
Chaterine yang sudah di bawah menjadi kebingungan sendiri saat tidak tahu dimana letak dapurnya, bahkan dia juga tidak melihat pelayan berlalu lalang di depan nya.
Chaterine memilih duduk di tangga sambil berpangku tangan nya, Alvin tersenyum kecil melihat tingkah laku Chaterine pagi ini.
"pagi chaty"sapa Alvin dan ikut duduk di tangga, Chaterine menoleh sebentar ke arah Alvin dan kembali ke posisi semula nya. Alvin mengambil handphone milik nya dan mengambil beberapa foto Chaterine dengan diam-diam.
"kak Alvin"panggil Chaterine sambil menyandarkan kepalanya di bahu Alvin.
"ada apa?"tanya Alvin, ia tidak merasa keberatan dengan tindakan Chaterine.
"dapurnya di mana kak, kenapa rumah sebesar ini tapi aku tidak melihat pelayan sama sekali?"tanya Chaterine sambil menggerutu,alvin tertawa kecil mendengar nya.
"ayo kakak antar, pagi-pagi begini biasa nya mereka ada di halaman belakang dan hanya ada dua orang saja biasanya di dalam dapur." jawab Alvin seraya memberitahu nya.
"kenapa begitu kak?"
"biasanya Leon dan kakak akan bangun siang jika di sini dan mereka akan membuat kan sarapan lima menit sebelum kami turun, mungkin mereka lupa kehadiran kamu tadi malam maka nya mereka masih melakukan aktivitas mereka seperti biasanya."jawab Alvin, Chaterine mengangguk saja. sebenarnya tidak jauh dengan nya kalau di markas black wolf, dia juga akan selalu bangun siang hari.
dan benar saja saat Chaterine masuk ke dalam dapur hanya ada dua orang saja dan sepertinya mereka sedang menyiapkan bahan masakan mereka pagi ini, kepala pelayan yang melihat Alvin segera menghampirinya.
"tuan Alvin ada yang bisa saya bantu?"tanya kepala pelayan, saat mendengar perkataan dari kepala pelayan membuat kedua pelayan itu sadar dan membungkuk kan tubuh mereka.
"nona ini."tanya kepala pelayan, dan benar saja mereka lupa dengan sosok Chaterine yang di bawa pulang oleh Leon dan dirinya tadi malam.
"dia Chaterine, istrinya Leon."jawab Alvin, para pelayan semakin membungkukkan badan nya.
"maafkan kami nona, karena sudah melupakan kedatangan anda semalam." ujar kepala pelayan dan pelayan dengan serentak, tentu saja mereka takut terkena hukuman karena sudah melupakan keberadaan nona mereka.
"tidak apa-apa,"ujar Chaterine dengan nada lembut, para pelayan mendongak kan kepala nya ke arah Chaterine yang tengah tersenyum ke arah mereka.
"apa aku boleh memasak di sini kak Alvin?"tanya Chaterine, sedangkan para bodyguard yang kebetulan ingin menemui Alvin mengurungkan niatnya dan melihat suara kegaduhan dari arah dapur.
"tentu saja boleh chaty, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau disini."jawab Alvin dengan nada lembut sambil mengusap kepala Chaterine di depan mereka dan membuat mereka semua terkejut melihat Alvin berbicara dengan nada lembut seperti ini.
"terima kasih kak."ujar Chaterine sedangkan Alvin mengangguk kan kepala nya.
"kak Alvin sana pergi, kakak membuat mereka semua takut!"seru Chaterine sambil mendorong tubuh Alvin agar segera pergi dari sana,
Alvin meninggalkan dapur dan membiarkan Chaterine sendiri di dapur bersama para pelayan.
Chaterine berjalan masuk ambil menggulung rambut panjang nya yang tengah tergerai tadi.
"apa yang ingin kalian buat?"tanya Chaterine, mereka semua cukup terkejut melihat Chaterine yang mau turun langsung ke dapur dan bahkan mengajak mereka mengobrol.
