Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 263


Kepopulerannya no 1.


Dia si Xiao Xin.


Banyak sekali yang memberikan tanda cinta. Dari para pemirsa itu. Memang dengan pakaian seksinya, yang berwarna merah. Membuat dia tampak tampil anggun. Dengan hiasan gelang besar keputihan di tangan. Lalu bando merah menghiasi kepala seperti tanduk yang menyeramkan. Dan pancaran sinar kehijauan di mata, menambah semakin mempesona. Belum lagi kibaran rambutnya benar-benar membuai, serta tak mengherankan kalau menjadi yang pertama dalam urutan dari para pemerhati web tersebut.


“Hahaha, tidak masalah. Xiao Xin besok akan menyanyikan lagu ini lagi,“ ujarnya sembari tertawa lebar, begitu melihat para pemirsa sangat menyukai tampilannya. Dia bakalan terus menyanyikan tembang yang tengah booming tersebut.


“Hehe, terima kasih pada semua pendukung, telah membuatku menjadi urutan pertama di website ini. Aku akan mempersiapkan siaran langsung besok. Sampai jumpa….“ ujarnya seraya melambaikan tangan dengan di iringi oleh semacam emot yang meluncur di layar seperti layaknya roket dengan kekuatan mencengangkan.


Xhao Tianba mengirimkan roket Xi. Ternyata roket yang menyeramkan dan warnanya merah darah tersebut kiriman darinya. Dan itu semakin menambah kepopulerannya di dalam website itu.


Tidak demikian dengan satu pemirsa ini, yang nampaknya sangat berlainan dengan kebanyakan penonton.


“Menyebalkan!“ Dia berteriak sembari menghempaskan sesuatu.


Hingga layarnya hancur berantakan. Kaca yang mudah pecah tersebut Nampak menggores panjang sejauh diameter dari layar kaca itu. Tentu saja sangat saying. Benda mahal harus hancur berantakan diakibatkan oleh sesuatu yang tak menyenangkan batinnya. Akibat persaingan yang tidak sehat, dimana musuh terus saja juara satu, sementara dia tidak. Ini yang membuat muak.


“Ini… ini adalah urutan pertama. Dia bahkan bukan orang aslinya. Pantaskah?“ ujar si perempuan yang marah. Dia duduk dengan manyun. Dan membiarkan layar monitor besar tersebut tetap tergeletak mengenaskan. Baginya di took masih banyak ini, sehingga nanti bisa mengambilnya, atau kredit enam bulan kan beres, jadi baru. Yang penting hati sebalnya terpuaskan.


Dia ini yang kepopulerannya nomor dua. Tak kalah seksi. Apalagi jika Cuma memakai pakaian seksi, begitu menggemaskan, dan bodynya sangat-sangat layak untuk bisa menggeser yang urutan pertama tadi.


“Aku sudah susah payah diet, menari, baru bisa mencapai urutan kedua. Tak disangka masih belum bisa menandingi idola tiruan,“ gumamnya sembari terus melakukan gerakan-gerakan asik yang hanya dia yang suka. Lalu katanya lagi, “Sekarang, banyak yang dua dimensi ya? sukanya yang dua dimensi ya? Kalau begitu, aku juga akan meramaikan.“


#


Sementara di layar monitor, tengah berlangsung sebuah acara dengan judul,


SIARAN LANGSUNG BU ER.


Jenis \= topik terpanas.


Pada bagian atasnya itu terdapat tombol warna merah yang bunyinya,


Dua dimensi


Permainan handphone


Game online.


Serta gambar emoji tentang seorang wanita dan gambar ayam kampus kuning kecil.


“Halo semuanya, hari ini adalah pertama kalinya aku datang ke area dua dimensi,“ begitu kata Bu Er dengan penuh nada asik.


“Hari ini aku akan membawakan keuntungan untuk para penonton semuanya,“ ujarnya lagi sembari tersenyum. Nampak manis sekali dalam layar tersebut. Apalagi dengan pakaian yang sesuai, walau berwarna hitam dengan bagian-bagian hias lain yang menutupi daerah hiasan tersebut. Sungguh sesuatu yang begitu memukau. “Halo para penilai semuanya. Aku memberi hormat pada semuanya,“ ujarnya lagi seraya memberi salam hormat kepada semua para penilai yang terhormat. Dia melangkah dengan anggun. Baju seksinya sangat-sangat memukau para penilai. Serta sepatunya itu demikian mahal.


