Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 273


“Hiya….“


Itu adalah tahun kelaparan melanda.


Nampak sebuah kereta melaju dengan kencang. Satu kuda yang gagah perkasa menariknya dengan kuat apa yang mesti dia seret beserta seluruh isinya di dalam kereta tersebut.


Namun tiba-tiba perjalanan mereka terhenti. Nampak ada beberapa begal yang tengah memakai masker seakan tengah banyak pandemi yang melanda.


“Aku yang telah membuka gunung ini. Aku juga yang telah menanam pohon-pohon ini. Kalau kalian ingin lewat, kalian harus memberi uang jalan!“


Rencana ber keterusan. Rakyat hidup susah. Semua orang terjun ke dalam masalah.


“Jangan harap!“ ujar suara dari dalam kereta tersebut. Dia rupanya tak takut pada para penghadang yang sudah menghunus senjatanya tersebut. Akan dia hadapi dengan ketangguhan jiwa. Serta ilmu-ilmu yang sudah dia miliki, sekaranglah saatnya dipergunakan. Bahkan kalau perlu akan melukai ketiganya hingga kakinya darah-darah dan tak akan mampu melakukan perampokan lagi.


Dan memang nyata. Dalam satu gebrakan saja, ketiga perampok menyeramkan tadi sudah saling bertumbangan dengan senjata yang makan tuan sendiri itu.


Tapi malah ada orang yang mencoba menyelamatkan negara yang sudah terpuruk ini.


“Saudara Zhang, perjalanan kali ini ke kota Jing sedikit berbahaya, kita berpisah,“ ujar dua pendekar setelah menaklukkan lawan-lawannya.


“Kelak kamu akan menjadi kaisar jangan berpikir untuk membuang ku,“ ujar saudara Zhang.


Pangeran ke 6 yang bersiap merebut tahta Jiang Hao. Dia tengah berpakaian pendekar. Dengan rambut merahnya yang sungguh pandai sulap dan di ikat dengan ikat kepala hitam, sangat pantas menjadi kaisar nantinya setelah perjuangan berhasil.


“Saudara Zhang, aku pasti akan mengangkat mu menjadi jendral,“ ujar pangeran ke 6 dengan sungguh-sungguh kepada Pendekar dunia siat Zhang Jiafei yang sangat simpel pakaiannya serba hitam, namun ilmunya sangat tinggi. Sehingga layak menjadi jendral setelah mereka merebut istana. Dimana rajanya tidak suka blusukan dan membiarkan para pengendali kuda di hadang para perampok jahat.


“Tidak perlu begitu dengan hubungan kita,“ ujar saudara Zhang Jiafei yang sangat berharap menjadi jendral film yang sangat popular.


“Permisi, siapa nama tuan-tuan sekalian,“ ujar seseorang putri dari dalam kereta yang sudah mereka selamatkan tadi.


“Saya Cao Biluo memberi salam,“ kata sang penunggang kereta mewah tersebut dalam balutan pakaian putri istana yang sangat menawan.


“Em, aku, aku adalah pangeran ke 6 negara Xin, Jiang Hao,“ ujar pangeran dari negara Xin tersebut Nampak terpesona melihat keanggunan sang putri penunggang kereta kencana yang sangat mengagumkan tersebut.


“Aku adalah Jia Jiafei,“ kata sang pendekar.


Ketiga orang itu bersama-sama melakukan perjalanan sampai kota Jing. Kota yang sangat mewah dengan bangunan klasik dan sangat terlarang buat rakyat jelata untuk masuk ke dalamnya, dimana hanya orang-orang tertentu saja yang diperbolehkan melintasi istana mewah bertabur bunga krisan yang sangat menawan ini.


Akhirnya Jiang Hao dan Zhang Jiafei membantai banyak orang dan masuk ke kerajaan.


Pertempuran bermandikan darah. Tentu saja sangat mengerikan dimana tidak tercampur sama sekali dengan sabun maupun shampoo. Hanya itu saja yang ada.


Jiang Hao akhirnya berhasil merebut tahta. Dan duduk di atasnya sembari mengenakan pakaian kebesaran yang sangat mewah.


Zhiang Jiafei menjadi jenderal. Juga dengan pakaian khusus keprajuritan yang sangat kuat dengan baju zirahnya yang anti senjata tajam.


Tapi kejayaan itu tidak lama. Dua orang tersebut berselisih, karena Cao Biluo. Persahabatan mereka akhirnya retak.


Akhirnya Zhang Jiafei meninggalkan mereka berdua.


Dan pergi ke perbatasan utara melawan suku asing.


Merestui Jiang Hao dan Cao Biluo.


“Argh….“


Setelah Zhang Jiafei mendapatkan kabar, hatinya remuk dan kemarahan memenuhi dirinya.


Suatu hari, Zhang Jiafei dengan tegas memberontak dan memimpin tentara pribadi dari utara ke kota Jing.


