
di pagi hari nya
Chaterine bangun tidur dengan tidak bersemangat begitu juga dengan angel, bahkan Chaterine tidak menanggapi sapaan para pelayan yang berpapasan dengan nya.
Chaterine duduk di dekat orang tua nya, ekspresi wajah Chaterine saat ini tak lepas dari pengawasan Leon dan Alvin.
"apa kalian sedang bertengkar?"tanya Dady Axel yang menatap putri dan keponakan nya secara bergantian, bahkan keluarga Chaterine yang lainnya setuju dengan apa yang di katakan oleh Axel. karena tidak biasa nya mereka saling cuek dan diam begini.
"tidak"jawab mereka berdua bersamaan, angel yang sibuk dengan pikirannya sendiri dan begitu juga dengan Chaterine saat ini.
"jika tidak bertengkar, kenapa kalian hanya diam dan pura-pura saling tidak kenal?" tanya Samuel ia juga penasarannya apa yan membuat kedua adik nya tak tegur sapa.
"sedang malas kak, "jawab mereka berdua serentak dan semakin membuat mereka semua pusing di buatnya.
"Chaterine sebentar lagi kamu ulang tahun kan sayang!"seru Dady Axel, ia memperhatikan ekspresi wajah putrinya yang tiba-tiba menjadi masam dan cemberut.
"Dady dengan kakak ingin merayakan hari ulang tahun kamu di Jepang sayang, kebetulan kita sudah lama tidak berlibur bukan?." timpal Samuel, bahkan ia mendengar helaan nafas panjang dari sang adik.
"untuk apa di rayakan Dady, kak! ulang tahun Chaterine hanya akan membawa Mala petaka saja, jika kalian ingin merayakan nya silahkan tapi Chaterine tidak bisa."ujar Chaterine tersenyum kecut, bahkan setelah meninggal nya sang kakek. seakan membuat dunianya hilang, bahkan mendengar ulang tahun nya sudah dekat bukan nya bahagia justru membuat nya semakin sedih dan merasa kehilangan.
"apa yang sedang kamu bicarakan sayang? bagaimana mungkin ulang tahun membawa petaka."seru Dady Axel, mereka semua sudah melakukan apa saja untuk membuat Chaterine ingin merayakan ulang tahun nya tapi justru mereka lupa dengan satu hal yang akan selalu di ingat oleh Chaterine.
"apa Dady lupa saat aku berulang tahun itu bertepatan dengan hari apa?"tanya Chaterine yang mencoba untuk mengingatkan kepada keluarga nya tentang peristiwa tersebut.
Chaterine yang melihat kebingungan di wajah mereka, segera mengatakan nya! bahkan ia tidak pernah mengatakan nya dulu saat ia menolak pesta ulang tahun nya di rayakan dulu.
"ulang tahun Chaterine bertepatan dengan hari dimana kakek tiada dad, apa kalian lupa dengan itu? Chaterine tidak mau merayakan nya dad, itu hanya akan membuat Chaterine semakin membenci diri Chaterine sendiri." ujar Chaterine dan meninggalkan mereka semua dalam keadaan shock, jadi inilah alasan mengapa adiknya selalu menolak di rayakan ulang tahun nya dari dulu.
mereka semua keluarga dari kediaman keluarga banedict untuk melakukan olahraga, selain itu mereka juga ingin membahas sesuatu yang penting.
"kenapa kamu menghalangi jalan ku ha" ujar ange sambil mengusap kepala nya yang terbentur dengan dada Dion
"kenapa kamu harus marah sayang? kamu sendiri yang salah tadi."ujar Dion dan bahkan ia meniup kening angel saat ini.
"ck, menyebalkan."omel angel, ia melihat, Chaterine yang tengah membeli bunga di sebuah toko yang tidak jauh nya.
Chaterine terus berjalan, walau menempuh jalan yang masih lama, tidak membuat Chaterine mengeluh.
walau sudah di pastikan jika saat ini pasti kakinya sudah lecet lantaran ia berjalan sangat jauh.
Chaterine berhenti di depan tempat peristirahatan terakhir sang kakek, ia ingin mengatakan sesuatu kepada sang kakek,
"Chaterine datang lagi kek! Chaterine tahu jika perkataan Chaterine yang tadi membuat Dady dengan yang lainnya terluka, tapi Chaterine benar-benar tidak bisa menahan nya."ujar Chaterine dengan lirih, ia yakin jika perasaan keluarga nya saat ini sama saja dengan dirinya yang tengah kecewa.
"maaf sudah membuat kakek kecewa, aku pergi dulu kakek, lain kali aku akan datang kembali."seru Chaterine dan pergi meninggalkan tempat tersebut, ia bahkan menelusuri jalan itu dengan perasaan yang sedih dan bahkan ia tidak peduli tatapan mata dari orang-orang yang berada di dekat nya saat ini.
"Chaterine kita perlu bicara." ujar angel saat melihat ia dan Chaterine sudah jauh dari tempat itu, dan ia ingin menanyakan semua tentang masa lalu sepupunya dari mulut Chaterine sendiri.
Chaterine hanya diam saja, ia hanya merasa bingung saja! setiap diri nya ingin sendiri justru sepupunya ini datang dan tanpa ia tahu.
bahkan akhir-akhir ini ia selalu di pergoki oleh angel jika dia ingin bertindak.