
"tapi kamu kan bisa saja langsung pulang sayang." ujar mommy Jovinka, sebenarnya dari dulu ia tidak suka dengan cara mertuanya melatih anak-anak nya dulu.
"no mom, jika Chaterine pulang dalam beberapa hari, justru akan membuat kakek semakin senang dan akan membuat kakek menang. sedangkan Chaterine tidak mau mengaku kalah sebelum merasakan nya sendiri dan yang paling penting adalah, orang yang sudah membuang ku juga harus menjemput ku dan aku tidak akan pulang jika kakek tidak menjemput ku, walaupun kakek meminta orang-orang nya untuk menjemput ku tapi Chaterine tetap akan berada di sana sampai kakek tua itu menyerah dan mengakui kalau Chaterine menang dalam pertaruhan."jawab Chaterine
Axel tersenyum kecil mendengar nya, perkataan Chaterine justru mengingat kan nya kembali pada sosok sang kakak,
bukan hanya perkataan yang mengingat kan nya tetapi manik matanya maupun tatapan mata nya juga sama seperti sang kakak.
"kita pulang atau menginap?" timpal nya
"pulang saja sayang, lain kali saja jika ingin menginap."
"oke,"
di tengah-tengah obrolan mereka, Chaterine melihat adik angkatnya berjalan menghampiri nya.
"kak!"seru Gerald dan setelah sampai ia merebahkan tubuhnya dan tidak peduli dengan tatapan semua orang, mereka cukup lelah menjalankan hukum yang di berikan oleh sang kakak.
"sudah selesai"ujar Chaterine, sedangkan mereka semua mengangguk kan kepala, untuk menjawabnya saja sudah tidak sanggup lagi.
"Gerald, ada yang ingin kakak katakan dengan mu, tapi tidak di sini." timpalnya, Gerald yang mendengar nya segera bangun dan berjalan di belakang tubuh sang kakak.
setelah di rasa cukup jauh, Chaterine mengatakan yang harus ia katakan. Gerald mendengar kan nya dengan serius,dan mengiyakan kata-kata Chaterine. setelah selesai mereka kembali lagi, Gerald dengan yang lainnya pamitan untuk pergi, dan tidak lupa Chaterine juga memberikan peringatan untuk ke empat anak yang sama nakal nya itu.
"aunty, aku lapar!" seru Victor
"oh, aunty sampai lupa kalau kita belum makan siang."kata Chaterine dengan menepuk keningnya sendiri. setelah selesai berbicara Chaterine berlari kecil menuju ke sebuah tempat yang tidak jauh dari taman itu.
"aunty mau pergi kemana Dady?"tanya Victor dengan menggaruk kepalanya,
"tidak tahu boy, duduk lah dulu."
"tapi aku lapar dad," ujarnya dengan cemberut, anak-anak yang lain nya juga melakukan hal yang sama.
"pufff kenapa tingkah mereka mirip dengan Chaterine saat ngambek."batin Alvin dan Leon.
"maaf ya aunty lama." ujar Chaterine yang kembali datang bersama dengan beberapa pelayan yang membawa beberapa hidangan dan minuman,.
"terima kasih, kalian sudah boleh pergi."ujar Chaterine setelah mereka sudah selesai menata hidangan tersebut di depan mereka.
"boleh di makan tidak aunty"
"tentu saja boleh, sebelum datang kesini aunty sudah menyuruh mereka untuk memasak ini semua."jawab Chaterine, sambil mengambil kan nadi dan lauk pauknya untuk Dady Axel.
"terima kasih sayang." ujarnya
setelah selesai makan, Chaterine mengajak para keponakan nya untuk mengambil beberapa foto untuk di jadikan kenangan dan tentu nya untuk Chaterine simpan untuk waktu yang lama saat tidak bersama mereka lagi suatu hari nanti.
"ada apa sayang?"tanya Axel saat menyadari raut wajah sedih putri nya, Chaterine menggelengkan kepalanya dengan cepat dan kembali tersenyum menatap wajah sang Dady.