“Aiya para penilai. Hari ini kamu harus mengajarkanku dengan baik-baik,“ katanya lagi. “Hehe bukankah ini lebih menegangkan dari manusia kertas?“


“Penontonnya adalah para paruh baya? Penilai? Em semuanya tunduk dan jilat aku.” Bu Er sembari memperagakan dance, dimana para pelihat langsung tunduk dan mengitari posisinya sebagai idola yang sangat keren.


Berikutnya Nampak komentar yang kurang sedap,


“Apa ini. Hanya dengan mengenakan seragam sudah membuatmu merasa berhasil dalam cos-play?”


Begitu komentar yang tidak suka dengan bagusnya penampilan dengan tidak di barengi oleh kemampuan hebat dalam memainkan perannya.


“Bukankah dia menjual daging?”


Buer terkejut saat melihat komentar para penilai.


“Apa?“ sembari terkejut. Dia tak menyangka bakalan mendapat komen yang kurang sedap. Padahal dia sudah berusaha semaksimal mungkin. Ternyata semua belum cukup.


“Tak disangka, mereka berani mengatai ku seperti itu. Dasar bajingan miskin!“ umpatnya. Dia tak mau tahu dengan komentar yang tidak bagus begitu.


“Kenapa kalian mengatai ku seperti itu. Aku benar-benar sedih, huhu…“ ujarnya sedih. Tak bisa mengontrol perasaan yang sudah terlanjur hanyut pada sesuatu yang membawanya luruh.


‘Tian Tianlin kata-kata yang berlebihan, menjijikkan.’ Namun ada yang sedikit membela.


“Eh, ini adalah Tian Tianlin. Bukankah ini adalah direktur dari perusahaan Tianlin Grup. Ini adalah kesempatan besar. Aku harus membereskannya. Pertama-tama meminta nomor,“ ujarnya langsung paham pada siapa dia berhadapan. Dan langsung terbayang pada seorang pemuda dengan pakaian serba putih dan menaiki kuda berwarna putih juga. Seperti seorang kesatria yang tengah anggun di atas tunggangannya.


Bu Er lalu merubah gaya, “Wah, selamat datang penilai Tian Tianlin. Sekarang hanya dengan menjadi anggota kami, kamu bisa menambahkan akun wechat ku dan aku akan mengirimkan foto pribadi.“


Di ruangan khusus, Lin Tian membaca chat itu.


“Eh, menjadi teman wechat, kamu kira akun resmi ya?“ Lin Tian menanggapi dengan penuh tanda tanya.


Dia menulis di chat nya.


Tia Tianlin: ayo pergi, tidak perlu melihat lagi, kita tunggu Xiaoxin memulai siaran langsungnya.


Dan banyak komentar lainnya.


Benar Xiao Xin lebih lucu lagi.


Saudara-saudara ayo lawan satu.


Benar benar dunia Xiao Xin.


Hal ini membuat Bu Er tercengang.


Apalagi penontonnya sangat banyak, 120 ribu.


Employee report 3000.


Nampak turun


Dan turun lagi dengan drastis.


Penonton 14.


#


“Kalau begitu, Aku sudahi dulu siaran langsung hari ini,“ ujar Bu Er dengan muka masam.


Dan di belakang dia mengamuk.


“Sialan, lagi-lagi Xiao Xin ini, lagi-lagi wanita yang bukan apa-apa ini.“


Dia menendang dengan mengerahkan segenap kemampuan dan kesaktiannya sehingga membuat apa yang di tendang tersebut hancur berantakan. Untung kali ini bukan monitor besar. Sehingga perangkat untuk siaran langsung tersebut terburai kemana-mana. Dan kamera yang menggunakan HP tersebut terpelanting cukup jauh.


“Aku tidak percaya, kamu tidak punya aib. Paling tidak kamu pasti sangat jelek. Kalau kamu cantik, tidak mungkin kamu menyembunyikan wajahmu di balik topeng,“ ujarnya yang terus penasaran dengan si hebat tersebut. Sehingga dia mencari banyak informasi dari banyak sumber yang mungkin ada di blogger terkait.


“Halo bos ya? Hehe, aku memiliki satu permintaan. Bantulah aku.“ Dia kemudian menelepon bosnya. “Benar sekali. Xiao Xin bidang dua dimensi itu, aku mau semua informasi tentangnya.“