ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 108


"tenang lah Hana! angel hanya bercanda saja!" seru Chaterine dengan menghampiri Hana dan mengusap kepala nya agar Hana tenang.


"Hana, ayo temani aku makan. aku belum makan dari tadi pagi!" timpalnya, hanya melihat ke arah Chaterine dan pergi ke arah dapur tanpa Chaterine.


Chaterine yang melihatnya segera mengikutinya dari belakang, setelah sampai di dapur Hana duduk di depan lemari pendingin untuk menunggu kedatangan Chaterine.


"apa putri mu tidak takut di gigit oleh peliharaan nya Axel?" tanya mama Stella dengan menatap ke mana perginya Chaterine dan anjingnya.


"Hana tidak akan menggigit Chaterine, karena dia sudah bersama dengan Chaterine dari kecil."jawab Axel dengan tersenyum kecil, mereka tidak tahu saja kalau Chaterine sering di gigit dulu nya.


angel yang masih ingat pernah di gigit oleh Hana di awal pertemuan mereka memang sedikit trauma jika melihat an*ji*Ng mana pun.


"apa tidak sebaiknya di rantai saja uncle?." tanya Angel dengan bergidik ngeri membayangkan nya kembali.


"tidak ada yang boleh merantai Hana ku, dia bukan an*ji*Ng penjaga. melainkan teman ku."jawab Chaterine yang baru datang dengan saha sambil membawa makan untuk nya bersama Hana.


angel tidak lagi menanggapi perkataan dari Chaterine, saat melihat tatapan mata Hana.


"tidak peliharaan, tidak yang punya, sama-sama galak nya, mudah marah."batin angel dengan mengalihkan pandangan nya dari Hana.


Leon tidak memperdulikan obrolan mereka dan kini tatapan nya hanya fokus kepada Chaterine yang tengah asyik bersama dengan Hana.


setelah selesai berbicara mereka kembali masuk ke dalam kamar dan keluarga Leon juga sudah pulang, Chaterine tidur bersama dengan Hana karena sejak tadi Hana tidak mau di masukkan ke dalam kandang nya.


.


.


.


.


.


.


.


hari pernikahan pun tiba, Leon dan keluarga sudah sampai di dalam gedung pernikahan dan menunggu kedatangan Chaterine yang masih merias diri di dalam kamar.


perasaan nya menjadi campur aduk, gugup, senang, sedih menjadi satu dan Leon berusaha untuk tenang.


Chaterine di jemput oleh kakak laki-laki nya, ada Samuel, Gavin,Julio,kim dan kakak iparnya Andrew. setelah sampai di bawah tangga, Samuel menyerahkan sang adik kepada Axel dan membawa nya menuju altar pernikahan.


semua kakak nya menatap sendu ke arah sang adik, tidak sangka anak kecil yang selalu mengganggu mereka kini sudah tumbuh dewasa dan akan segera pergi dari mereka.


kesedihan begitu nyata di mata mereka dan dapat di lihat oleh tamu undangan yang hadir dalam acara pernikahan itu.


"Leon, Dady harap kamu menjaga putri Dady dengan baik dan selalu membahagiakan nya, menyayangi nya seperti kami menyayangi nya selama ini. jika suatu saat kamu tidak mencintainya lagi, tolong jangan sakiti perasaan nya. cukup kembalikan Chaterine secara baik-baik seperti kamu mengambilnya dari Dady." ujar Axel dengan lirih, ia menatap wajah putri nya yang kini tersenyum manis ke arah nya. Axel mengulurkan tangan putrinya ke arah calon menantu nya.


"Leon berjanji akan menjaga dan menyayangi Chaterine seperti Dady menyayangi nya," ujar Leon sebelum menerima uluran tangan dari Chaterine, Axel tersenyum lebar dan pergi meninggalkan mereka di atas altar pernikahan.


.


.


.


.


.


.


kini ia tidak perlu takut lagi, karena dia sudah menikahi wanita yang dia cintai.


cup


Leon mencium bibir Chaterine di depan para tamu undangan, yang sedang di cium Chaterine tapi yang malu ketiga sahabatnya.


acara resepsi pernikahan nya pun tidak kalah mewah nya, semua tamu yang hadir banyak dari rekan kerja keluarga Leon dan juga keluarga Chaterine.


para tamu undangan sudah banyak yang pergi setelah mengucapkan selamat kepada kedua pasangan baru dan menikmati makanan nya, dan tinggal keluarga besar Leon maupun keluarga Chaterine, saat para sahabat ingin mengucapkan selamat kepada Leon maupun Chaterine. lagi-lagi mereka di kejutkan dengan kedatangan beberapa seseorang yang berpakaian yang sama dan menutupi wajah mereka dengan masker.


