
Samuel dan yang lainnya tak kalah terkejutnya saat Chaterine keluar dan memergoki mereka sedang menguping pembicaraan nya. Samuel tersenyum kikuk melihat adiknya yang tengah menatapnya penuh curiga saat ini.
Chaterine bersedekap tangan nya, ia melihat kakak nya dengan tatapan tajam nya dan meminta penjelasan dari mereka, tapi mereka semua hanya bisa tersenyum kikuk tidak menanggapi pertanyaan dari nya saat ini.
"kakak kok bisa ada disini?."tanya Chaterine memicingkan matanya menatap wajah sang kakak,
"kamu sendiri kenapa bisa datang ke mari hmm,"bukannya menjawab pertanyaan dari adiknya justru Samuel melemparkan pertanyaan kembali kepada adiknya dengan tatapan tajam nya.
"hais kakak ini kebiasaan deh, bukan nya menjawab pertanyaan ku malah balik tanya gimana sih kakak ini!" gerutu Chaterine dengan nada manja, ia juga menatap wajah sang kakak dengan tatapan sedih nya. sedangkan kakak nya saling melirik satu sama lainnya.
"bukan kah pertanyaan kakak mudah, kenapa tidak kamu jawab hmm?" ujar Samuel dengan tenang, walau perasaan nya tidak enak saat ini.
"oh, Chaterine bertemu seseorang kak." jawab Chaterine dengan menunjuk ke arah belakang yang begitu gelap gulita sehingga tidak dapat melihat ke dalam ruangan itu.
Samuel dan yang lainnya melihat ke arah yang di tunjuk oleh Chaterine, tapi sayang karena penerangan cukup minim tapi mereka masih tidak dapat melihat siapa orang yang sedang berada di dalam ruangan nya itu. Samuel menatap tajam ke arah adik nya yang saat ini tengah bersandar pada pintu.
"siapa?."tanya Samuel dengan menyipitkan matanya menatap wajah sang adik, ia heran adik nya ini apa tidak takut jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.
sebelum Chaterine menjawab nya, seseorang yang berada di dalam nya keluar dan menatap tajam ke arah mereka, Samuel dan yang lainnya terkejut melihat siapa yang di temui adik nya hampir tengah malam seperti ini.
mereka semua terdiam dan terus menatap seseorang yang berada di depan mereka dengan tatapan yang sulit untuk di jelaskan, Samuel beralih menatap tajam ke arah Chaterine tapi sang adik justru tersenyum lebar ke arah nya. Samuel semakin bingung dengan apa yang sedang ada di depannya.
sedang kan orang itu menatap datar ke arah mereka dan malas untuk berbicara dengan nya, walau sebenarnya ia takut jika nona nya akan marah kepada nya karena sudah berani bersikap tidak baik kepada keluarga nya. namun ia tetap pada pendiriannya untuk bersandiwara bersama dengan nona nya ini.
sepertinya kecurigaan mereka terhadap Chaterine yang masuk ke dalam dunia mafia sedikit berkurang setelah melihat siapa yang di temui Chaterine tadi.
"kamu mengenal nya dimana sayang?." tanya Samuel dengan menatap lekat wajah adik nya dan mencari celah kebohongan sang adik dari mata nya.
"di Jepang kak, saat tour dengan rombongan kampus dulu."jawab Chaterine setenang mungkin agar kakak nya mempercayai perkataan dari nya, Chaterine tersenyum lebar melihat reaksi sang kakak yang terkejut itu.
"apa kamu yakin sayang?"tanya Samuel dengan melihat lekat wajah Chaterine, namun tidak menemukan kebohongan dari mata sang adiknya saat ini, ia merasa lega jika sang adik tidak ikut masuk ke dunia hitam seperti mereka saat ini.
"iya kak, Kakak sejak kapan berada di sini." jawab Chaterine seraya bertanya, ia ingin tahu kakak nya akan jujur kepada nya atau justru berbohong kepada nya, walau kakak nya berbohong kepada nya, Chaterine tidak akan marah kepada mereka semua.
Samuel dan yang lainnya menjadi gugup saat mendengar perkataan dari Chaterine, ia menjadi salah tingkah sendiri dan mencoba untuk mengalihkan obrolan mereka saat ini. Chaterine yang melihat kebingungan di wajah kakak nya tersenyum miring.
namun sayangnya mereka tidak bisa mengalihkan obrolan mereka saat ini, Samuel tersenyum menatap wajah Chaterine dengan seksama dan mencari alasan untuk menjawab pertanyaan dari sang adik,
Chaterine sulit di atasi kalau sudah mode penasaran seperti ini, mau sampai kapan pun sang adik akan terus bertanya jika jawaban mereka tidak masuk akal. Samuel menghela nafas panjang dan itu terlihat sangat jelas di mata Chaterine yang sedang berdiri di depan nya.
akhirnya Chaterine menghentikan bertanya saat melihat sang kakak yang terlihat gundah karena ulah nya, samuel bernafas lega saat sang adik tidak bertanya kembali dan bertanya tentang hal lainnya.
Samuel pun tersenyum lebar dan menjawab setiap pertanyaan dari Chaterine, ia segera mengajak sang adik pergi dari tempat itu yang terlihat menyeramkan untuk mereka.