
"mom, ayo pulang!"seru lucas, Chaterine tersenyum lebar ke arah putra tertuanya sambil menganggukkan kepalanya.
"silahkan nona."ujar Zurich sambil membukakan pintu mobil untuk Chaterine, mommy Jovinka dan Dady Axel masih saja diam. Chaterine tersenyum kecil mendengar nya dan memberikan handphone miliknya.
"untuk apa sayang?"tanya Dady Axel yang tidak mengerti maksud dari putri kecilnya.
"di dalam handphone itu ada nomer nya kak Matius, Dady dan mommy bisa menghubungi nya kapan pun kalian mau."jawab Chaterine dengan tersenyum manis, Axel hanya bisa tersenyum kecil mendengar nya.
"kak Matius tidak bisa pergi terlalu lama itu akan membahayakan keselamatan dan juga posisi nya sebagai kepala keluarga long."timpal nya,
"bukankah ini seperti nama kamu di black wolf sayang."
"itu benar kak, nama Xia long aku ambil dari negara Xia dan negara long. keluarga rahasia."jawab Chaterine dengan tersenyum lebar.
"Dady, tidak menyangka jika kamu masih hidup."
"ini keberuntungan bagi Chaterine dad, yang pada waktu itu Chaterine terjatuh kedalam sebuah danau yang terhubung dengan laut dan secara kebetulan kak Markus yang menyelamatkan ku waktu itu."jawab Chaterine berterus terang.ia menyenderkan kepalanya di bahu Leon yang sedari tadi melihat nya.
setelah sampai segera Chaterine masuk kedalam kamar tidur nya untuk mengganti pakaian nya dan tidak lupa membersihkan tubuhnya.
"Sayang.."panggil Leon sambil memeluk tubuh Chaterine dengan erat dan membalikkan tubuh Chaterine agar menghadap ke arah nya.
"aku sangat merindukanmu sayang."ujar nya, Chaterine mengalungkan kedua tangannya ke leher leon sambil menempelkan kening mereka berdua.
dengan cepat Leon menahan tengkuknya dan ******* bibir Chaterine yang selama ini ia rindukan, mereka berjalan mundur dengan perlahan. Leon membaringkan tubuh Chaterine dan langsung ia tindih.
dan entah kapan mereka sudah sama-sama polos, Leon melakukan penyatuan dengan perlahan namun pasti. terlebih lagi ini untuk pertama kalinya mereka melakukan nya lagi dan tentu nya Leon tidak ingin segera berakhir.
saat hampir mencapai puncak kenikmatan nya mereka di kejutkan dengan suara ketukan pintu kamar mereka dan membuat Leon menatap iba ke arah sang istri.
tok tok tok tok tok tok
"sayang."panggil Leon merasa terganggu mendengar ketukan pintu yang tidak berhenti, apalagi mereka masih ingin melepaskan rindu selama ini.chaterine cekikikan melihat ekspresi wajah Leon yang sedang berada di atas tubuhnya.
setelah cukup lama akhirnya suara ketukan pintu sudah tidak ada lagi, Leon kembali menggerakkan pinggulnya dengan ritme cepat, suara lenguhan panjang memenuhi seisi ruangan mereka.
lagi-lagi suara ketukan pintu terdengar dan beruntung nya mereka sudah selesai walau harus terpaksa terhenti sebenarnya, lihat saja wajah Leon yang masih terlihat kesal saat malam mereka di ganggu.
ceklek
"kami ingin tidur dengan mom, boleh."ujar Luis dengan manja, Leon keluar dari dalam kamar mandi dan pergi untuk memeluk tubuh Chaterine yang masih berada di ambang pintu kamar.
"boleh sayang, ayo masuk."jawab Leon, walau sepertinya ia tidak akan bisa menghabiskan malam panjang bersama dengan sang istri tetapi tidak masalah karena ia juga bisa lebih dekat dengan kelima putranya.
"maaf ya bunny."ujar Chaterine dengan pelan, Leon menggelengkan kepalanya dan mencium pipi sang istri yang masih saja terlihat chubby.
"apa muat kita tidur di sini semua?"tanya Liam yang memperhatikan tempat tidur sang mommy.
"muat sayang, jika tidak muat nanti biar Dady yang tidur di sofa."ujar Leon. lucas dan keempat adiknya saling pandang satu sama lain nya.