Axel memasang waspada saat mereka masuk lebih dalam ke ruangan itu, sedang kan Chaterine yang melihat kedatangan mereka menyambutnya dengan penuh semangat.


"kalian telat."ujar Chaterine dan berlari kecil ke arah mereka, dan memeluk satu persatu mereka. tanpa ia sadari jika sekarang sang suami sedang cemburu dengan apa yang di lakukan oleh Chaterine, sedang kan keluarga nya menjadi marah melihat putri nya memeluk orang asing.


"ada pekerjaan tadi, maaf." ujar salah satu dari mereka untuk mewakili yang lainnya, Leon yang mendengar suara salah satu dari mereka mencoba untuk mengingat nya.


"dia pria yang berada di makam kakek Wilson dulu." bisik angel yang seolah mengerti dengan tatapan mata Leon.


"sayang, apa kamu tidak ingin memperkenalkan mereka kepada kami?" tanya Dady Axel dengan datar, Chaterine yang mendengar nya menepuk keningnya sendiri saat melihat keluarga nya sedang menatap tajam ke arah nya.


"eumm Dady, mommy, kakak, mereka semua teman-teman Chaterine sejak kecil." Chaterine mengatakan nya dengan jujur, salah satu dari mereka mengulurkan tangannya dan memperkenalkan diri mereka dan tentu saja nama samaran yang mereka gunakan.


"perkenalkan nama saya Nicolas, dan dia Marcell, Marvel, Carlos, Tevez, Zico, dan Nicky." ujar Nicolas dan memperkenalkan diri dan semua teman nya.


"apa kalian melupakan ku?" tanya seseorang yang baru datang bersama dengan seorang wanita di sampingnya, sedang kan semua orang terkejut siapa yang datang kecuali Chaterine dan Nicolas bersama dengan yang lainnya.


"tuan muda Hayden, saya senang anda bisa datang ke acara pernikahan putra kami."ujar papa Ludwig dengan mengulurkan tangannya ke arah Hayden, Hayden Panettiere tersenyum lebar mendengar nya.


n


"tentu saja saya harus hadir ke acara pernikahan ini, karena yang menjadi mempelai wanita nya adalah gadis kecil ku."jawab Hayden dengan santai dan tentu saja jawabannya membuat mereka semua terkejut, lalu menatap Chaterine dengan tidak percaya.


"aku bukan gadis kecil lagi kak Hayden,"ujar Chaterine berhamburan memeluk kakak angkat nya, Hayden membalasnya dan melepaskan pelukannya.


"memang ada wanita dewasa yang berwajah seperti anak kecil seperti ini, hmm!." seru Hayden dan mendapatkan pukulan cukup kuat dari Chaterine.


"apa dia istri kakak?." tanya Chaterine sambil menunjuk wanita yang berdiri di samping Hayden yang tersenyum ke arah nya.


"iya,"


"apa kakak ipar tidak salah menikah dengan kak Hayden?" tanya Chaterine yang berdiri agak jauh dari kakak angkatnya.


"memang nya kenapa?."


"dia ini kan super dingin, irit ngomong, suka nya marah dan pemaksa, dan yang paling penting beehh lebih dingin dari kulkas dua pintu." ujar nya dan segera berlari bersembunyi di belakang tubuh Leon.


"kebiasaan dari dulu, apa mulut kamu suka sekali berbicara seperti itu?" tanya Hayden, bahkan ia tidak marah saat sang adik menjelekkan nya di hadapan semua orang.


"tentu saja tidak, mulut ku ini akan berbicara seperti ini hanya sama kakak saja." jawab Chaterine dengan ketus,


Hayden yang mendengar perkataan dari Chaterine sepertinya dia tahu kalau adik angkat nya saat ini sedang marah terhadap nya, memang salah nya saat dia menikah tidak memberitahu nya dan sekarang justru langsung di balas oleh Chaterine.


"masih marah rupanya."ujar Hayden dan mengambil sesuatu di Kantong jas miliknya dan memberikan nya ke Chaterine.