ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 113"


"sayang, ini sudah malam dan lebih baik kamu ikut suami kamu pulang?"seru Dady Axel dan membuat Chaterine cemberut, kemudian Chaterine menatap ke arah peliharaan nya dan memberikan kode kepada mereka untuk pergi.


"kamu bilang apa sama mereka semua sampai bisa pergi dengan mudah?"tanya Angel dengan penasaran, mungkin saja ia bisa gunakan jika bertemu dengan hewan-hewan buas itu.


"kamu mau tau banget ya." jawab Chaterine dengan sengaja, jika seperti ini hanya Chaterine yang tahu isi pikiran sepupunya itu.


"tinggal jawab aja kenapa susah sih, heran deh." gerutu angel saat mendengar perkataan dari Chaterine yang tengah mengejek nya.


"cukup dengan kedipan mata saja." ujar Chaterine dengan bercanda, kemudian masuk dengan bersenandung kecil. balas dendam nya untuk kematian sang kakek akan terbayar kan, Axel menggeleng kan kepalanya saat melihat perubahan pada diri Chaterine.


yang awal nya ingin menginap di hotel, kini mereka terpaksa harus pulang ke rumah mereka. Axel menatap wajah putri nya cukup lama,


"ayo dad!"seru Gavin, Axel mengangguk kan kepala nya, kemudian ia beralih menatap ke arah menantu nya Leon dan beralih lagi kepada putri nya.


"kamu masih ingat pesan Dady kan sayang?."


"pesan yang mana dulu Dady, pesan Dady kan banyak."jawab Chaterine dengan tersenyum kecil, Axel yang mendengar nya langsung menarik telinga Chaterine cukup kuat.


"aduh Dady sakit." ujar Chaterine yang mengaduh kesakitan.


"apa suami dan mertua kamu bisa menghadapi tingkah kamu yang seperti anak kecil seperti ini nantinya?" tanya Axel dengan memijat pangkal hidung nya, Chaterine yang mendengar nya hanya cekikikan.


"udah tau putrinya masih kecil kenapa malah di nikah kan dad."jawab Chaterine dengan kesal, kini Axel yang tidak tahu yang harus dia katakan lagi pada putrinya memilih untuk mengalihkan pembicaraan mereka.


"Leon, Dady titip Chaterine dan Tolong jaga dia. kamu harus ekstra sabar menghadapi semua tingkah nya nanti." ujar Axel tanpa menatap wajah Chaterine yang tengah menatapnya dengan tajam.leon mengangguk kan kepalanya dan beralih menatap wajah sang istri.


"Ludwig, tolong jaga Chaterine seperti kamu menjaga putra mu sendiri."pinta Axel pelan, Ludwig memeluk sahabatnya dan menepuk pelan punggung Axel.


"Chaterine sekarang juga putri kami Axel, jangan lupakan itu." ujar Ludwig dan melepaskan pelukannya,


"kami pergi dulu."pamit Axel dan memeluk putri nya,


"good night dady, mommy."ucap Chaterine dan mencium pipi kedua orang tuanya,


"good night sayang."


"kakak pulang ya, kamu jangan nakal saat tinggal dengan mertua kamu dan jangan jahil." ucap Samuel dengan mencolek hidung Chaterine yang tengah tersenyum ke arah nya.


"tidak janji."jawab Chaterine dengan cengengesan, Samuel yang melihat nya semakin gemas saja melihat tingkah laku adiknya yang akan ia rindukan nantinya.


"ayo pulang sayang." ujar Leon sambil menggandeng tangan sang istri dan membawanya ke mobil mereka, Chaterine mengikuti langkah Leon Dengan pelan-pelan.


seperti biasa, dalam perjalanan Chaterine lebih banyak diam dan sibuk dengan pemikiran nya sendiri, sedangkan Leon hanya memperhatikan nya saja dan tersenyum kecil saat sang istri sedang memasang wajah cemberut.


"tidurlah, aku akan membangunkan mu saat kita sudah sampai nanti."ujar Leon sambil mengusap pelan pipi chubby Chaterine.


"eumm iya." jawab Chaterine singkat dan mulai memejamkan matanya, Leon yang melihat nya hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pelan. tidak butuh lama Chaterine terlelap tidur nya dan bersandar pada dada bidang Leon.


"hmm hari ini kamu memberikan kejutan yang besar untuk ku sayang, tidak menyangka jika Xialong adalah kamu." ujarnya dengan pelan, saat sampai Leon tidak membangunkan sang istri, ia lebih memilih untuk menggendong istrinya.


saat sampai di rumah nya, ternyata baru dia saja yang sampai. Leon lalu membawa Chaterine masuk ke dalam kamar nya dan setelah sampai ia menidurkan Chaterine dengan sangat pelan agar sang istri tidak terbangun.


Leon memandang wajah istrinya dari dekat, kemudian ia tersenyum lebar.


"kamu sangat cantik sayang, aku tidak sabar untuk memilikimu seutuhnya." bisik Leon, dan segera berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


mungkin malam pertama nya bersama dengan sang istri akan tertunda untuk sesaat, saat melihat wajah lelah sang istri justru ia tidak tega untuk membangunkan nya, walau hanya untuk membersihkan tubuhnya tetap saja ia tidak tega.


setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Leon memilih untuk keluar dari kamar dan mengobrol sebentar dengan sahabat-sahabatnya. mereka yang melihat Leon turun dengan rambut basah memunculkan pikiran negatif bagi mereka.


"ck, baru juga sampai sudah di bobol saja.' ujar David dengan sengaja, Leon yang tahu jika teman nya itu tengah mengejek nya hanya diam saja.


"udah berapa ronde tadi." timpal Hans, lagi-lagi mereka di abaikan saja oleh Leon.


"ck, seharusnya kamu di dalam kamar saja Leon, bagaimana jika nanti kamu menginginkan nya lagi." obrolan mereka semakin tidak sehat, sesekali mereka tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi wajah Leon.


"lihatlah uncle, kelakuan nya Leon. baru pulang dia langsung membobol sang istri."canda Dion, Leon tersenyum miring saat mendengar perkataan dari Dion. bisa-bisanya dia berbicara seperti itu kepada kedua orang tuanya. sedangkan para orang tua hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar perkataan dari Dion.


"jika istri ku tahu apa yang kamu katakan tadi, apa kamu yakin kamu bisa selamat dari nya?" tanya Leon menaikkan satu alisnya, Dion yang mendengar nya terdiam sejenak untuk mencerna apa yang sedang di katakan oleh Leon barusan.


"ck, apa kamu lupa Dion? Jia istriku itu sangat dekat dengan angel, jika dia mendengar perkataan mu barusan apa kira-kira yang akan dia katakan kepada angel."dion yang baru sadar dengan segera menoleh ke arah tangga untuk memastikan bahwa istri sepupunya tidak mendengarkan perkataan nya tadi, ia merasa lega saat tidak melihat Chaterine di sana.


"memang nya sedekat apa mereka sayang?"tanya mama Dion, ia penasaran dengan kedekatan antara calon menantu nya dan menantu kakak nya. walau ia tahu jika mereka sepupu dan terlihat dekat.


"jangan tanya ma, angel dan Chaterine itu bagai kan perangko. mereka sangat dekat dan bahkan apa pun yang di katakan oleh Chaterine , angel akan mempercayai." ujar Dion, ia sedikit memahami kedekatan antara angel dan Chaterine saat mereka jalan bersama, bahkan tunangannya tidak bisa menolak permintaan dari Chaterine saat mereka jalan bersama.