"semoga saja keistimewaan uncle dan kakek kamu tidak menurun kepada mu sayang, Dady khawatir jika orang-orang itu tahu dia pasti akan menargetkan mu untuk yang selanjutnya."batin Axel dengan perasaan cemasnya, sesekali ia memperhatikan raut wajah putri nya yang terkadang terlihat sangat bahagia dan seketika berubah menjadi sedih.
sepertinya masih ada yang di rahasiakan oleh putri kecilnya tapi ia juga tidak ingin memaksa sang putri untuk menceritakan nya. Axel berharap putrinya bisa membagi isi hati Chaterine kepada nya.
setelah selesai bersenang-senang mereka semua meninggalkan markas black wolf, di dalam perjalanan Chaterine terlihat murung dan tidak senang sama sekali.
setelah keluar dari dalam hutan mobil mereka berhenti di sebentar.
"sayang Dady dengan yang lainnya pulang dulu ya, kamu hati-hati di jalan." ujar Dady Axel, Chaterine mengangguk kan kepala nya, mereka berpisah di jalan dan kembali pulang ke rumah masing-masing.
setelah sampai di rumah pun Chaterine masih saja diam tidak mengatakan apa-apa dan itu membuat Leon khawatir sendiri,
Chaterine memilih untuk masuk ke dalam kamar nya.
"kalian sedang tidak berantem kan boy?"tanya mama Clara saat melihat Chaterine yang terlihat murung dan tidak seperti biasanya.
"tidak ma."
Leon menghela nafas panjang dan menyusul sang istri yang lebih dulu masuk ke dalam kamar mereka, setelah sampai di dalam kamar ia tidak melihat sesosok sang istri di dalam kamar tersebut, tetapi langkah nya tiba-tiba terhenti saat mendengar suara Chaterine yang terdengar sangat sedih.
"aunty akan sangat merindukan kalian nanti," gumam Chaterine dengan memeluk erat foto-fotonya bersama dengan keponakan maupun dengan keluarga nya, Leon yang berdiri di belakang tubuh Chaterine cukup terkejut di sana ada juga foto dirinya dan anggota keluarga yang lainnya.
"aku tidak bisa mencegah semua ini, sekeras apapun aku menghindar akan tetap terjadi juga, kenapa takdir harus mempermainkan ku. aku lelah kakek tidak bisakah Chaterine hidup seperti anak-anak normal lainnya."keluh Chaterine, ia merasa tertekan sehingga tidak menyadari jika Leon sudah berdiri di belakang nya dan mendengar dengan jelas setiap perkataan nya tadi.
Leon lebih memilih pergi dan menerka apa maksud dari perkataan Chaterine tadi, apa mungkin Chaterine berniat untuk meninggalkan nya dan pergi dari kehidupan nya untuk selamanya.
memikirkan nya saja sudah membuatnya sakit dan tidak tahu mengapa perasaan nya menjadi tidak tenang, sepertinya ia butuh penjelasan dari sang istri.
Leon kembali masuk dan mendapati Chaterine yang sepertinya baru selesai mandi dengan handuk kecil yang melilit di kepala nya, Leon berjalan cepat dan memeluk tubuh Chaterine.
"ada apa?" tanya Chaterine dengan mendongak kan kepala nya ke atas, Leon mencium kening Chaterine yang tengah menatapnya.
"kenapa tidak menunggu ku jika ingin mandi." tanya Leon dan membuat Chaterine melotot ke arah nya.ia tahu arah mana pembicaraan nya Leon tadi.
Chaterine berbalik badan hingga menghadap ke arah Leon, Chaterine memegang wajah Leon dan melihatnya dengan sangat dekat. sedangkan sang empu nya membiarkan saja apa yang di lakukan oleh Chaterine saat ini.
Chaterine tersenyum kecil dan kemudian ia semakin mendekatkan wajahnya,namun tiba-tiba dia menggigit daun telinga Leon. senang sekali rasanya menggoda Leon saat ini dan menjadi hiburan tersendiri bagi Chaterine.