
sebelum benar-benar pergi, ia ingin memastikan sesuatu jika anak buah nya yang lainnya sudah menuju ke markas nya.
"tunggu zee, sambungkan panggilan ke seluruh anggota kita yang berada di negara A!"seru Chaterine yang tiba-tiba berhenti, untung saja bawahan tidak sampai menabrak tubuhnya tadi.
"baik nona." jawab Zee dengan sopan, ia segera melakukan panggilan ke rekan-rekan nya, ia takut jika rekan-rekan nya tidak akan pergi tanpa perintah dari nona nya.
Zee tentu tahu, jika semua anggota black wolf hanya akan menuruti perintah dari satu orang yaitu nona mereka.
"aku tidak akan berbicara untuk kedua kalinya dan dengar baik-baik perkataan ku ini, segera kembali ke markas dan bantu anggota yang lainnya. jika musuh masih di sana, bereskan tanpa ada yang sisa, apa kalian mengerti."
"kami mengerti nona,"jawab anggota black wolf serentak, bahkan angel sampai menutup telinganya saat mendengar suara mereka yang begitu kompak menjawab perkataan sepupunya.
Zee mematikan panggilan nya setelah mendapatkan perintah dari Chaterine,
Axel menatap kepergian Chaterine dengan tatapan sendu, bahkan putri nya tidak berpamitan kepada nya saat pergi.
Chaterine menghentikan langkahnya dan kembali ketempat kedua orang tuanya, setelah sampai ia mencium pipi mommy Jovinka terlebih dahulu, setelah nya ia mencium pipi Dady Axel cukup lama.
"Chaterine, pergi dulu ya Dady."pamit Chaterine dengan pelan, ia memeluk sebentar tubuh Axel dan memejamkan matanya.
"maaf,"ucap nya lirih, kali ini ia benar-benar menyakiti hati orang tua nya. "Dady, jangan lupa minum obat. Chaterine, tidak mau merawat Dady, jika Dady sakit nanti." setelah selesai berbicara Chaterine segera pergi, ia harus segera sampai di markas sebelum banyak korban yang berjatuhan.
setelah sepeninggalan Chaterine, Steve bingung sendiri dengan apa yang di katakan oleh anak buah nya mengenai Chaterine, ia menatap wajah sang Dady dengan tatapan menyelidik, apa mungkin Dady nya tahu jika Chaterine tidak menggunakan nama nya saat tinggal bersama dengan kakek mereka.
"apa Dady tahu jika Chaterine memakai nama samaran selama ia tinggal bersama dengan kakek?"tanya Samuel, ia bahkan tidak habis pikir kenapa sang adik mengganti nama nya sendiri.
"iya."jawab Dady Axel dengan cepat, Samuel menghela nafas panjang. pantas saja ia sangat sulit mendapatkan informasi tentang Chaterine selama ini.
"florist" angel yang mendengar terkejut, pantas saja pencarian mereka selalu nihil. ternyata sepupunya menggunakan nama samaran.
"bukankah florist itu nama yang kita berikan kepada Chaterine sebelum nya dad. dan pada akhirnya kita mengganti nama florist dengan nama Chaterine, untuk mengacau para mafia yang tengah mengincar Chaterine dulu." ujar Samuel, ia bingung dari mana sang adik tahu nama itu bahkan mereka tidak ada yang memberi tahu nya sama sekali.
"itu benar, apa sudah ada hasil nya son." jawab Dady Axel seraya bertanya, banyak yang tidak tahu jika nama itu,
"informasi yang di berikan masih sama seperti dulu,"jawab Samuel, ia kembali menatap wajah sang Dady. "apa Dady tahu,Chaterine menggunakan marga siapa?"
"florist Wilson Gill" bukan Dady Axel yang menjawab nya, tapi Chaterine yang kembali masuk untuk mengambil barang yang tertinggal dan tidak sengaja mendengar obrolan mereka.
tentu saja kedatangan Chaterine membuat mereka semua terkejut setengah mati, sedangkan Chaterine tersenyum simpul melihat keterkejutan mereka saat ini.
"kakak cukup menyuruh anak buah kakak untuk mencari tahu tentang florist Wilson Gill, dan kakak akan mendapatkan semua informasi ku saat tinggal bersama dengan kakek.
aku berharap kalian tidak akan terkena serangan jantung setelah mengetahui semua informasi nya nanti." ujar Chaterine dengan tersenyum kecil, bahkan sang kakak meringis mendengar perkataan sang adik.
kini mereka justru ketahuan jika sedang mencari tahu informasi nya di saat hidup bersama dengan sang kakek,
"jika kakak mencari dengan nama Chaterine banedict, kakak hanya akan mendapatkan informasi tentang florist. tapi jika kakak mencari nya dengan nama lengkap tentu saja kakak akan mendapatkan semua informasi yang sedang kalian inginkan." ujar Chaterine dan mengambil sesuatu di atas meja dan kembali berjalan pergi meninggalkan semua orang yang tengah menatapnya dengan tatapan tidak percaya.
Axel sendiri bingung kenapa putrinya menggabungkan nama Wilson dan Gill di belakang nama nya, Samuel segera mengirimkan pesan itu kepada anak buah nya untuk mencari tahu nama florist Wilson Gill.
ia sudah tidak sabar untuk mengetahui fakta lain dari sang adik yang selama ini ia anggap tidak bisa bela diri tapi nyata nya justru ia ahli bela diri.
seperti nya ia harus banyak belajar membaca ekspresi wajah sang adik agar diri nya tidak mudah di bohongi oleh adik kecil nya.