
"selesaikan masalah mu dengan angel, Dion. jangan sampai masalah ini berlanjut hingga tunangan kalian benar-benar batal, jika kamu mencintai nya seharusnya kamu tahan hasrat mu itu."ujar Leon dan berdiri, ia ingin menghampiri sang istri dan sepertinya ia juga akan terkena Omelan dari istrinya kecil nya.
"hmm aku tahu." timpal Dion, Dion sendiri memilih untuk menemui angel di dalam kamar dan saat masuk ternyata tunangannya sedang tidur.
"maaf sayang, aku benar-benar tidak bermaksud untuk melukai perasaan mu." bisik Dion kemudian ia mencium kening angel cukup lama, angel yang merasakan ada yang sedang mengganggu waktu istirahat nya membuka matanya dan terkejut saat Dion sudah berada di atas tubuh nya.
angel mendorong tubuh dion dan segera duduk, sedangkan sang empu nya tersenyum kecil.
"maaf sayang, tolong berikan aku kesempatan satu kali lagi untuk memperbaiki semua ini."ujar Dion sambil memeluk tubuh angel, demi apapun ia tidak akan sanggup kehilangan angel.
perjuangan nya untuk mendapatkan angel begitu sulit hingga akhirnya ia meminta kedua orang tuanya untuk melamar angel.
"kamu sudah melakukan kesalahan dua kali Dion, dan aku sudah tidak tahan dengan ini semua."ujar angel, Dion yang mendengar nya menjadi marah. ia mendorong tubuh angel agar berbaring kembali dan segera menindih tubuh tunangannya, ia sudah tidak peduli lagi jika angel membencinya yang pasti dia tidak akan bisa melepaskan angel.
"apa kamu sudah gila? menyingkir dari atas tubuh ku."teriak angel sambil mendorong tubuh dion tetapi tenaga nya tidak sebanding dengan Dion, sedangkan Dion yang sedang marah tidak mendengarkan perkataan dari angel dan memaksa mencium bibir angel.
Dion me*lu*mat bibir angel dengan rakus, ia ingin menjadikan angel miliknya seutuhnya agar tunangannya itu tidak akan bisa lari dari nya lagi.
angel berusaha untuk mendorong tubuh dion tapi sayang tenaganya kalah kuat dari Dion, angel memukul dada bidang Dion saat dirinya hampir kehabisan nafas. kali ini ia bahkan tidak bisa mengimbangi permainan Dion.
sedangkan Chaterine yang di bawa duduk kembali bersama dengan yang lainnya tiba-tiba saja tersenyum kecil.
"maaf angel aku tidak bisa membantu mu kali ini, aku tahu kamu mencintai Dion dan begitu dengan sebaliknya dan dengan adanya kejadian seperti ini kamu akan bersama dengan Dion untuk selamanya, aku yakin Dion akan menjaga mu dan selalu mencintaimu, hanya kamu yang bisa merubah perilaku Dion saat ini."batin Chaterine senyum-senyum sendiri, Leon yang melihat tingkah istrinya menjadi heran.
"ada apa sayang?"
"tidak ada bunny, aku hanya ingin cepat sampai dan istirahat."kilah Chaterine, Leon semakin penasaran saat melihat wajah istrinya tiba-tiba merah seperti tomat.
"apa yang sedang kamu pikirkan sayang?"tanya Leon dengan menatap tajam ke arah Chaterine, Alvin tertawa kecil melihat wajah Chaterine yang tiba-tiba merah seperti tomat.
"tidak ada."jawab Chaterine dengan cepat dan memalingkan wajahnya, Leon meraih dagu Chaterine agar kembali menatapnya. tentu saja Leon tahu jika sang istri sedang berbohong kepada saat ini.
"sayang, kamu ingin berbicara atau aku hukum di hadapan mereka semua hmm!"ancam Leon, Chaterine yang mendengar nya menelan Saliva dengan susah payah.
"jika kamu masih diam saja,aku akan menghukum mu sekarang juga." timpal Leon dan mendekat kan wajah nya ke arah Chaterine, sedangkan Chaterine yang melihat nya segera menutup wajah nya dengan kedua tangannya.
"jika ingin tahu lihat saja sendiri apa yang terjadi di dalam kamar kapal ini "jawab Chaterine dengan cepat dan segera menutup mulutnya rapat-rapat, bagaimana bisa dia keceplosan ngomong seperti ini.
