ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 141


"sarapan nya sudah siap, Ayo kita sarapan."ujar Chaterine masih memeluk Leon dari belakang, Chaterine yang tidak melihat keberadaan Zee di sana mengernyitkan keningnya.


"apa Zee belum turun?"tanya Chaterine, baru juga di bicarakan Zee sudah menghubungi nya.


"hallo Zee, kamu di mana?"


"maaf nona saya pergi tanpa bilang terlebih dahulu kepada anda, nona ada sedikit masalah saya harus kembali beserta anggota black wolf yang lainnya."jawab Zee


"masalah apa Zee, sampai-sampai kamu tidak berpamitan kepada ku terlebih dahulu?"tanya Chaterine dengan penasaran.


"nona, sopir tuan yang terlibat dalam kecelakaan berhasil di temukan tapi dia berhasil kabur."jawab Zee dengan jujur.


"cari dia sampai dapat Zee, bagaimana pun caranya aku ingin pria itu di tangkap." perintah Chaterine


"baik nona, saya dengan yang lainnya pamit nona dan tolong jaga diri anda selama kami pergi."


"hmm, hati-hati."ujar Chaterine dan mengakhiri panggilan telepon nya, ini lah alasan nya yang tidak mudah untuk percaya dengan orang-orang baru selain keluarga sendiri.


"ada apa sayang?"tanya Leon dengan tatapan menyelidik.


"tidak ada, ayo sarapan." jawab Chaterine seraya menarik tangan Leon menuju ruang makan, Leon dan Alvin saling melirik satu sama lain saat melihat menu sarapan mereka pagi ini.


"ini siapa yang masak?"tanya Leon dan Alvin bersamaan.


"tentu saja aku."jawab Chaterine dan mulai menyantap makanan nya,Leon dan Alvin tersenyum lebar mendengar nya.


mereka menikmati sarapan pagi mereka dengan tenang, setelah selesai mereka kembali duduk di ruang tamu.


"apa kamu mau pergi jalan-jalan sayang?" tanya Leon sambil mengusap kepala Chaterine dengan penuh kasih sayang, Chaterine menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"aku mau di sini saja."jawab Chaterine yang fokus pada layar handphone milik nya tetapi sebenarnya ia melihat sesuatu yang membuat nya merasa ketakutan.


Leon yang melihat raut wajah Chaterine yang tiba-tiba pucat membuat nya penasaran dengan apa yang sedang di pikir kan oleh Chaterine.


"ini tidak boleh terjadi, dia akan melukai semua orang nanti."batin Chaterine sambil memejamkan matanya, penglihatan seperti ini lah yang membuat nya ketakutan di dalam kehidupan nya.


"sayang, kamu di sini saja ya! ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan anggota Kings lainnya"ujar Leon dan membuyarkan lamunan Chaterine, Chaterine menganggukkan kepalanya dan menatap kepergian sang suami.


setelah sepeninggalan nya Leon dan Alvin, Chaterine menjadi lesu dan tidak bertenaga. kepala nya juga terasa sakit akibat diri nya terlalu banyak mengeluarkan tenaga.


Chaterine menyandarkan kepalanya di sofa dan tiba-tiba ia mengingat dengan pesan terakhir sang kakek, yaitu pergi ke tempat rahasia mereka.


"apa yang sebenarnya kakek sembunyi kan dan apa yang ingin coba sampaikan?"batin Chaterine, tetapi ia tidak bisa di sana karena tempat itu hanya ada di Jerman.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"maaf tuan, orang itu berhasil kabur."ujar salah satu anggota Kings. Leon yang mendengar nya membanting gelas yang berada didepan nya.


"bagaimana bisa lepas?"tanya Leon dengan nada kesal dan marah.


"maaf tuan, sepertinya ada kelompok lain yang menginginkan mereka."jawab salah satu anggota Kings dengan ketakutan.


"cari dia sampai dapat dalam keadaan hidup ataupun mati."perintah Leon dengan tegas dan tidak menerima penolakan.


