
"ada apa lagi angel?" tanya Chaterine dengan sedikit kesal, ia ingin menyendiri hari ini.
"are you oke."
"aku baik-baik saja angel, tidak perlu khawatir."
"bagaimana dengan tempat tujuan kuliah mu selanjutnya Chaterine?" tanya Angel dengan menyandarkan tubuhnya di pohon besar.
"masih aku pertimbangkan, lagi pula aku yakin Dady beserta dengan yang lainnya juga tidak akan setuju jika mereka tahu tempat tujuan kuliah ku selanjutnya."jawab Chaterine yang sudah lebih tenang, ia menatap ke arah Leon yang sedang menatap dirinya dengan tersenyum kecil.
"memang nya di mana?"
"tempat yang seharusnya tidak ku datangi lagi, dan itu masih rahasia."
"Chaterine! menurut mu apa yang akan dilakukan uncle dengan yang lainnya jika tahu kamu bisa bela diri." ujar angel, ia ingin mendengar jawaban dari Chaterine.
mereka selalu bersama tapi angel masih belum bisa mengenal baik sepupunya.
"mungkin mereka akan terkejut dan marah, memang nya kenapa?
"tidak aku hanya penasaran saja dengan jawaban dari kamu."
"dasar aneh."ujar Chaterine dan memalingkan wajahnya dari yang lainnya, angel menepuk pelan pundak Chaterine yang tengah tersenyum senang dan entah apa yang sedang di pikirkan oleh sepupunya yang satu ini.
"kenapa dia tidak memberitahu ku jika dia kembali?"gumam Chaterine dengan pelan dan bahkan ia berjalan sangat pelan untuk menghampiri seseorang tersebut, agar bisa mengejutkan nya. angel yang melihatnya pun menjadi heran dengan tingkah laku sepupunya itu, bahkan ia ikut berjalan dengan sangat pelan dan hati-hati agar tidak menimbulkan suara saat melangkah.
angel terkejut saat melihat seseorang yang sedang berdiri di depan makam kakek nya Chaterine, tapi sepertinya sepupunya sudah mengenal nya.
Chaterine terus berjalan dan setelah sampai tepat di belakang tubuh orang tersebut, Chaterine mengulurkan kedua tangannya untuk menutupi mata orang tersebut.
"kelinci kecil apa ini kamu?" tanya seorang pria misterius itu, bahkan angel tidak dapat melihat wajah nya karena menggunakan masker dan topi untuk menutupi wajahnya.
"enak saja, aku bukan kelinci kecil tapi aku seekor rubah." jawab Chaterine dengan ketus, dia juga melingkarkan tangannya di leher pria itu.leon yang melihat nya terbakar api cemburu, bagaimana bisa orang yang akan menjadi pendamping hidup nya bermesraan dengan pria lain selain dirinya.
"kamu sangat jahat, kenapa tidak memberitahu ku jika kamu sudah pulang?" ujar Chaterine dengan menenggelamkan wajahnya di dada bidang pria misterius itu dan mulai terisak.
"maaf aku tidak bisa datang ke pemakaman kakek waktu itu dan tidak bisa menemanimu! tapi percayalah kepada ku, aku selalu ada untuk mu."
"mereka merenggut kakek dari ku!"seru Chaterine dengan lirih, bahkan tubuh nya ikut bergetar saat ini.
"maaf aku tidak bisa menjaga mu dengan baik, aku sudah mencari keberadaan nya tapi sepertinya dia mempunyai seseorang yang berpengaruh di belakang nya dan aku belum bisa menemukan keberadaan nya sampai saat ini."
"tidak apa, aku sudah memusnahkan beberapa anak buahnya, jika dia masih ingin bersembunyi maka biarkan saja aku tidak peduli dengan itu. dan aku yakin suatu saat nanti aku pasti akan bertemu lagi dengan orang tua itu!"
"ini baru kelinci kecil ku."
"jangan memanggilku kelinci lagi atau aku akan memberikan mu pelajaran."geram Chaterine yang sudah tidak tahan dengan panggilan yang di berikan oleh nya.
"sepertinya kamu tidak sendirian di sini."ujar pria asing tersebut sambil memeluk tubuh Chaterine dari belakang, dan itu membuat angel naik pitam dengan apa yang dia lihat.
Chaterine yang mendengar nya menepuk keningnya dengan pelan, bagaimana bisa dia melupakan keberadaan mereka semua.
"ini semua salah mu."bisik Chaterine sambil mencubit perut orang tersebut.
"Chaterine, jawab dengan jujur siapa pria ini?" tanya Angel dengan tatapan membunuh, Chaterine yang mendengar pertanyaan dari angel bingung sendiri dibuatnya.
"kamu yang akan menikah dengan Chaterine bukan, perkenalkan saya adalah kekasih nya Chaterine dan hubungan kami sudah lebih dari tiga tahun." ujar pria misterius itu dengan tegas, Chaterine yang mendengar nya pun menendang pelan kaki orang tersebut.
"dia benar-benar gila, tidak bisakah dia berbohong kepada mereka semua, kenapa harus jujur."batin Chaterine dia bahkan menatap tajam ke arah pria misterius itu, sedangkan sang empu nya hanya meringis saja.
"apa dia benar Chaterine?"tanya Leon Dengan lembut, apa dia harus menyerah dengan cintanya yang baru saja ingin dia mulai.
"eumm iya."jawab Chaterine dengan tersenyum kikuk, sedangkan orang yang menyebabkan kesalah pahaman justru tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Chaterine yang begitu lucu.
"tenang saja tidak hanya aku yang akan menjadi pesaing mu tapi masih ada yang lainnya lagi. tapi kamu tenang saja yang akan menjadi pendamping nya hanya kamu, karena dia akan memilih pilihan keluarga nya. aku hanya menjaga nya saja sampai waktunya tiba dan menyerahkan nya pada seseorang yang benar-benar tepat untuknya."
"dia memang kekasih ku tapi dia adik bagi kami semua, jika suatu saat nanti kamu melukai perasaan nya bukan hanya satu keluarga nya yang akan memberikan pelajaran untuk mu tapi tujuh keluarga akan datang memberikan mu pelajaran nya."