ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 85


"rumah ini akan kembali sepi setelah Chaterine menikah nanti sayang!"seru mommy Jovinka, ia menatap ke sekeliling ruangan itu dan membuat nya merasa sedih.


"maafkan aku sayang, aku harus segera menikahkan putri kita sebelum orang itu benar-benar masuk kedalam kehidupan putri kita." Axel merasa sedih harus berpisah dengan putri nya sebentar lagi, tapi ia lebih tidak rela jika putrinya jatuh ke tangan pria yang salah


"kenapa Chaterine tidak menceritakan tentang kejadian itu kepada kita sayang?" Jovinka menjadi sangat hancur saat mengetahui jika putrinya pernah di culik oleh seseorang dan di siksa habis-habisan oleh penculik tersebut.


tapi siapa sangka orang yang menculik Putri nya bukan lah orang yang sudah membuah papa mertuanya melainkan seorang anak laki-laki yang seusia putra tertua mereka dulu.


"sayang tenang lah, jangan sampai Chaterine tahu jika kita sudah mengetahui semuanya!


kita harus segera menikahkan Chaterine sebelum pria psikopat itu datang."


"tapi Axel dia pilihan papa untuk Chaterine," Jovinka merasa tidak tenang setelah tahu orang yang pernah menculik putrinya adalah jodoh yang di Carikan oleh papa mertuanya.


"sayang,aku tidak peduli dengan itu! walau dia pilihan papa aku akan tetap menjauhkan nya dari Chaterine, setelah apa yang dia lakukan kepada putri kita, aku tidak akan menyetujui perjodohan itu. dia bukan lah jodoh Chaterine yang sebenarnya dan Leon lah yang tepat untuk putri kita! aku hanya ingin yang terbaik untuk putri kita sayang!" sebagai seorang ayah dia merasa gagal dan kecewa kepada dirinya sendiri, dia Gagal menjaga putri nya waktu kecil.


mereka terlalu sibuk untuk bekerja di saat Chaterine masih berusia satu tahun, mereka harus meninggalkan Chaterine bersama dengan papa nya.


Chaterine tumbuh dengan kasih sayang dari kakek nya dan bukan dari mereka.


di sisi lain Chaterine tengah merebahkan tubuhnya di atas ranjang nya setelah berbincang dengan orang tuanya sebentar, ia menatap langit-langit kamar nya dengan tatapan sendu.


"apa kakek akan kecewa dan marah kepada Chaterine? karena tidak memilih pilihan kakek, dia membuatku takut kakek, Chaterine tidak ingin dia melukai keluarga Chaterine lagi! cukup, kakek saja yang meninggalkan Chaterine dan Chaterine tidak ingin merasakan kehilangan lagi." Chaterine berbicara dengan lirih tatapan mata nya menjadi sendu saat mengingat kenangan bersama sang kakek.


"maaf kakek, tapi Chaterine benar-benar tidak bisa memilih nya? Chaterine lebih nyaman saat bersama dengan Leon," ujar Chaterine yang akhirnya tertidur pulas, sudah beberapa hari ini Chaterine sudah tidak meminum obat penenang nya.


sedangkan di keluarga crown Van sekarang ini membuat semua orang terkejut saat melihat Leon yang terus senyum-senyum sendiri seperti orang gila saat ini, tatapan mata mereka tidak bisa lepas dari wajah Leon.


"apa kamu sudah menjadi seseorang yang sudah tidak waras Leon?"tanya mama Stella yang sudah jengah melihat kelakuan Leo. yang seperti orang gila itu,


"dia membuat.gila," gumam Leon Dengan pelan, pandangan sang mama kini beralih ke Alvin yang sedari tadi hanya duduk diam saja.


"oh iya kak, bagaimana dengan acara pertunangan nya nanti!" seru adik mama Stella yang ia ingin tahu bagaimana dengan acara yang nanti nya akan di gelar.


"tempat pertunangan nya akan di lakukan di kediaman Axel dan mereka yang akan mempersiapkan segala keperluan acara tersebut." ujar mama Stella dengan tersenyum bahagia, akhirnya rumah mereka akan kedatangan anggota baru di keluarga nya.


"apa semua hadiah sudah benar-benar lengkap sayang?" Ludwig bertanya tetapi pandangan nya tidak lepas dari putra nya yang sedang duduk di depan nya.


"sudah sayang dan kita tinggal membawa nya besok."


di saat mereka sedang asyik mengobrol, Leon meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang tapi sayang nya orang itu tidak mengangkat panggilan telepon nya.


"hmm sedang apa sekarang ini dia ya?" batin Leon yang sedang memikirkan sesuatu tentang Chaterine, tanpa keluar Leon sadari, putra mereka membelikan sebuah kado spesial untuk Chaterine di hati pertunangan nya nanti.


bahkan ia harus meminta bantuan kepada angel untuk memberikan kado nya kepada Chaterine, ia ingin Chaterine memakai nya di hari pertunangan nya nanti dan itu membuat Leon semakin tidak sabar untuk segera memiliki Chaterine.


Chaterine yang tengah tertidur pulas merasa terusik saat ada orang yang mencium kening nya, dengan perlahan Chaterine membuka mata nya dan ia sangat terkejut saat melihat sang kakak sudah berada di dalam kamar nya.


"kak Sam"


"tidurlah lagi sayang." ujar Samuel dan di angguki kepala oleh Chaterine, Sam mengusap pelan rambut sang adik dengan penuh kasih sayang dan setelah memastikan bahwa adiknya kembali tertidur kembali.


cukup lama Samuel berada di kamar sang adik, dia menatap sendu wajah sang adik yang akan segera bertunangan dengan Leon.


"kakak sangat menyayangi mu sayang." gumam Samuel dengan pelan dan mencium kening sang adik sebelum dia kembali ke dalam kamar nya.