ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 134


Leon yang sudah merasakan sesak di bagian bawah nya segera melepaskan celananya dan kembali menindih tubuh Chaterine,


Chaterine memalingkan wajahnya dari Leon saat sedang melepas celana nya, Leon terkekeh geli melihat reaksi sang istri.


padahal sudah beberapa kali istrinya melihat tanpa busana seperti ini tapi tetep merasa malu dengan nya,


Leon kembali men*ciu*m bibir Chaterine dengan rakus dan memberikan ******* kecil pada bibir Chaterine, dengan pelan-pelan Leon dalam melakukan penyatuan dan rasanya masih sama seperti pertama kali mereka melakukan nya.


******* demi ******* memenuhi kamar mereka, Leon terus menggerakkan nya dengan ritme yang cepat dan saat ingin sampai ke puncak nya Leon semakin mempercepat ritme dan hentakan yang kuat membuat Chaterine meringis merasakan sakit.


entah sudah berapa lama mereka lakukan yang pasti Leon enggan untuk menyudahi kegiatan panas mereka, Chaterine yang sudah lelah hanya terus menatap suaminya yang sedang menggagahi nya saat ini.


hampir dua jam lamanya mereka melakukan nya dan Leon yang hampir mencapai puncak nya untuk sekian kalinya , terus memompa dengan cepat dan ambruk ke atas tubuh Chaterine saat dirinya mendapat kan puncaknya.


Leon membawa Chaterine kembali ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka sisa percintaan nya tadi, Leon dengan telaten membersihkan badan Chaterine.


"maaf sayang aku selalu tidak bisa mengontrolnya saat melakukannya."ujar Leo saat melihat wajah Chaterine yang tengah kelelahan karena nya, Chaterine memeluk tubuh Leo dengan sangat erat dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


"tidurlah sayang, kita akan pergi jalan-jalan setelah istirahat."timpalnya, Chaterine yang sudah sangat mengantuk tertidur begitu pulas di dalam pelukannya Leon.


"terima kasih sayang, karena sudah hadir dalam kehidupan ku. aku mencintaimu istri kecil ku yang jahil."gumam Leon dan mencium kening Chaterine dan tidak butuh lama ia juga tertidur.


.


.


.


.


.


.


.


Alvin yang tidak tidur memilih untuk keluar dari dalam kamarnya, saat keluar Alvin mendapati sang asisten pribadi Chaterine yang tengah berbincang-bincang dengan beberapa orang.


karena merasa ada hal yang aneh, Alvin mendekati mereka dan menguping pembicaraan mereka untuk berjaga-jaga.


"apa yang sedang kamu lakukan di sini?"tanya Alvin mengintimidasi Zee, Zee tetap tenang menghadapi pertanyaan dari Alvin.


"membahas tentang keselamatan nona selama di sini dan saya harap anda tidak mengatakan apapun kepada nona, karena dia tidak tahu jika mereka berada disi. jika sampai nona tahu hal ini akan membuatnya tidak nyaman."jawab Zee dengan jujur, apalagi setelah keluar dari bandara internasional di Paris masih saja orang yang mengikuti mereka sejauh ini dan tentu nya membuat anggota black wolf khawatir dengan keselamatan dari nona mereka.


"apa terjadi sesuatu?"tanya alvin, Zee mendekati Alvin dan membisikkan sesuatu Kepada Alvin dan membuat Alvin melihat sekitar nya.


"tetapi tenang saja saya sudah meminta mereka untuk membereskan orang-orang itu." jawab Zee, tentu saja orang-orang yang di bawa oleh Zee adalah anggota black wolf elite dan juga orang yang sudah mengenal Chaterine lebih lama dari siapa pun itu.


tentu saja Alvin tahu tentang itu, walau hanya sebentar saja mereka mengenal Chaterine tetapi tidak sulit bagi mereka untuk mengetahui tentang nya.


Zee dan Alvin kembali masuk ke dalam hotel tetapi tujuan mereka kali ini di restoran hotel tempat menginap mereka dan memesan kopi untuk mereka berdua.


