Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 164


“Melihatnya berdiri di sana aku memukulnya dengan cepat,“ ujar Lu membual. Matanya sampai juling sebelah akibat demikian tak kuat menahan rasa nek akibat pukulan yang sangat dahsyat oleh manusia tak bermoral ini. Selain matanya yang lebam sebelah, pipinya juga merah merona seperti habis memakai gincu. Walau itu hasil alamiah saja.


“Hai anak muda kamu tidak sopan juara nasional saja memanggilku guru lu. Jaga sikapmu,“ ujar Guru Lu sembari memberi petuah diantara rasa sakit yang hebat. Lawan nya, si pemukul itu hanya diam menunduk. Tak disangka pukulan pada pipi itu terlampau keras. Tak disangka juga sekarang tenaganya benar-benar menjadi sangat hebat dikala melawan musuh menakutkan yang sebelumnya taka da orang yang berani melawan. Dia bahkan terlampau bersemangat, makanya langsung mengerahkan tenaga hebat. Nyatanya si Guru Lu justru terbanting dengan keras. Ini yang membuat dia tak nyaman. Entah mesti meminta maaf berapa kali dia yang terlampau bersikap kurang ajar pada orang tua yang sangat terkenal demikian.


“Hahaha, bahaya sekali, tidak akan ada orang yang akan menjadi peserta pertandingan bela diri ini. Proyek ini pasti gagal, hahaha….“ tawa Direktur Lin sembari tertawa lepas karena usaha nya sekarang ada hasil untuk membuat dia rugi besar.


“Direktur Lin, mohon maaf, masalah ini adalah ide dari ku,“ ujar Ma Keji yang tak enak dengan Direktur nya, akibat kekeliruan memilih jago yang sudah sangat ternama dan harga yang demikian besar. Ternyata langsung tersungkur hanya sekali tepok saja dari si anak muda berbakat tadi.


“Kerjamu sangat bagus. Aku akan menaikkan gaji mu,“ kata Lin Tian seakan memberi pencerahan, padahal dia sangat senang dan tertawa lepas untuk berbagai kemungkinan yang akan menyenangkan hati nya.


“Uang adalah masalah kecil, tapi bisa mendapatkan kepercayaan dari Direktur Lin. Mempelajari cara kerja mu adalah yang terpenting,“ ujar Ma Keji dengan terenyuh.


‘Uang adalah masalah kecil. Ma Keji ini apa benar-benar sudah sesat karena ku?’ bisik Lin Tian keheranan.


“Tidak perlu panjang lebar lagi ini adalah hadiah untuk mu. Kamu, mulai sekarang adalah karyawan tetap disini,“ ujar Lin Tian seraya memberi kartu gold yang sangat keren sebagai pertanda kalau orang ini sangat layak menjadi karyawan tetap. ‘Dengan begini, orang-orang yang tidak memandang penting uang, semuanya akan menua di perusahaan ini.’


‘Aku tidak mengerti. Benar-benar tidak mengerti. Apa dua orang ini berada pada level yang begitu tinggi?’ pikir Humas Alimama yang terus memperhatikan kinerja dua orang yang sama-sama tak membutuhkan uang.


Tiba-tiba masuk karyawan yang bajunya sangat ibu-ibu.


“Direktur Lin ada kabar baru,“ ujar Qian Duoduo. “Pendaftaran pertandingan bela diri, penuh dengan peserta. Sekarang, kita harus mencari lokasi yang lebih besar dan lebih bagus.“


“Apa?“ Lin Tian kaget. Kini rencana nya langsung berantakan.


“Ternyata begitu, aku paham sekarang. Sebelumnya, mereka semua mengira kalau Guru Lu sangat hebat, sehingga mereka tidak berani mendaftar. Sekarang aku paham yang disebut guru besar tak disangka hanyalah harimau kertas. Tidak hanya tidak terluka, bahkan mereka ingin bertanding dengan guru lu,“ ujar Ma Keji yang semakin paham pada kemampuan diri nya yang tak jadi merugikan perusahaan, namun cara kerja bos-nya juga di ketahui. Serta dia layak untuk mengambil beberapa pemikiran hebat agar di laksanakan walau dengan dana besar. Segalanya akan mendapatkan hasil sesuai dengan berjalan nya waktu.


“Ternyata, semua ini sejak awal sudah direncanakan oleh anda, sehingga anda tidak menghalangi saya mengundang Guru Lu,“ ujar nya lagi sembari menyalami Lin Tian yang tak hanya murah hati, namun penuh dengan pemikiran hebat yang tak disangka-sangka. Semakin mengagumkan dia.


“Aku… bukan, aku tidak… jangan ngawur…“ Lin Tian hanya tergagap. Dia tak bisa mengungkapkan yang sebenarnya. Hanya bisa bergetar saja badan nya.