"baik tuan, saya permisi."


setelah selesai berbicara dengan anggota Kings mereka kembali ke rumah utama dan saat dia masuk ke dalam rumah mereka tidak mendapati Chaterine di ruang tamu.dan itu membuat Leon takut seketika, ia bergegas menuju ke kamar nya.


saat membuka pintu kamar nya barulah dirinya merasa tenang jika sang istri sedang tidur, Leon berjalan mendekat dan membaringkan tubuhnya di samping Chaterine.


"jangan pernah meninggalkan aku sayang! atau aku tidak akan bisa hidup tanpa mu."bisik Leon dan kemudian mencium kening Chaterine dengan sangat lama, bertemu nya Chaterine dengan pria itu membuat Leon merasa takut terlebih lagi jika pria itu akan membawa Chaterine selama-lamanya dari kehidupan nya.


Leon segera bangkit saat mendengar suara handphone miliknya bergetar, ia bergegas bangun agar tidak menggangu waktu tidurnya sang istri tetapi tanpa sepengetahuan dari Leon jika Chaterine saat ini tidak lah tidur dan hanya berpura-pura tidur saja.


"apa kamu tahu sesuatu tentang ku Leon?


sebenarnya apa yang sudah di katakan oleh Zee kepadamu, sikap mu dengan yang lainnya sangat berubah akhir-akhir ini dan kamu terlalu khawatir kepada ku."batin Chaterine, ia berjalan mendekat untuk mengetahui siapa yang baru saja menelepon Leon.


"hallo pa."sapa Leon saat dia telah mengangkat panggilan telepon nya.


"apa Chaterine baik-baik saja sayang, kami semua khawatir di sini?"tanya papa Ludwig


"Chaterine baik-baik saja pa, walau kemarin trauma nya sedikit kambuh tapi dia baik-baik saja sekarang."jawab Leon, Chaterine yang mendengar nya cukup terkejut. ternyata keluarga nya dan juga keluarga Leon sudah mengetahui semuanya itu.


"Leon, ini Dady." ujar Dady Axel


"iya dad"


"tolong tetap di sana selama beberapa bulan ke depan nya atau kalian bisa pindah tempat untuk bulan madu juga tidak masalah, asal kalian tidak pulang dulu." ujar Dady Axel, Leon yang mendengar nya menjadi penasaran dan sedangkan Chaterine terdiam seribu bahasa.


"ada apa Dady?"tanya Leon, tidak mungkin bagi mereka berlama-lama tinggal di luar negeri dan terlebih lagi ia juga harus bekerja.


"satu bulan lagi dia akan datang untuk menjemput Chaterine."jawab Dady Axel, ia tahu jawabannya akan membuat Leon menjadi marah tapi ia tidak punya pilihan lain selain mengatakan yang sebenarnya.


"jika dia tahu Chaterine tidak di rumah apa yang akan dia lakukan kepada kalian semua nanti."ujar Leon, walau bagaimanapun mereka keluarga istrinya dan menjadi keluarga nya sekarang, jika sampai Chaterine tahu hal ini takut nya dia akan merasa kecewa dan bersalah


"tidak perlu mengkhawatirkan keadaan kami Leon, cukup kamu jaga putri Dady dengan baik."timpal Dady Axel, kebahagiaan Chaterine adalah hal yang paling utama bagi nya.


"tapi dad?"


"Leon, tolong turuti kemauan Dady, Dady tahu kamu sedang mengkhawatirkan keadaan Dady dengan yang lainnya tapi Dady tidak ingin membuat kehidupan putri Dady berantakan kembali dan cukup sekali kami kehilangan nya."


"baik dad, tapi tolong berhati-hati lah. jaga kesehatan kalian dan jika butuh bantuan tolong segera hubungi Leon." ujar Leon dengan pasrah, Chaterine yang mendengar perkataan mereka menggelengkan kepalanya dengan cepat, jika sampai orang itu tahu Dady nya menikahkan dirinya dengan orang lain, pasti pria itu tidak akan tinggal diam.


saat Leon menyudahi panggilan telepon nya, Chaterine buru-buru kembali ke atas ranjang dan pura-pura tidur kembali.