
Chaterine menatap malas ke arah depan saat melihat seseorang yang ingin ia hindari pagi ini, namun kesialan justru berpihak kepada Chaterine. pagi-pagi mood nya sudah jelek karena kehadiran seseorang itu.
Chaterine melewati nya begitu saja tanpa menghiraukan kehadiran kakak senior nya dulu waktu ia kuliah, dosen Erland pun mengikuti kemana saja Chaterine tuju. ia sangat senang karena bisa bertemu dengan pujaan hatinya saat ini, walau Chaterine cuek terhadap nya, itu tidak masalah baginya.
karena Chaterine yang ia kenal memang sangat cuek dengan lawan jenisnya, bahkan bersama dengan teman-teman saja ia kadang bersikap dingin. Erland mengikuti Chaterine dari belakang dan itu berhasil membuat Chaterine sangat kesal.
"apa anda tidak ada kegiatan yang lainnya pak?" tanya Chaterine dengan kesal, ia merasa risih saat di tatap oleh Erland dengan tatapan yang penuh nafsu terhadap nya.
"tidak ada, apa kamu sudah memikirkan tentang yang saya bahas soal kemarin Chaterine," jawab dosen Erland seraya bertanya kembali dan menatap dalam wajah Chaterine yang bertambah cantik saja menurut nya..
"jawaban saya tetap sama, saya tidak ingin menjadi asisten mengajar anda. jika tidak ada hal lain saya permisi dulu pak!." jawab Chaterine tegas dan meninggalkan tempat itu dengan kekesalannya pada Erland.
"kamu tidak bisa menolak nya Chaterine?." ujar Erland dengan menahan kepergian Chaterine dengan memegang tangan Chaterine dengan sangat erat.
"lepas, saya sudah katakan saya tidak tertarik. lagi pula saya juga mempunyai hak untuk menolaknya." jawab Chaterine tegas dan menarik tangan nya dari tangan Erland, sikap senior nya ini tidak berubah dan selalu sesuka hati nya.
Chaterine mengambil sebuah buku dan segera keluar dari ruangan itu dengan kesal, ia menarik nafas dalam-dalam agar lebih Rileks.
sudah hampir satu jam ia menunggu tapi belum juga ada yang datang, saat ingin melangkah masuk ke dalam gedung universitas tiba-tiba saja beberapa mahasiswa baru datang. sepertinya jam mereka masuk juga sedikit siang, bukan Chaterine nama nya kalo langsung percaya dengan mereka.
ia melihat jadwal masuk kuliah yang lainnya, dan ia membiarkan mereka masuk, sebelum pelajaran dimulai Chaterine segera menutup pintu gerbang nya. namun telinga merasa sakit saat seseorang berteriak sangat keras,
"jangan di tutup dulu pagarnya." teriak angel and the Genk, Chaterine menghela nafas panjang saat melihat sepupunya telat lagi dan ini sudah yang kesekian kalinya, sampai-sampai tidak bisa di hitung jumlah nya.
"cepat masuk, setelah pelajaran kalian selesai segera menemui ku di ruang senat, dan menerima hukuman nya nanti,"ujar Chaterine tegas, dan tidak bisa membuat lawan bicara nya berbicara kembali dengan nya.
"apa tidak bisa jika tidak di hukum" tanya Angel yang masih ngos-ngosan,
"tidak bisa, kalian harus tetap di hukum."jawab Chaterine dengan mencatat nama sepupunya dan sahabat nya ke dalam sebuah buku kecil.
angel dengan yang lainnya tidak ingin semakin telat pun segera berlari meninggalkan Chaterine yang tengah menggeleng kan kepala nya saat melihat angel berlari terbirit-birit. angel dengan yang lainnya merasa lega karena dosen yang akan mengajar mereka belum sampai.