Q


Alvin beberapa kali menanyakan kepada Zee kapan Chaterine dan zee saling mengenal satu sama lain, dan ada beberapa hal yang membuat Zee tahu kenapa orang yang berada di depan nya menanyakan hal seperti itu, dan hanya ada satu yaitu keluarga suami maupun keluarga Chaterine merasa curiga terhadap Chaterine saat ini.


sedangkan Zee menjawab pertanyaan nya dari Alvin dengan tenang, dan menjawab semua pertanyaan dari Alvin saat pertama kali bertemu dengan Chaterine dan bagaimana bisa bekerja dengan nya.


memang nona nya masih menyimpan rahasia besar tapi jika ada yang mengetahui hal ini mungkin dirinya akan dalam bahaya dan tentu saja orang-orang yang sudah membunuh tuan besar Wilson, beserta keluarga kecil tuan Vincent, kemungkinan besar akan mengincar nyawa nona mereka.


tidak hanya bisa melihat masa depan nona nya juga bisa mengendalikan hewan-hewan buas, dan jika orang-orang itu tahu pasti tidak akan melepaskan Chaterine begitu saja. karena Chaterine adalah Dewi kematian mereka yang selama ini sedang mereka cari dan di anggap sudah tiada saat kecelakaan maut yang menewaskan keluarga kecil tuan Vincent.


terlebih lagi Chaterine adalah pewaris kota Xia yang sesungguhnya, kota yang penuh dengan misterius itu dan jarang terbuka untuk umum. hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk ke negara Xia selama ini, tidak hanya itu Chaterine juga memiliki tanda lahir yang mana menunjukkan bahwa dia lah pewaris negara Xia dan selama ini dia sembunyikan dari semua orang.


"apa yang sedang kalian obrolkan?"tanya Leon yang baru saja datang dan duduk di tengah-tengah mereka berdua.


"hanya mengobrol saja."jawab Alvin, Leon menatap wajah Zee dengan tatapan tajam nya, sepertinya Zee mengetahui sesuatu tentang Chaterine selama ini. tiba-tiba saja ponsel milik Zee bergetar.


drt drt drt drt drt


"Zee, ada orang yang sedang berusaha masuk ke dalam kamar nona!" ujar seseorang di sebrang telepon, Zee yang mendengar nya menjadi panik dan ini alasan dirinya memperketat penjagaan di sekitar nona nya tapi jika sampai ketahuan oleh nona nya mungkin mereka akan dalam masalah.


Zee langsung mengakhiri panggilan telepon nya dan segera berlari menuju kamar Chaterine, Leon yang tiba-tiba merasa tidak tenang segera pergi menuju kamar mereka.


saat sampai Leon, Alvin maupun Zee, menatap tajam ke arah beberapa orang yang sedang mencoba untuk masuk kedalam kamar yang mana tempat Chaterine beristirahat.


bugh


bugh


bugh


bugh


Leon,Alvin dan Zee menendang kuat mereka satu persatu dan mereka terlibat perkelahian antara orang-orang itu, sedangkan Chaterine yang mendengar suara keributan segera bangun dan menyandarkan tubuhnya.


tubuhnya terasa remuk dan sakit semua tapi ia terpaksa harus bangun saat mendengar suara keributan di dari luar kamar nya, Chaterine berdiri dan berjalan menuju lemari pakaian dan mengambil salah satu pakaian yang bisa menutupi bekas kiss Mark di tubuh nya.


setelah selesai dengan musuh nya, Zee menelepon anggota black wolf untuk membersihkan tempat tersebut, mereka bertiga terkejut saat mendapati Chaterine telah keluar dari dalam kamar nya dan untung saja orang-orang itu di bawa pergi dengan tepat waktu.


Chaterine mengernyitkan keningnya saat melihat mereka bertiga yang tengah berdiri berdampingan seperti itu, Leon menghampiri sang istri dan memeluknya dengan sangat erat.