
angel menghampiri Chaterine di dalam kamar nya, ia melihat ke arah Chaterine yang masih duduk diam di depan meja riasnya.
"ada apa?" tanya Angel sambil menepuk pundak Chaterine dengan pelan, Chaterine tidak menjawabnya ia mendongakkan kepalanya sedikit dan kembali menampilkan wajah murung nya.
"ayo kita ambil beberapa foto Chaterine, aku ingin membuat sebuah kenangan!"seru angel, Chaterine tersenyum kecil dan menuruti keinginan sepupunya.
angel dan Chaterine mengambil beberapa foto bersama, dan terkadang mereka mengambil foto diri mereka sendiri dan tertawa pelan saat melihat pose lucu mereka yang cukup menggelitik.
"kalau senyum begini kan cantik, gak kayak tadi, cemberut kayak ikan yang kehabisan air." omongan angel membuat Chaterine tertawa terbahak-bahak, angel ikut tersenyum melihat sepupunya kembali ceria lagi.
saat mereka sedang asyik tertawa, ponsel milik angel berdering, ia pun segera mengangkatnya.
"hai sayang,"sapa Dion, ia tersenyum lebar saat melihat tunangannya sangat cantik malam ini.
Chaterine kembali cemberut saat melihat angel sedang sibuk melakukan panggilan video Dengan Dion.
"hmm ada apa?" tanya Angel, ia melirik sekilas ke arah Chaterine yang kembali cemberut dan apa sebab nya ia juga tidak tahu.
"oh ini sayang, apa sepupu mu ada di samping kamu? ada yang tidak sabar untuk melihatnya." jawab Dion seraya bertanya, angel mengangguk kan kepala nya dan mengalihkan kamera depan menjadi belakang. orang tua Leon juga tidak sabar melihat penampilan Chaterine tapi saat angel menghadap kan kamera nya kepada Chaterine, yang terlihat wajah Chaterine yang tengah cemberut dan sama sekali tidak ada senyuman manis di bibir nya.
"ada apa dengan Chaterine, sayang?"tanya mama Stella, ia penasaran apa yang membuat calon menantu nya menjadi sedih.
"angel tidak tahu aunty, dari awal angel masuk dia sudah seperti ini."jawab angel dan sesekali ia melirik ke arah pintu jangan sampai ada yang melihat wajah Chaterine yang sekarang ini. pasti mereka akan berpikiran buruk tentang pertunangan ini.
"kakek, aku merindukan mu." gumam Chaterine pelan, walaupun pelan mereka masih bisa mendengar nya dan bahkan mereka mendengar helaan nafas panjang dari Chaterine.
saat Chaterine tengah sibuk dengan kesedihan nya, ia di kejutkan dengan televisi yang berada di kamarnya tiba-tiba menyala dan itu juga membuat angel ketakutan melihat nya.
raut wajah Chaterine kembali tersenyum saat melihat sang kakek di televisi nya, ternyata sebelum sang kakek meninggal dunia, sang kakek sudah menyiapkan video dirinya sendiri dan memberikan ucapan selamat ulang tahun untuk Chaterine.
"sekarang aku tidak sedih lagi karena sudah mendapatkan kado dari kakek, video kakek sangat berarti untuk Chaterine. entah bagaimana caranya video kakek ada di di dalam televisi ini tapi Chaterine tidak peduli, yang penting Chaterine bisa melihat wajah kakek kembali. i love you kakek."ujar Chaterine, ia beralih menatap ke arah angel yang masih berdiri di samping nya. angel yang melihat senyuman Chaterine menjadi tidak enak, apalagi senyuman nya sudah lama tidak dia lihat.
"ada apa?"tanya Angel yang waspada terhadap senyuman sepupunya itu, jika ia tersenyum sangat manis maka patut untuk di curigai.
"hehe.... bantu aku buat menata ulang riasan wajah ini."ujar Chaterine dengan tersenyum lebar, angel yang mendengar perkataan dari Chaterine melebarkan matanya. yang benar saja sepupunya ini, jelas-jelas riasannya tidak rusak kenapa minta di tata ulang.
"riasan wajah kamu masih baik-baik saja Chaterine!" seru angel, ia bahkan memalingkan wajahnya agar tidak melihat Chaterine, bahkan ia lupa kalau sambungan telepon nya masih belum di akhiri.
"tapi aku tidak suka dengan riasannya angel, ini terlalu tebal untuk ku."keluh Chaterine, ia kembali menampilkan wajah cemberut nya.
"kamu jangan membuat masalah Chaterine, jelas-jelas riasannya tidak tebal dan menurut ku ini cocok untuk mu!"seru angel, menurut nya riasan wajah Chaterine sudah cocok dengan gaun yang ia kenakan dan begitu juga dengan mereka semua, tetapi justru pemilik wajah nya tidak suka dengan riasannya.
"jika kamu tidak mau membantu ku, maka aku tidak akan turun."ancam Chaterine, ia juga memalingkan wajahnya dari angel dan mengembangkan kedua pipi nya saking kesalnya kepada angel,
mereka semua yang melihat tingkah laku Chaterine dari sebrang telefon hanya bisa menahan senyum mereka,
"jika kamu tidak turun yang ada aku akan di marahi semua orang."ujar angel dengan kesal, tingkah laku sepupunya ini mirip seperti anak kecil yang tidak mendapatkan es krim kesukaan nya.
"bodo amat, aku tidak peduli! huhhh,"ketus Chaterine yang tetap memalingkan wajahnya dari angel, harus ekstra sabar untuk menghadapi Chaterine yang bertingkah laku seperti anak kecil.
"ayolah Chaterine, memangnya kenapa dengan riasan wajah kamu yang sekarang?"tanya Angel yang mulai lelah berdebat dengan Chaterine, kalau soal debat ia akan kalah dari sepupunya.
jika sampai keluarga besar nya tahu jika Chaterine tengah kesal seperti ini, bisa di pastikan ia akan di marahi semua orang.
"ini terlalu tebal angel, lihatlah bahkan wajah ku terlihat seperti ibu-ibu kompleks." keluh Chaterine, angel yang mendengar keluhan Chaterine tertawa terbahak-bahak, begitu pula dengan orang-orang yang sedari tadi sudah menahan tawa mereka.
"hahaha..... Chaterine, riasan wajah kamu ini cocok untuk mu! sangat cantik." ujar angel di sela tawa nya, Chaterine yang seperti nya mendengar suara tawa orang selain sepupu nya. memiringkan kepalanya untuk melihat ke arah pintu, tapi sepertinya tidak ada orang lain selain dirinya dan angel di dalam kamar nya.