
Leon menghubungi mereka dan membuat mereka terkejut bukan main mendengar perkataan dari Leon, mau tidak mau mereka menuruti kemauan ibu hamil yang satu itu.
tidak berselang lama keluarga besarnya sudah berkumpul di sana, kali ini hanya keluarga Leon saja, sedangkan keluarga Chaterine sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
"istri kamu yang hamil, kenapa kita yang harus menanggung ngidam nya."keluh Zack yang sekarang ini tengah duduk bersama dengan yang lainnya, sedangkan Chaterine masih duduk di dalam kamar nya.
"aku juga tidak tahu."
"asal jangan tengah malam saja kamu menelepon kami."ujar Erick kembali, ia tadi nya ingin segera menghabiskan waktu nya bersama dengan sang istri justru kini harus terganggu dengan Chaterine ya tengah mengidam.
sedangkan para orang tua menahan tawa mereka mendengar nya. Ludwig memberikan kode kepada putranya saat melihat menantunya turun.
"sayang kenapa kamu turun hmm?."tanya Leon sambil menghampiri Chaterine yang masi di dekat tangga.
"bosan di dalam kamar terus."jawab Chaterine dengan cemberut, dari tadi ia tidak boleh kemanapun oleh sang suami.
"maaf sayang aku lupa."ujar Leon sambil menggandeng tangan sang istri dan membawanya untuk duduk bersama dengan keluarga nya yang lainnya.
"jadi makan salad buah nya sayang."tanya Leon,
"tidak mau kalian terlalu lama."jawab Chaterine kesal dan segera pergi meninggalkan mereka, Chaterine duduk di pinggir kolam renang sambil memasukkan kedua kakinya di dalam air kolam.
sedangkan Leon mengusap wajah dengan kasar, sepertinya istrinya marah karena mereka asyik mengobrol dari pada membuatkan yang sedang ia inginkan.
"sabar dad, kata uncle ini masih permulaan belum ada apa-apa nya."ujar Lucas sambil menunjukkan pesan dari uncle nya Matius.
"lebih baik Dady, suruh uncle buatkan yang di inginkan oleh mommy sekarang juga, biasanya mommy akan menanyakan nya lagi nanti."
Leon dan ketiga temannya segera membuatkan salad buah dengan bantuan dari angel, karena angel yang tahu selera Chaterine seperti apa.
"untung saja hanya meminta salad buah malam ini, jangan sampai dia meminta yang tidak-tidak lagi nanti malam."ujar angel, Leon tersenyum kecil mendengar nya. membayangkan bahwa bagaimana saudara kembar Chaterine yang sedang mengikuti kemauan sang istri yang tengah mengidam dan kesusahan nya mereka waktu itu membuatnya merasa bersalah.
"dad, uncle Markus ingin berbicara dengan Dady."ujar Lucas dan duduk di depan sang Dady yang sibuk dengan potongan buah, Leon mengangkat telepon nya dan menekan pengeras suara.
"buah apa yang kamu buat untuk menjadi salad buah untuk Chaterine."
"kiwi, anggur, mangga, strawberry."
"jangan lupa masukkan buah alpukat juga, biasanya Chaterine akan mencarinya di buah-buahan itu. jangan terlalu manis dan jangan terlalu asam, saat hamil Chaterine akan lebih manja dan tentu nya merepotkan. bersabarlah menghadapi tingkah nya nanti."ujar Markus dan mematikan panggilan telepon nya, mereka mengikuti saran Markus tapi kali ini Leon meminta nya untuk menaruh buah alpukat nya di bagian bawah.
cukup lama mereka berkutat di dalam dapur dan kembali duduk bersama dengan keluarga nya, sedangkan Chaterine masih sibuk dengan dunia nya sendiri.
setelah puas Chaterine kembali masuk ke dalam rumah dan sambil tersenyum manis,.
"mom, duduk sini."ujar Liam sambil menepuk tempat duduk di samping nya.
"ada apa sayang?"tanya Chaterine, sambil menopang dagunya.
