
"Chaterine" panggil Dady Axel, ia melirik sekilas arah sang putri yang tengah menutup mata nya.
"iya"
"apa kamu bisa menjawab pertanyaan dari Dady dengan jujur sayang?" tanya Dady Axel yang sekarang tengah menatap wajah putri nya yang tengah lelah, Chaterine yang mendengar nya membuka matanya dan menatap ke arah sang Dady.
"tergantung dengan pertanyaan Dady." jawab Chaterine dengan tegas,
"kapan pertama kali kamu kuliah sayang?" Axel ingin memastikan jika informasi yang mereka dapatkan tidak salah.
"sekitar umur empat belas atau lima belas" jawab Chaterine dengan jujur tanpa mengalihkan pandangan nya.
"terakhir S2"
"umur tujuh belas tahun"
"S3"
"baru lulus dua tahun lalu"jawab Chaterine dengan tersenyum, ia tahu jika sekarang sang Dady tengah menahan marahnya.
"membutuhkan waktu berapa lama kamu kuliah?" Axel senang sejauh ini putri menjawabnya dengan jujur,
"eumm, jika di ingat-ingat, S1 Chaterine hanya butuh waktu satu tahun, sedangkan S2 dan S3, membutuhkan kurang lebih dua tahun." jawab Chaterine mencoba ingat kembali, untuk kali ini dia harus jujur, Chaterine melirik ke arah Leon yang sedang menatap tajam ke arah nya.
"lalu untuk apa kamu kuliah lagi?" tanya Axel dengan memegang hidung nya, putri nya ini benar-benar membuat nya pusing.
"untuk menghindari gangguan dari Dady, mommy, dan kakak."jawab Chaterine dengan cengengesan, Samuel yang mendengar nya menatap tajam seolah-olah ingin memakan sang adik hidup-hidup.
"bukankah lebih baik kamu bekerja jika sudah lulus."
"itu membosankan dad, lagi pula aku juga ingin mengerjai angel jika dia telat masuk."ujar nya tanpa dosa, angel yang mendengar nya melemparkan bantal ke arah Chaterine yang tengah tersenyum lebar ke arah nya.
"lagi pula jika Chaterine hanya diam saja di rumah pasti bakalan di suruh nemenin Dady ke kantor, atau nemenin mommy belanja dan pergi ke salon, lebih baik Chaterine kuliah lagi saja dari pada harus ke kantor atau ke salon." ujar nya lagi dengan cuek, Leon tersenyum kecil mendengar alasan tunangan nya kuliah kembali.
"kenapa dosen kamu tidak ada yang tahu?"
"mereka tahu nya kan Chaterine banedict,dad..
bukan florist Wilson Gill."
"kalau S1 kamu Dady tahu tapi tidak nyangka jika putri Dady juga sudah selesai kuliah nya!"seru Dady Axel, tidak lupa melemparkan tatapan tajam ke arah putri nya. sedangkan Chaterine hanya tersenyum melihat ekspresi wajah keluarga nya yang sepertinya sedang marah.
"kamu juga seorang dokter?"
"udah kan tanya nya, Chaterine mau tidur, badan aku pegal-pegal." keluh Chaterine dengan mengangkat kedua tangan nya untuk meregangkan otot-otot tubuh nya.
yang awalnya ingin pergi ke kamar kini justru berakhir di pangkuan Samuel, sedangkan sang empu nya hanya diam saja sambil memperhatikan tingkah laku adiknya.
"calon kamu terlalu manja dengan kakak nya." bisik Jack, Leon hanya tersenyum menanggapi perkataan dari sahabat nya.
"sayang, kamu mau sampai kapan duduk di pangkuan Kakak, hmm?" tanya Samuel dengan mencubit hidung Chaterine, karena sifat adiknya lah yang membuat mereka semua berubah.
"eumm tidak tahu, memang nya kenapa kak?" sudah biasa bagi Samuel mendengar perkataan dari sang adik.
"ayo turun, kakak harus menjemput kakak ipar kamu," Chaterine yang mendengar jika kakak ipar nya akan kembali tersenyum lebar,
"beneran kak Yura pulang kak, kakak tidak bohong kan!" seru Chaterine dengan tersenyum lebar, ia sudah lama tidak bertemu kakak iparnya yang lainnya dan tentu saja ia merasa senang saat mendengar nya.
"sejak kapan kakak bohong sama kamu hmm." Samuel yang gemas mencium pipi sang adik berkali-kali,
"ya sudah cepat kakak jemput kak Yura!"
"jika kamu tidak turun dari pangkuan kakak, Bagaimana bisa kakak pergi?" keluh Samuel dengan menunjuk posisi duduk sang adik,
"hehe maaf kak, Chaterine lupa." ujar nya dan duduk di samping kakaknya Julio,Samuel hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap adik nya.
"pergilah tidur, ini sudah malam." perintah Samuel dengan mengacak-acak rambut Chaterine, sedangkan sang empu nya memajukan bibirnya mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang kakak.
"tapi Chaterine mau nunggu kak Yura kembali kak,"ujar Chaterine dengan cepat,
"tidak boleh, sekarang pergilah tidur. besok kamu masih bisa mengobrol dengan Kakak ipar kamu." Chaterine terpaksa menyetujui permintaan sang kakak, ia menatap kepergian sang kakak dengan tatapan yang sulit di artikan.
kini semua orang sudah terlelap dalam tidur mereka, kecuali Samuel yang masih menunggu sang istri.
"sayang" panggil seseorang dari arah belakang tubuh Samuel, ia tersenyum lebar melihat wajah istrinya.
"aku merindukan mu sayang!"seru Samuel dengan memeluk erat tubuh istrinya, tidak lupa Yura membalas pelukan dari sang suami.
"aku juga merindukan mu! ayo pulang."
setelah sampai di dalam rumah sudah terlihat sepi tidak ada orang, kemungkinan sudah tidur, Samuel segera pergi ke dalam kamar sang adik, ia ingin memastikan jika adik nya sudah tidur.
Samuel tersenyum lebar melihat sang adik yang sudah terlelap tidur, Yura memperhatikan wajah adik ipar nya dengan seksama, dia tidak sengaja melihat ada luka di lengan tangan Chaterine dan segera beralih menatap wajah suaminya.
"ayo ke kamar sayang." ujar Samuel setelah puas memandang wajah adik nya yang tengah tertidur.