Leon dan Alvin saling pandang satu sama lainnya, dan mereka semua segera pergi ke kamar, hanya ada satu kamar di dalam kapal ini.
tok
tok
tok
ketukan pintu membuat Dion terpaksa menghentikan kegiatan panas mereka, dan beranjak untuk membuka pintu kamar nya sedangkan angel menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
saat pintu terbuka mereka semua terkejut saat melihat Dion yang tanpa baju dan mereka mengintip ke dalam dan mendapati angel yang tengah bersembunyi di balik selimut.
"aku meminta mu untuk menyelesaikan masalah, bukan menambah masalah."ujar Leon dengan kesal, bisa-bisa nya sepupunya melakukan di luar batas.
"ck! apa dengan cara seperti ini?"tanya Hans yang tak habis pikir dengan kelakuan sahabat nya yang satu ini.
"menurut mu apakah ada cara lain untuk membuat nya tetap berada disisi ku."
"tetapi tidak dengan cara memaksa nya untuk melakukan hubungan badan dengan mu Dion, kalian belum menikah."timpali Leon kemudian menepuk pundak Dion untuk memberikan semangat.
"masih ada cara lain untuk membujuk nya Dion, salah satu nya lewat Chaterine." Dion mengangkat sebelah alisnya, apa hubungannya dengan Chaterine dan hubungan nya.
"apa maksud mu?"
"minta bantuan kepada Chaterine,"jawab Leon dan Alvin bersamaan, Dion memikirkan nya dan tersenyum lebar kenapa tidak terpikirkan oleh nya ide ini.
"hmm kalian benar, aku masuk dulu. kalian terlalu mengganggu."ujar Dion dan menutup pintu kamar tersebut.
"ck! dasar."
mereka kembali menghampiri Chaterine yang masih dengan wajah merah nya, Leon semakin penasaran darimana Chaterine tahu tentang yang ada di dalam kamar Dion tadi.
"sayang beraninya kamu memikirkan yang tidak-tidak hmm."ujar Leon sambil mencubit hidung Chaterine,
"sakit bunny, tolong lepaskan."
"dari mana kamu tahu apa yang sedang di lakukan oleh Dion dan angel, apa mungkin kamu mengintip mereka sayang?"tanya Leon dengan tatapan tajam, Chaterine mengalihkan pandangan nya agar tidak menatap mata Leon.
"aku tidak mengintip ya, hanya saja."bagaimana caranya Chaterine menjelaskan nya kepada mereka semua.
"hanya saja apa ?"tanya mereka bersamaan.
"sayang, percaya atau tidak aku akan benar-benar menghukum mu sekarang juga."ancam Leon sambil mendorong pelan tubuh Chaterine, sedangkan yang lainnya tahu jika Leon hanya menggertak Chaterine saja agar mau mengakui.
"baik lah -baik lah aku akan mengatakan nya, bisakah kamu kembali duduk dulu bunny."ujar Chaterine dengan cepat, Leon yang mendengar nya tersenyum lebar.
"ayo katakan sayang dan jangan coba-coba untuk berbohong."
"eumm tadi aku tidak sengaja melihat kak Dion masuk ke dalam kamar yang di tempati oleh angel."jawab Chaterine dengan berbohong sambil memalingkan wajahnya,.
"berani-beraninya kamu berbohong sayang, sepertinya aku harus benar-benar menghukum mu." ujar Leon dengan menarik tubuh Chaterine agar lebih dekat dengan nya.
"iya, iya aku akan katakan." ujar Chaterine yang tidak punya pilihan lain lagi.
"eumm aku bisa mengetahui nya karena itu rahasia." ujar Chaterine sambil berlari keluar, kebetulan kapal yang mereka naiki sudah berhenti.
Leon tertawa terbahak-bahak saat melihat Chaterine berlari, seperti nya mereka hanya bisa menunggu Chaterine mengatakan dengan sendirinya dari pada harus memaksa nya.
Dion keluar sambil menggandeng tangan angel, Leon hanya menggelengkan kepalanya. mereka tidak ingin membahas mengenai yang terjadi tadi.
mereka semua berjalan keluar dan melihat Chaterine yang tengah berjongkok, entah apa yang sedang di lihat Chaterine saat ini.
saat angel ingin melepaskan genggaman tangannya justru Dion semakin mempererat pegangan tangan mereka.