lebih. Dia tak paham dengan rencana Lin Tian yang begitu baik hati ingin memperbaiki sebuah peternakan yang diambang bangkrut begitu. Apa kira-kira dengan dana yang besar serta sangat banyak masih akan mampu untuk membangkitkan gairah di peternakan itu lagi.
“Kamu ini anak muda, tak disangka membuat lelucon yang menyayat hati seperti ini, cepat pergi!“ teriak Paman Yu yang tengah tersinggung. Tidak menyangka justru teman anak nya itu yang membuat hati nya luka. Bagaimana tak menderita, kalau lagi bangkrut begini, malahan di ejek seakan tengah banyak membutuhkan dana saja. Itu yang dianggap tak baik. “Xueqing pilih teman mu dengan baik. Lin Tian ini bukan orang baik,“ katanya masih mangkel.
“Aku tidak hanya tulus ingin membeli babi. Tapi aku juga ingin membeli peternakan ini. Semuanya akan aku beli,“ ujar Lin tian memperbaiki posisi. ‘Tentu saja, karena pasti rugi.’ Belum tentu, seperti kebiasaan apa yang dikira dia merugi, malahan akan membuat untung banyak. Semua karena teman nya yang banyak dan terlanjur berhutang budi, sehingga tak banyak yang menginginkan dia kere.
Bagaimana tidak rugi. Peternakan babi di beli. Siapa nanti yang mau meng konsumsi daging nya. Sementara banyak pihak yang melarang akan hal itu. Apalagi nanti orang-orang yang tak menyukai bisa saja komplain dan menutup peternakan tersebut atau bahkan main demo yang jelas-jelas membuat peternakan tak laku. Ini yang disebut senang bagi Lin Tian.
“Kalian tolong perlakukan paman Yu dengan baik. Kita akan membicarakan akuisisi peternakan ini,“ ujar Lin Tian. Lalu dia membisik pada Paman Yu. “Paman Yu silakan buka harga 2 atau 3 kali lipat akan aku terima.“
“Baiklah, baiklah…” ujar Paman Yu senang. “Xueqing kekasih mu ini adalah orang baik. Hanya saja otak nya sedikit.“ Barangkali kalau ditambah otak udang akan lebih banyak.
“Awalnya aku juga berpikir seperti itu, tapi dia berulang kali melampaui pemikiran ku, sekarang aku sudah tidak tahu lagi,“ kata Su Xueqing.
“Tidak hanya Paman Yu, Aku juga akan membeli semua peternakan babi di kota ini,“ ujar Lin Tian. Nampaknya dia mulai suka dengan bisnis babi.
“Tapi, siapa yang bisa beternak babi di perusahaan mu?“ tanya Su.
“Jangan khawatir, aku sudah mengaturnya. Sesegera mungkin aku akan mengadakan pertemuan penghargaan perusahaan Tianlin. Untuk mewujudkan rencana yang sudah aku buat dari dulu.“
Dengan mengadakan Konferensi penghargaan dan promosi staf tingkat lanjut.
“Karyawan terdepan dan yang paling rajin akan membantuku beternak babi.“ Katanya. ‘Dan mencelakai ku juga di saat bersamaan’.
“Ini adalah rencana penghapusan dan tranformasi pertama perusahaan…“ ucap Lin Tian dengan mata bersinar.