Perang saudara antara Jiang Hao dan Zhang Jiafei akhirnya meledak.


Di saat itu juga dia mengatakan perataan tersebut.


“Aku Jia Jiafei! Kalau saudaraku, bantai aku!“


Tamat


#


“Pantas saja dinamai legenda darah dingin, benar-benar sebuah kisah cinta dan benci,“ ujar Zhang mulai paham akan plot cerita yang benar-benar sangat mengagumkan tersebut.


“Benar, naskahnya mengagungkan film dan game. Tidak hanya bagian klasik dan enam jenderal untuk meledakkan peralatan, tetapi juga plot masing-masing karakter yang berbeda dalam beberapa utas. Benar-benar kombinasi sempurna,“ kata Ma Keji yang juga sangat serius dalam mengerjakan cerita dengan alur menyedihkan begitu. Akan tetapi sangat menyita perhatian semuanya.


“Walaupun ditulis dengan buru-buru, tapi masih bisa mengkombinasikan plot. Tapi karakter Zhang Jiafei ini memang di buat khusus untuk anda.“ Sembari menunjuk orang yang sudah sangat bangga dengan kostum tersebut, serta sangat bagus dalam penempatannya di alur kisah tadi.


“Benar, aku sangat menyukai naskah ini. Juga ingin mencoba film kolosal. Aku bersedia membintanginya,“ ujar Bintang Hongkong yang sangat mahal tersebut seraya hati-hati menepuk pundak anak muda supaya duri-duri itu tak menyerempet tangannya. Itu bentuk semangatnya dalam mengagumi film yang sangat-sangat sesuai dengan karakter yang akan dia bawakan tersebut.


“Tapi ini… Kami hanya memiliki dana untuk mengundang anda membintangi video klip komersial kami, sedangkan dana untuk mengundang anda membintangi film ini sepertinya sedikit sulit,“ ujar Ma Keji yang kelihatannya tengah kesulitan dana akibat ada masalah yang sangat serius.


“Apa kamu mempunyai keyakinan terhadap keberhasilan film dan game ini?“ ujar Zhang Jiafei memastikan tanggapan si anak muda.


“Tentu saja. Ini adalah proyek dengan petunjuk dari direktur Lin. Model baru ini dipastikan akan menjadi arah baru di masa depan,“ jelasnya sembari membayangkan sang direktur yang sangat bangga akan karyanya yang sudah pasti bakalan diminati oleh para pengagum film serta pengagum game dengan kombinasi yang sangat bagus dalam karya tersebut.


“Baiklah. Tidak perlu membayar ku,” ujar Zhang sembari meyakinkan, kalau tidak semua bisa dinilai Dario materi. Untuk kali ini film tersebut benar-benar sangat membangkitkan gairah kecintaannya akan seni tadi, dan bakalan ikut meramaikan suasana supaya mampu menghidupkan dunia hiburan yang tengah lesu akibat pandemi dan berbagai persoalan intern yang terkadang muncul.


“Serius?” Keduanya seakan tak percaya dan seperti band saja dalam menyikapi kesungguhan dari aktor Hongkong terkenal tersebut.


“Aku juga tidak menginginkan uang dari game. Semuanya investasikan pada film ini,” ujar Zhang Jiang yakin bakalan mencurahkan perhatiannya pada film yang benar-benar mengasikkan tersebut. Apalagi sekarang, genre tersebut benar-benar tengah di minati masyarakat. Sehingga tidak jarang bakalan menjadi nomor urutan satu kalau langsung di tayangkan pada prime time, terutama saat-saat semua pada libur kerja. Sehingga di musim-musim tersebut, selama dua minggu akan terus banyak yang berdatangan, dengan grafik yang menanjak terus, sampai pada akhir musim libur tersebut. Belum lagi jika ada tambahan di akhir pecan yang juga masih menyedot perhatian semuanya.


“Kalau begitu, dana kita sudah cukup, uangnya bisa dikembalikan pada direktur Lin,” ujar Ma Keji dengan riang gembira setelah yakin kalau uangnya benar-benar lebih dari cukup untuk membayar semua hutang piutang yang baru saja dia terima tersebut.


#


“Jadi rakyat biasa enak sekali,” ujar Lin Tian seraya memahami bahwa rakyat itu benar-benar berkuasa. Apalagi saat menikmati es cream yang dua kali sendok bulat isinya tersebut. Sungguh kenikmatan tersendiri rasanya.


“Coba aku lihat ada berita bagus apa,” ujar Lin Tian seraya membuka HP yang bergetar semenjak tadi.


Kabar baru…


Tianlin grup telah menerima dana baru tekan untuk melihat….


Ujar SMS dari HP tersebut.


Lin Tian terus saja asik makan es cream dengan cone besar yang mantap rasanya. Namun nuansanya penuh tanda tanya dengan pemikiran tak menyangka mengapa semua itu bisa terjadi.