ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 106


Chaterine yang mendengar perkataan dari mama Stella, mengangkat kepalanya sebentar dan kembali fokus pada ponsel nya.


"eumm maaf aunty, Chaterine sudah mempunyai pilihan gaunnya."jawab Chaterine dengan tidak enak, ia memang sudah mempunyai gaunnya sendiri.


"kapan kamu pergi ke butik sayang?" tanya mommy Jovinka, padahal putrinya hampir tidak pernah masuk butik dan sekarang putrinya sudah memiliki pilihan gaun nya sendiri.


"eumm hadiah dari teman mom." jawab Chaterine dengan jujur, tapi tidak mungkin bagi nya untuk memberitahu siapa yang memberikan nya.


"lalu di mana gaunnya?"


"eumm sebentar lagi sampai mom." benar saja tidak selang lama datang beberapa orang yang membawakan gaun pengantin yang akan di pakai oleh Chaterine.


"nona, gaunnya mau di taruh dimana."


"di sini saja, terima kasih."ujar nya dan menatap ke arah patung manekin yang terdapat baju pengantin nya,


"sama-sama nona, saya permisi."ujar seraya berpamitan, Chaterine mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban nya. ia mendekati dua patung yang masih tertutup dengan kain berwarna putih sehingga gaun nya tidak terlihat.


"coba di buka sayang, mommy ingin melihat gaunnya!"seru mommy Jovinka, Chaterine melepas tali dan menarik dengan pelan kain tersebut.


setelah di buka mereka di buat terpesona dengan kedua gaun tersebut.


"bagus banget, gila, ini sih keren abis!" seru angel dengan tidak percaya, ia menatap wajah Chaterine dengan tatapan serius.


"kamu dapat dari mana? aku mau satu yang warna pink." timpal nya, dan langsung mendapatkan penolakan dari Chaterine


"eitttsss, tidak bisa angel."ujar Chaterine dan mengambil sebuah surat yang terselip di gaun tersebut.


"kenapa?"


"ini hadiah dari seseorang, dan tidak mungkin bagi ku untuk memberikan nya kepada kamu, itu akan membuat nya tidak di hargai nanti." jawab Chaterine dengan menghalangi angel yang ingin mengambil paksa gaun tersebut.


"orang nya juga tidak akan tahu Chaterine." ujar angel yang merasa kesal lantaran Chaterine tidak membiarkan nya mencoba gaun tersebut.


"tetap saja angel, aku tidak bisa dan jangan coba-coba untuk memakai nya." ujar nya tegas dan membuat angel cemberut.


Yora menatap setiap detail gaun itu, mata nya melebar saat melihat sesuatu di bagian depan gaun nya. walaupun kecil ia tetap bisa melihat nya dengan jelas.


"ada apa sayang?" tanya Samuel saat melihat wajah istrinya yang masih terkejut sambil memandangi gaun milik adiknya.


"Chaterine, katakan dengan jujur kamu dapat dari mana gaun ini?" Yura tidak menjawab pertanyaan dari suaminya dan justru bertanya kepada adik ipar nya.


"dari teman kak."


"apa mungkin teman kamu sampai rela mengeluarkan uang sebanyak itu untuk membeli gaun ini untuk mu?" pertanyaan dari Yura tentu saja membuat mereka berprasangka buruk, sang kakak menatap tajam ke arah Chaterine.


"sungguh kak! ini dari teman Chaterine,"


"gaun ini rancangan dari desainer ternama dan bahkan ia hanya akan membuat gaun dua tahun sekali." jawab Yura, tentu saja mereka tahu siapa yang di maksud oleh Yura. bertemu dengan nya saja sangatlah susah, apalagi untuk mendapatkan gaun yang di rancang oleh nya.


"sayang, jawab dengan jujur. siapa yang memberikan nya?" tanya Dady Axel dengan menekan setiap omongan nya, Chaterine menghela nafas panjang. mau tidak mau dia menghubungi orang yang telah memberikan nya gaun itu.


mereka hanya diam saja saat melihat Chaterine yang seperti nya yang ingin menghubungi seseorang,


"apa gaun nya sudah sampai?" tanya seseorang dari sebrang telepon, sepertinya ia tahu jika Chaterine menelepon nya untuk memberitahu nya jika gaun nya sudah sampai.


"sudah, terima kasih." jawab Chaterine dengan tulus, ia sengaja membiarkan semua orang mendengar obrolan mereka saat ini.


"apa kamu menyukainya? jika tidak suka aku akan memintanya untuk membuat yang baru lagi."


"tidak perlu, aku sangat menyukai gaun nya. sangat indah."


"baguslah, kami ingin yang terbaik untuk mu. apalagi sebentar lagi kamu akan menikah."


"eumm, sepupuku menginginkan salah satu gaun itu." ujar Chaterine dengan melirik ke arah angel hanya sebentar saja.


"tidak boleh, gaun itu khusus kami buatkan untuk mu. orang lain tidak boleh memakai nya, ingat baik-baik, barang yang kami berikan kepada mu tidak ada yang boleh memiliki nya."jawab nya tegas, Chaterine yang mendengar nya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.


"eum iya, apa masih bekerja?" sudah terbiasa bagi nya mendengar jawaban dari Chaterine yang seperti ini.


"tidak, aku sudah berada di rumah."


"oh, kalau begitu aku tidak akan menggangu mu lagi, selamat istirahat dan sampai jumpa." ujar nya dan mematikan panggilan nya secara sepihak, sepertinya ada orang yang berkuasa di belakang sang adik, tapi siapa.


"benar hanya teman?" tanya Samuel yang ingin memastikan sesuatu yang tidak ingin dia sesali seumur hidupnya.


"dia teman Chaterine waktu kecil kak, sungguh kami hanya berteman saja. mereka memang seperti itu jika ada salah satu teman nya akan menikah."jawab Chaterine yang masih meyakinkan keluarga nya jika dirinya tidak mempunyai hubungan lebih dengan orang itu.


"tapi kak Yura penasaran, darimana teman-teman kamu bisa mengenal desainer itu, bahkan hidup nya selalu di rahasiakan dari publik." tanya Yura dengan penasaran, Chaterine tersenyum kecil. jika dia berbohong akan serba salah rasanya,


"sebenarnya bukan hanya teman Chaterine yang mengenal nya kak! tapi Chaterine juga mengenal baik desainer itu." Chaterine menjawabnya dengan pelan sekali, jika tidak berbicara dengan jujur bisa di pastikan keluarga nya akan mencari tahu sendiri nanti nya.


"benarkah."


"iya," Yura mengangguk kan kepalanya, pantas saja adik ipar nya bisa mendapatkan rancangan gaun dari desainer ternama yang terkenal misterius itu.


"tapi kamu hanya bisa memilih salah satu gaun itu sayang, tidak mungkin kan kamu memakai dua sekaligus di hari pernikahan kamu!"seru Dady Axel, Chaterine mengangguk kan kepala nya. mereka memang akan bertindak berlebihan jika sudah menyangkut tentang nya.


"Chaterine tahu itu dad, jangan coba-coba untuk memikirkan untuk memakai nya angel!"


"ck, tahu aja apa yang sedang aku pikirkan."


"tentu saja aku tahu, otak mu itu akan selalu ke arah sana."jawab Chaterine dengan santai, mereka semua sudah terbiasa mendengar perdebatan kedua nya sejak pertama kali bertemu dulu.