"temani kita belajar mom."jawab Luke dan berpindah duduk di samping sang mommy, Chaterine mengangguk kan kepalanya.
"tuan, ada paket." ujar kepala pelayan keluarga crown Van, Lucas, levon dan ketiga adik nya segera berlari ke arah luar saat mendengar pesanan mereka telah datang.
Chaterine mengernyitkan keningnya saat melihat tingkah ke lima putranya yang sedikit berbeda dari biasanya, mereka kembali dengan sesuatu di belakang tubuh mereka.
"apa mommy masih ingat jika kami belum memberikan kado ulang tahun untuk mommy?"
"mommy tidak membutuhkan kado apa pun dari kalian sayang, kehadiran kalian sudah sangat membuat mommy bahagia."
"tapi hadiah dari kami sudah sampai mom, kami ingin mommy menerima hadiah nya."
"hadiah apa yang kalian berikan kepada mommy kalian sehingga harus memesannya terlebih dahulu dan apa kalian tidak memberikan hadiah apapun kepada Dady kalian."tanya Ludwig yang penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh Cucu-cucunya.
"kami sudah memberikan Dady hadiah, tapi hadiah mommy memang harus selalu istimewa setiap tahun nya."jawab Lucas, ia berdiri di depan sang mommy dan memegang sebelah tangan sang mommy.
"maaf mommy, hadiah dari kami datang nya sangat terlambat kali ini. Hadiah ini adalah karya pertama kami mom, kami ingin mommy yang menyimpan nya."ujar Lucas dengan memberikan sebuah kotak berwarna hitam dan di ikuti oleh keempat adiknya yang sama-sama memegangi kotak tersebut.
Chaterine membuka kotak itu dan tersenyum lebar melihat melihatnya.
"bukankah ini desain perhiasan yang pernah kalian buat dulu sayang?"tanya Chaterine dengan lembut.
"iya mom, itu desain perhiasan pertama kami untuk mommy dan satu-satunya, orang lain tidak boleh memiliki nya."
"bukankah kamu pernah bilang jika kalian tidak mau melanjutkan desain nya waktu itu?"
"kami bohong sama mommy, kami ingin memberikan nya kepada mommy saat mommy ulang tahun dan saat mommy ulang tahun kado nya belum siap jadi kami masih harus menunggu lagi."
"terima kasih sayang, mommy sangat menyukai kado yang kalian berikan kepada mommy. kado dari kalian akan mommy simpan dengan baik."
"sama-sama mommy, kami sangat menyayangi mommy."
"mommy lebih menyayangi kalian."ujar Chaterine dengan memeluk kelima putranya,
"apa mommy masih mau salad buah, tadi Dady membuatnya bersama dengan uncle Erick dan Zack." tanya Liam, Chaterine melihat ke arah Leon yang tengah tersenyum lebar ke arah nya.
"eumm boleh sayang."jawab Chaterine, Liam segera berlari untuk mengambilkan nya.
Liam memberikan nya kepada sang mommy, Chaterine mengaduk tempat salad buah entah apa yang sedang ia cari hingga di aduk-aduk sampai seperti itu.
"kamu sedang mencari apa sayang?"
"buah alpukat bunny, apa kamu tidak memasukkan nya?"
"ada di bagian bawah sayang."jawab Leon dengan berpindah tempat duduk di belakang tubuh sang istri sambil memeluk tubuh nya.
Chaterine sesuap demi sesuap salad buah itu, ia memejamkan matanya saat merasakan salad buah tersebut masuk kedalam mulut nya.
"siapa yang membuatnya bunny?"tanya Chaterine
"kami bertiga, ada apa sayang? apa tidak enak?"
"ini enak bunny tetapi rasanya seperti buatan kak Markus dan Matius, darimana kamu tahu kalau aku ingin makan salad buah dengan resep mereka."jawab Chaterine seraya bertanya Chaterine dengan antusias,
"mereka yang memberi tahu kepada kami bagaimana membuatnya tadi."jawab Leon, Chaterine menganggukkan kepalanya dan tidak bertanya lagi. ia juga menyuapi untuk putra-putra nya dan juga Leon.