"kami ingin memasak makanan kesukaan tuan nona, sudah lama tuan tidak datang kemari."jawab salah satu pelayan dengan sopan, mereka sangat senang melihat Chaterine tidak seperti majikan yang suka nya hanya memerintah saja dan terlebih lagi nona muda mereka juga sangat ramah terhadap mereka.
"baik nona."jawab mereka serentak, sedang kan kepala pelayan tersenyum lebar melihat sikap nona muda mereka yang sangat ramah terhadap mereka semua.
"kami ingin memasak Chicken cordon bleu, Fish and chips dan Spaghetti bolognese." Chaterine tersenyum lebar mendengar nya, ternyata suaminya sangat menyukai makanan barat seperti dirinya.
"lalu bagaimana dengan kak Alvin?"tanya Chaterine dengan ramah.
"ini juga makanan kesukaan tuan Alvin nona,"jawab kepala pelayan.
"benarkah!"seru Chaterine
"iya nona"ujar mereka serentak. Chaterine mulai memasak dengan di temani oleh para pelayan di sana, dan pelayan yang lainnya saat melihat Chaterine di dapur cukup terkejut melihatnya dan terlebih lagi nona muda mereka yang memasak tanpa bantuan pelayan.
"wah ternyata nona muda pandai memasak"puji mereka di dalam batin, mereka menatap Chaterine dengan tatapan yang sulit di jelaskan.
"'tidak hanya cantik tapi nona juga sangat Ramah orang nya."batin salah satu pelayan di sana
saat mereka tengah asyik dengan pikiran masing-masing, mereka di kejutkan dengan kedatangan Leon di depan mereka.
Leon memberikan kode agar mereka diam dan tidak bersuara, sedangkan Chaterine fokus pada masakan nya tapi tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.
"bunny, apa yang kamu lakukan?*tanya Chaterine yang mencoba untuk melepaskan pelukannya.
"memeluk tentunya, mau apa lagi."jawab Leon, Chaterine tersenyum kikuk mendengar nya dan terlebih lagi di dapur tidak hanya dia sendiri.
"keluar lah dulu, sebentar lagi makanan nya sudah siap."
"baiklah sayang, tolong buatkan kopi untuk ku sayang."pinta Leon, Chaterine menganggukkan kepalanya. dia menggelengkan kepalanya saat melihat Leon sudah pergi, suami nya ini memang tidak kenal tempat saat bermesraan dengan nya.
"tolong berikan kopi nya kepada Leon ya."pinta Chaterine dan tidak lupa ia juga buatkan untuk Alvin dan Zee.
"baik nona."jawab pelayan itu, Chaterine meneruskan acara memasak nya dengan cepat.
"tidak perlu di bersihkan nona, biarkan kami saja." ujar salah satu pelayan dan menjadi panik saat melihat Chaterine ingin mengerjakan tugas rumah tangga mereka saat ini.
"tidak apa-apa, kalian sajikan saja makanan itu di meja dan sisanya untuk kalian."ujar Chaterine, ia sudah membagi makanan mereka tadi. para pelayan yang mendengar nya tertegun bagaimana bisa nona nya tidak membedakan antara majikan dan pelayan. bahkan mereka juga di buatkan makanan yang sama.
Chaterine yang sudah membersihkan barang-barang yang ia pakai untuk memasak segera keluar untuk menghampiri sang suami, saat hampir di dekat nya Chaterine berjalan mengendap-endap menuju ke arah Leon dan Alvin yang kebetulan tidak menghadap mereka, sedangkan para pelayan merasa penasaran akan apa yang di lakukan oleh nona muda nya saat ini.
setelah sampai di belakang tubuh sang suami Chaterine berteriak dan membuat mereka cukup terkejut, beruntung nya Alvin sudah hafal dengan tingkah laku Chaterine selama ini dan membuatnya tidak terlalu terkejut.
"bunny"teriak Chaterine sambil memeluk leher leon, Leon dan Alvin mengusap dada mereka, apa mungkin mereka akan mati muda kata tingkah laku Chaterine suatu saat nanti.pikir mereka.
"sayang, kamu ini jahil sekali hmm."ujar Leon dengan menarik hidung sang istri, Chaterine hanya cekikikan mendengar nya.