"tolong maafkan Dady yang tidak bisa menjaga mommy dan kalian waktu itu."timpalnya, kebahagiaan nya sekarang benar-benar lengkap. Chaterine memeluk tubuh Leon dari belakang.
"bunny, jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri untuk masalah saat itu, itu hanya masa lalu dan kita sekarang di sini untuk menggapai kebahagiaan kita bersama-sama."ujar Chaterine.
"I love you, dear, terima kasih sayang karena kamu sudah hadir di dalam kehidupan ku, membuatku memiliki kebahagiaan dan juga memberikan ku kelima putra yang sama manisnya seperti diri mu."
"I also really love you bunny,"jawab Chaterine dengan tersenyum masih dan semakin mempererat pelukannya.
mereka kini tidur bersama sedangkan Chaterine dan Leon tidur di samping mereka sebelah kanan atau kiri mereka, sesekali Leon melihat ke arah istrinya yang sudah terlelap dalam tidurnya.
hari-hari mereka dia awali dengan kebahagiaan, seperti pagi ini mereka melihat mereka di kejutkan dengan aksi Chaterine dan kelima putranya yang saling mengejar satu sama lain.
"Luis, berhenti kamu."teriak Chaterine pada putra bungsunya itu.
"tidak mom, jika aku berhenti mommy akan menghukum ku nanti nya."balas Luis yang masih berlari menghindari sang mommy dan kakaknya.
"tidak hanya mommy, kami juga akan memukul mu."bentak Luke, biasa nya mereka akan melakukan kenakalan bersama tapi kali ini sang adik juga ikut menjahili nya.
sedangkan Leon tertawa terbahak-bahak melihat tingkah mereka, sungguh pagi-pagi sudah di suguhi hal seperti ini.
"apa yang sebenarnya terjadi, kenapa mereka tidak menjadi seperti ini?"tanya semua orang dengan menatap wajah Leon, Leon menghentikan tawanya dan memberikan ponsel milik nya kepada keluarga nya agar bisa melihat apa yang di lakukan oleh Luis tadi pagi.
Samuel dan adik-adiknya Tertawa kecil, akhirnya ada di mana sang adik mendapatkan balasan atas kejahilan nya itu.
Chaterine memilih untuk berhenti mengejar dan membiarkan keempat putranya yang mengejar adik mereka. tidak butuh waktu lama Luis di tarik oleh ke empat kakaknya menghadap sang mommy.
"Lucas,levon, hukuman apa yang harus di berikan kepada adik kalian itu?"
"jangan di kasih makan mom, atau kunci dalam gudang sekalian."jawab Lucas dengan dingin, levon mengangguk setuju.
"itu terlalu ringan kak, suruh saja Luis mencabuti rumput yang ada di taman atau kita lempar dia ke kandang moushi." ujar Liam dan Luke.
"moushi tidak akan mau memakan ku kak!"seru Luis yang sedang kesakitan akibat telinga nya di tarik oleh keempat kakaknya
"kata siapa, moushi akan menuruti perintah kak lucas dan kak levon, apa kamu lupa?"ujar Luke, Luis terdiam mendengar nya.
"hahaha.... kenapa kalian berlima sangat menggemaskan hmm?"tanya mereka semua bersamaan.sedangkan mereka berempat tidak menghiraukan nya dan memilih menjahili balik saudara kembar mereka.
"sudah sayang jangan ganggu adik kalian lagi, dan Luis minta maaf dengan kakak-kakak kamu sekarang."perintah Chaterine, Luis mengangguk meminta maaf kepada kakak-kakak nya.
"rumah kita akan kembali berwarna setelah kedatangan Chaterine kembali lagi, kebahagiaan kita yang sesungguhnya akan segera tiba."batin Axel dan Ludwig bersamaan.
Leon duduk di belakang tubuh Chaterine sambil memeluk nya, Chaterine tersenyum manis melihat nya.
"senyuman mu ini yang dulu membawa kebahagiaan kami semua pergi dan sekarang senyuman mu yang ini pula membuat kebahagiaan kami kembali lagi, terima kasih sayang." batin Leon dengan tersenyum lebar dan memperhatikan wajah kelima putranya dan juga istrinya.
tamat....