
hampir satu jam kini Samuel dan Julio turun ke bawah untuk bergabung dengan keluarga nya,
Samuel berjalan lebih dulu sedangkan Julio berjalan di samping sang kakak. Grace yang melihat seseorang berjalan di belakang ke dua kakaknya tersenyum lebar, ia senang jika sang adik sudah sadarkan diri.
Samuel dan Julio duduk berdampingan sedangkan Chaterine duduk di samping sang mommy dan menyembunyikan wajahnya di belakang tubuh mommy Jovinka dari semua orang termasuk dari Dady Axel.
"kenapa kalian semua sangat lama di dalam kamar? apa yang sedang kalian lakukan sebenarnya?." tanya mommy Jovinka kepada Samuel dan Julio, sedangkan Chaterine memilih diam dan terus menyembunyikan wajahnya.
"menemani Chaterine main game mom! selain itu kita berdua juga sedang membahas tentang pekerjaan kita." jawab Julio, ia tahu jika sang kakak tidak akan menjawab pertanyaan dari sang mommy. mommy Jovinka menyipitkan matanya menatap wajah Julio untuk mencari kebohongan di mata mereka, namun secepat kilat Julio mengalihkan pandangan dari sang mommy dan membuat mommy Jovinka menghela nafas berat.
"apa itu benar sayang?." tanya mommy Jovinka kepada Chaterine yang saat ini tengah menyembunyikan wajahnya di belakang tubuh nya, Chaterine hanya mengangguk kan kepala nya.
"are you okay honey?" tanya Dady Axel kepada putrinya. Chaterine yang mendengar perkataan dari sang Dady mengangkat kepalanya sebentar dan kembali menyembunyikan wajahnya.
"Yes dad, Catherine is fine."jawab Chaterine dengan pelan,Dady axel mengusap kepala Chaterine dengan lembut. bagaimana pun ia tahu jika sang putri tidak baik-baik saja. "Chaterine hanya sedang lelah saja." imbuh nya dengan memeluk tubuh mommy Jovinka yang berada di samping nya, mommy Jovinka yang mendengar perkataan dari sang putri tersenyum lebar.
"apa kamu lelah karena tidak ada yang bisa kamu jahili saat ini sayang?." ujar mommy Jovinka seraya bercanda, Chaterine yang mendengar perkataan dari mommy Jovinka segera membenarkan duduknya, kemudian menatap wajah mommy Jovinka penuh dengan tanda tanya.
"darimana mommy bisa tahu?." jawab Chaterine dengan lembut, sedangkan kakak-kakaknya terkekeh kecil mendengar jawaban dari sang adik.
"bukankah itu sudah kebiasaan kamu dari kecil sayang?." timpali Gavin dengan menatap wajah Chaterine dengan seksama dan tersenyum lebar saat melihat sang adik cemberut.
"haisss kak Gavin menyebalkan, lihat saja nanti malam. aku akan buat kak Gavin tidak akan bisa tidur dengan nyenyak, huh." ujar Chaterine kesal dan membuang mukanya, Gavin yang melihat nya tersenyum lebar, seperti nya mood adik nya sudah kembali lagi seperti dulu.
"memang apa yang akan kamu lakukan sayang?." tanya Grace dengan penasaran, jika sang adik sudah berkata seperti ini, itu artinya ia tidak akan main-main dengan perkataan nya.
jika Chaterine berkata seperti ini, itu artinya dia akan menjahili habis-habisan mereka semua. sepertinya malam ini mereka harus mengunci pintu kamar mereka masing-masing saat ingin tidur atau sang adik yang super jahil ini akan berbuat sesuatu yang tidak bisa di bayangkan oleh mereka.
"jika Chaterine memberitahu tidak akan jadi seru kak! lebih baik siap kan mental kakak untuk nanti malam terlebih untuk Gavin." jawab Chaterine dengan menarik turunkan alisnya, mereka berempat hanya bisa tersenyum kikuk dan saling pandang, tentu saja pandangan mereka memberikan kode waspada terhadap Chaterine.
"eummm mom, sepertinya aku harus pergi meeting nanti malam, jadi tidak bisa ikut makan malam dengan kalian semua." ujar Gavin dengan mengalihkan pandangan nya dari sang adik, karena saat ini ia tahu jika sang adik menatap nya dengan tatapan jahil nya itu. Chaterine yang melihat ekspresi wajah kakak-kakaknya terkekeh geli dengan menatap wajah mereka, sedangkan Dady Axel menggeleng kan kepala nya.
"Axel apa besok kami bisa mengajak Chaterine pergi sebentar?." tanya mama Stella
"tentu saja boleh." jawab mommy Jovinka kepada calon besan nya, mama Stella yang mendengar nya tersenyum lebar.
"eumm, tapi besok Chaterine ada kuliah pagi mom." ujar Chaterine dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"tidak apa-apa sayang, kami bisa menjemputmu di kampus nanti jika pelajaran kamu sudah selesai." Jawab mama Stella dan Chaterine hanya bisa mengangguk kan kepala nya saja.
"kalau begitu kami semua pamit untuk pulang." ujar papa Ludwig dengan sopan,dan kemudian menatap wajah calon menantu nya penuh kasih sayang.
"kalian semua tidak jadi menginap di sini?." tanya Dady Axel dengan menautkan kedua alisnya menatap wajah Ludwig.
"lain kali saja Axel, besok kami juga ada meeting dengan klien pagi-pagi sekali." jawab papa Ludwig.
"baiklah kalau itu keputusan kalian." ujar Dady Axel dengan tersenyum ramah dan mengantarkan para tamu nya sampai di depan pintu rumah mereka, saat mobil keluarga Ludwig sudah tidak terlihat kini mereka kembali masuk ke dalam rumah dan mengobrol santai dengan keluarga kecilnya.
keluarga angel juga ikut kembali ke mansion milik keluarga nya, Chaterine pun segera kembali masuk ke dalam kamar dan ia benar-benar merencanakan untuk menjahili sang kakak yang saat ini masih di bawah dengan kedua orang tuanya.