
Chaterine masih memasang wajah cemberut karena acara jalan-jalan nya gagal, ia tidak peduli dengan tatapan dari keluarga besar Leon.
Melvin yang sedari tadi di acuh kan oleh Chaterine pun terus saja diam, namun kali ini sang keponakan malah berpura-pura tidak melihat keberadaan nya. ini sungguh membuat nya kesal.
"ehmm.. sepertinya ada yang melupakan uncle disini." ujar Melvin dengan menatap ke arah Chaterine yang tengah tersenyum kecil kepada nya.
"mana mungkin Chaterine melupakan uncle." ujar Chaterine berjalan ke arah uncle nya dan duduk di sampingnya. "uncle tidak akan tinggal di luar negeri lagi kan?." tanya Chaterine yang memeluk tangan Melvin.
"untuk sekarang sepertinya tidak sayang, tapi tidak kemungkinan besar untuk ke depannya!." ujar Melvin dengan mengusap kepala Chaterine dengan lembut.
"uncle jangan pergi lagi! kasihan Chaterine saat di kampus menjadi tempat bullying putri uncle." ujar Chaterine yang sengaja membuat masalah kepada sepupunya. padahal dirinya lah saat di kampus sering menghukum dan menjahili sepupunya itu. sehingga sepupunya pernah di hukum oleh dosen.
angel yang mendengar aduan dari Chaterine mendengus kesal, dia bilang apa tadi, dia membullinya sejak kapan. yang ada dia yang selalu membuat masalah kepada nya.
"ckk siapa yang membuli siapa hah." ujar angel dengan kesal dan menghampiri Chaterine yang tengah duduk di samping papa nya. "Chaterine banedict, bukan kah kamu yang sering mengganggu ku hmm?." ujar angel yang menindih sepupunya agar tak bisa lari dari amukan nya.
"salah sendiri kenapa kamu selalu telat masuk kampus."elak Chaterine dengan mendorong tubuh angel. " jadi jangan salahkan aku memberikan mu hukuman." ejek Chaterine dengan menjulurkan lidahnya.angel yang mendengar perkataan Chaterine bertambah kesal, bisa-bisa nya dia mengatakan kalau dia sering telat.
"heh, apa kamu gila hah, mana ada aku telat Chaterine." ujar angel berkacak pinggang. "bahkan aku masih punya waktu lima menit lagi sebelum kelas mulai." ujar angel yang sudah kehabisan akal untuk berbicara dengan sepupunya ini.
"no...no...no.." ujar Chaterine dengan menggoyang kan jari telunjuk nya ke kanan ke kiri. "peraturan pertama dari kampus adalah, masuk ke dalam kampus tiga puluh menit lebih awal sebelum pelajaran dimulai. dan yang kedua peraturan yang di buat oleh ku selalu benar. yang terakhir jika peraturan ku salah maka kembalilah pada peraturan ku yang kedua." ujar Chaterine dengan puas menatap wajah angel yang tengah menahan kesal.
"terserah"jawab angel dengan kesal dan tidak ingin memperpanjang masalah nya dengan chaterine.sedangkan yang lainnya menahan tawa mereka saat mendengar peraturan yang di buat oleh Chaterine.
saat mereka sedang asyik berbincang-bincang, angel mendapatkan panggilan telepon dari sahabatnya Kayla, angel mendengus kesal dan mengangkat telefon nya.
"hallo" ujar angel dengan seseorang di sebrang telefon, Chaterine yang ingin mendengarkan perbincangan nya angel dan Kayla, meminta angel untuk mengaktifkan pengeras suara nya. angel pun menuruti kemauan sepupunya dan menaruh handphone nya di atas meja.
"angel, kamu dimana Sekarang?." tanya Kayla dengan kesal.
"ckk kalian gila ya, apa kalian tidak ingat hari ini."ujar Kayla dengan kesal, bagaimana bisa kedua sahabatnya bisa melupakan hari ini. angel dan Chaterine yang mencoba untuk mengingat tentang hari ini. setelah mengingat nya mereka berdua membulatkan matanya dengan sempurna dan berseru.
"ma*mpus hari ini kampus ada acara." seru angel dan segera bangkit.chaterine pun tak kalah panik.pantas saja acara jalan-jalan nya di batalkan.
"ini hari pertama penyambutan anak dosen killer, dan aku yang penanggung jawab nya." ujar Chaterine setelah itu ia segera melihat tangan.
"aaaaa" teriak angel dan Chaterine. " aku tidak ingin di hukum oleh dosen killer, bisa habis aku." ujar mereka berdua bersamaan dan berlari ke arah kamar mereka masing-masing, dan segera mengganti pakaian mereka untuk bersiap.
angel sampai lupa dengan panggilan yang masih menyambung itu, papa Melvin hanya menggeleng kan kepala nya dengan cepat melihat reaksi putri nya.
"Kayla, mungkin mereka akan segera tiba." ujar papa Melvin kepada sahabat putri nya. " mereka sedang bersiap Sekarang?." imbuh nya
"iya uncle, kalau begitu Kayla mau ke dalam kampus dulu. sampai jumpa uncle" ujar Kayla dan mematikan panggilan telepon nya setelah mendapatkan jawaban dari papa Melvin.
Chaterine dan angel keluar dari kamar dengan tergesa-gesa dengan penampilan yang sudah berbeda dari yang tadi.mereka menghampiri keluarga mereka untuk berpamitan.
"Dad, mom, kak, Chaterine pergi dulu ya?." ujar Chaterine mencium pipi mereka bergantian. begitu juga dengan angel.
"tapi sayang, kamu bilang tadi merasakan ngantuk"ujar mommy Jovinka yang khawatir jika putri nya malah tertidur di kampus nantinya.
"Chaterine baik-baik saja mom, Chaterine pamit. bye bye semua." ujar Chaterine dengan berlari keluar, dan ia sempat menoleh kebelakang yang masih diam di tempat nya.
"angel buruan nanti kita bisa telat." teriak Chaterine, sedangkan angel mendengus kesal mendengar teriakkan Chaterine.
"iya bentar, pa, ma, angel pergi dulu." pamit angel dan melangkah keluar. " Roger, nanti minta di Anterin sama papa saja, kakak sedang buru-buru."ujar angel kepada sang adik dan di angguki kecil.
angel menuju mobilnya yang sudah ada Chaterine di dalam nya, angel segera masuk dan menancap gas dengan kecepatan tinggi supaya bisa datang tepat waktu.setelah tiga puluh menit akhirnya mereka sampai dan berlari ke dalam kampus, sedangkan Chaterine berpisah dengan angel karena ia harus pergi ke ruang OSIS.