‘Sih… Lin Tian ini tak disangka, levelnya berbeda. Sangat menakutkan. Sama hebatnya dengan Bos Ma Feng dari Alimama,’ ujar Humas Alimama semakin kagum akan kerja Bos dari Tianlin yang demikian boros namun masih tetap tertawa-tawa saja, yang membuktikan kalau perusahaan ada kembalian besar dari pengeluaran selama ini.


Sementara Lin Tian tengah berpikir keras supaya secepat nya dapat kembalian dari sistem, ‘Tidak bisa, aku harus cepat-cepat menghamburkan uang.’


#


Jalan barang-barang mewah. Sungguh mengagumkan. Gedungnya tinggi-tinggi kebanyakan terbuat dari kaca. Dari gedung ke gedung di buat jalan khusus yang melayang di atas jalanan lain nya. Sehingga pengguna tak perlu repot-repot turun untuk berbagi dengan pengguna membawa kendaraan. Di jalan ini lah Lin Tian mengajak jalan-jalan rekan nya.


“Kenapa tiba-tiba mengajakku jalan-jalan kemari?“


“Karena, kamu adalah orang paling kaya di antara semua kenalan ku,“ ujar Lin Tian jujur. “Beberapa orang mengatakan bahwa barang mewah adalah pajak IQ, tapi menurutku, masih murah untuk orang yang terdesak ingin menghabiskan uang.“


“Apakah ini yang dimaksud kapitalisme?“ kata yang lain.


Lin Tian memandang sebuah butik sangat mewah. Dia ingin masuk ke dalam nya.


“Bagaimana menurutmu baju ini?“ kata Lin Tian memandang baju yang sangat bagus tengah terpajang pada suatu manikin cantic sebagai pajangan toko.


“Bagus juga, ini adalah produk baru tahun ini. Bahan dan desain semua nya lulus uji coba.“


“Bagus sekali, aku sudah memutuskan, ini adalah seragam pertandingan bela diri. Setiap lansia akan mendapatkan satu set,“ ujar Lin Tian punya ide cemerlang.sebentar lagi sistem bakalan menangis dengan ide nya itu.


“Satu set setiap orang?“ ujar pengunjung lain yang ikut mendengar percakapan nya di jalan yang sangat mahal itu. Jangankan segitu, satu saja sudah tergolong menguras kantong.


“Aku merasa digantung oleh seorang penganut kapitalisme,“ ujar yang lain.


“Jelas-jelas bisa mengenakan seragam seharga belasan yuan. Kenapa peserta harus mengenakan seragam semahal ini. Satu set harga nya ribuan yuan,“ tanya Xiao Qian memperingatkan Lin Tian kalau itu tak bagus.


“Benar-benar kurang ajar, para peserta itu adalah lansia yang sudah menderita seumur hidup demi berkontribusi untuk negara ini. Tak disangka kamu hanya ingin memberi mereka barang dengan harga semurah itu, bukankah hal ini akan membuat mereka tidak senang?“ bentak Lin Tian.


“Aku aku tidak bermaksud menghalangi mu,“ ujar Xiao Qian.


Lin Tian hanya tersenyum.


“Beres..“


“Tunggu dulu!“ kata seseorang. Dia salah satu dari kelompok cewek yang dating dengan mengenakan baju ungu dan sweater ungu tua. Sangat serasi. Dan tentu saja mahal, dari bahan pilihan. “Siapa yang tidak bisa omong besar, aku lihat kamu hanya omong besar saja.“


“Omong besar, kalau begitu begini saja, baju-baju ini setelah aku membelinya, aku akan menjual pada mu dengan harga diskon 40%. Bagaimana?“ ujar Lin Tian sembari memegang baju yang sangat halus itu. Tak nyaman rasanya hanya di katakana omong besar oleh seseorang yang pantas nya menjadi pacar nya begitu. ‘Tak disangka, ada orang yang tiba-tiba masuk dalam rencana ku.’


“Ini… 40%...“ Si cewek semakin terpana pada si pembual itu, yang ternyata memang seorang tajir dan sangat royal, terutama bagi mereka yang sangat menyukai benda bernilai tinggi.


“Tentu saja, coba kalian lihat. Kain ini sangat halus, enak untuk di raba.“


“Baiklah kalau begitu, aku akan membelinya,“ kata si cewek dengan terenyuh. Jaman sekarang ternyata masih banyak orang yang baik hati pada mereka yang menyukai barang berharga.


“Hahaha, kalian ada 5 orang, mau beli berapa set setiap orangnya?” tanya Lin Tian. ‘Hari ini, aku akan merugi, baik-baik.’


“1 set. Itu, kita berlima beli 1 set saja. Kita kelompok teman baik, ada 30 orang, beli 1 set saja sudah cukup hehe…“ Ya kan biar ngirit. Jai kalau cukup, maka lebih baik beli satu set saja, di bagi 30 orang. Itu sudah sangat membantu buat perusahaan dalam mengirit pengeluaran.


“Ha?“ Lin Tian tercengang. Nampaknya kerugian nya tak terlampau mencolok kini. Membuat dia tak akan mendapat kembalian dari Xiao Qian.