
Leon sendiri juga tidak bisa melepaskan pandangannya dari Chaterine yang terlihat sangat cantik malam ini, setelah selesai acara pertunangan nya banyak tamu yang mengucapkan selamat kepada kedua pasangan dan terkadang ada di antara mereka yang sengaja berlama-lama memegang tangan Chaterine dan itu membuat Leon marah.
setelah selesai acara, baik keluarga besar Leon maupun keluarga Chaterine yang kini tengah membahas tentang pernikahan anak-anak mereka.
tanpa mereka sadari ada seseorang dari kejauhan yang menatap wajah mereka dengan kekesalan nya terhadap keluarga Chaterine,
"Dady, apa Chaterine boleh ganti gaunnya? ini sangat berat." tanya Chaterine dengan cemberut,
"boleh sayang, tapi segera turun setelah selesai ya."
"oke Dady!" seru Chaterine dan berjalan menuju lift, kali ini ia sengaja tidak menggunakan tangga, setelah peninggalan Chaterine. mereka semua kembali mengobrol dan meminum minuman yang disediakan oleh pelayan, tapi siapa sangka jika minuman itu sudah ada yang mencampur dengan obat bius.
byurrrrr
mereka semua terbangun dari pingsan mereka semua saat ada yang menyiramkan air ke arah mereka.
"siapa kamu?" tanya Axel dengan datar, ia melihat ke sekitar nya tapi tidak mendapatkan keberadaan putri nya, entah apa yang sedang di lakukan oleh pria itu sehingga membuat nya tidak bisa bergerak dan terasa lemas.
"kalian sudah melampaui batas kesabaran ku, beraninya kalian menjodohkan nya dengan pria seperti dia."ujar pria tersebut dengan ketus, ia bahkan tidak segan memukul wajah Axel yang tengah menatapnya dengan tatapan tajam
"beraninya kamu memukul orang tua saya."bentak Samuel, jika mereka tidak di ikat. sudah bisa di pastikan dia akan memukulnya dengan membabi buta saat ini.
saat mereka sedang tersulut emosi, mereka baru sadar jika Chaterine tidak ada di antara mereka dan itu membuat semua orang menjadi khawatir lagi.
"tuan, dia sudah sadar!"seru seseorang dengan memakai topeng nya, pria itu tersenyum kecil saat mendengar kabar dari anak buah nya dan meminta mereka untuk membawa Chaterine di hadapannya.
"tidak perlu mencarinya!" seru pria gila itu, seketika pandangan mata mereka tertuju pada Chaterine yang tengah di ikat seperti mereka dan terlihat sangat lemah.
Samuel yang melihat adiknya di perlakukan seperti itu menjadi sangat marah, ia berusaha untuk melepaskan tali yang mengikat tangan nya tapi sayang nya setiap ia berusaha justru kekuatan nya semakin terkuras karena memberontak.
"lihatlah gadis cantik, sekarang keluarga mu ada di tangan ku!" seru pria itu sambil menarik rambut Chaterine agar mengangkat wajah nya.
Chaterine yang melihat wajah sang Dady yang terluka menjadi sangat marah, tapi ia harus tetap waspada terhadap pria itu.
"haha... kamu ingin aku melepaskan nya?" tanya orang itu dengan menghampiri Samuel, sedangkan anak buah dari orang itu juga berjalan menuju Samuel sehingga membuat Chaterine berada di sana sendirian dan tidak ada yang mengawasi nya.
bugh
suara pukulan yang keras melayang di wajah Samuel, angel membelalakkan matanya dengan lebar saat melihat apa yang sedang ia lihat,semua orang terkejut dengan reaksi dari angel tapi bukan itu yang membuat mereka semua terkejut.
tapi melainkan karena Chaterine yang sekarang dengan santai nya sedang duduk sambil memakan buah apel, bahkan ikatan tali yang mengikat tangan Chaterine juga sudah lepas.
"aku akan bersenang-senang bersama dengan putri mu yang cantik itu dan setelah itu baru aku akan melepaskan nya." ujar pria itu dengan tersenyum Devils,
"berani menyentuh adik ku, akan ku pastikan kamu akan mati di tangan ku."bentak Samuel, kini pandangan nya sama dengan yang lainnya sama-sama terkejut dengan apa yang ia lihat.
"kenapa ikatan tali di tubuh Chaterine bisa terlepas?"batin Samuel yang bertanya-tanya, orang tersebut yang tidak suka dengan apa yang di katakan oleh Samuel, terus saja memukul wajah Samuel kembali.
"sebelum itu maka lihatlah, wajah adik kecil kalian yang akan aku jadikan pemuas nafsuku, dan akan ku lakukan di depan kalian semua."
"dasar breng*sek, aku akan membunuh mu."teriak Samuel, ia tidak tahan lagi dengan apa yang di dengarkan nya. jika orang itu berhasil menodai kesucian adik nya, mereka semua tidak akan bisa tenang.
saat orang-orang itu ingin memukul kembali keluarga Chaterine maupun Leon, mereka di kejutkan dengan suara lembut dari belakang tubuh mereka.
"kalian tidak mungkin bisa melakukannya." ujar Chaterine, ia masih terlihat tenang sambil memakan buah apel, sedang kan orang penyusup itu terkejut dengan apa yang ia lihat.
"bagaimana bisa kamu bebas dari ikatan tali yang aku ikat kan, dan kenapa obat itu tidak berpengaruh terhadap mu." ujar salah satu dari mereka dengan tergagap, mereka melihat tatapan mata Chaterine yang berbeda dari biasanya dan tentu saja membuat mereka semua ketakutan.
"membuka tali itu sangat mudah untuk ku, soal obat yang kamu campurkan dalam minuman, itu tidak berarti apa-apa bagiku." Chaterine berdiri dan berjalan menuju ke arah kedua orang tua nya yang masih di ikat oleh nya.
"tangkap gadis kecil itu dan berikan ia pelajaran yang akan membuat kehidupan nya hancur." perintah bos mereka, Chaterine masih berdiri dengan tenang.
"tangkap saja kalau kalian bisa."jawab Chaterine dengan mengulurkan kedua tangannya, dan saat orang orang itu ingin memegang tangan nya, dengan cepat Chaterine memegang tangan mereka dan membanting tubuh mereka berdua dengan sangat kencang.