ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
iblis berwajah malaikat


"sayang, bagaimana kalau kita membeli es krim?"bujuk Julio, ia harus segera membujuk adiknya atau mereka semua akan terkena imbas nya.


Chaterine hanya diam dan sambil menatap ke arah luar jendela mobil, tatapan nya begitu tajam sehingga melihat seseorang yang tengah bersembunyi di balik pohon besar.


sampai-sampai ia tidak mendengarkan jika sang kakak sudah memanggilnya berulang kali, hingga ia di kejutkan tepukan pelan di bahu nya. ia pun menoleh ke arah sang kakak yang sedang tersenyum ke arah nya.


"ada apa sayang? kenapa dari tadi kakak panggil tidak di dengarkan?"tanya Samuel dengan nada lembut, ia mengikuti arah pandang sang adik yang sepertinya sedang melihat penjual pedagang kaki lima yang sedang di dekat pohon.


"Chaterine mau ke sana dulu ya kak,"seru Chaterine dengan menunjuk ke arah pedagang kaki lima di sana, walau sebenarnya tujuannya bukan itu.


"ya sudah ayo, kakak temani ke sana."ujar Samuel yang hendak keluar namun sudah di tahan oleh Chaterine.


"Chaterine sendirian saja, tidak lama kok."jawab Chaterine dengan tersenyum manis, jika kedua kakaknya ikut bisa-bisa ia akan gagal menangkap orang itu.


Chaterine sendiri sangat yakin jika orang itu adalah suruhan seseorang yang ingin melukai keluarga Nya, Chaterine terus memperhatikan nya dari dalam mobil dan dari kejauhan sebenarnya ada anak buah nya yang menjaganya. tapi ia tidak bisa menghubungi anak buah nya selama sang kakak masih di sampingnya.


"ya sudah, tapi jangan lama ya sayang!"ujar Samuel, mereka merasa lega melihat adiknya yang tidak marah lagi.


adik nya yang satu ini sangat susah di bujuk kalau sudah marah, entah sifat siapa yang ada di dalam diri sang adik. Dady dan mommy nya sangat mudah di bujuk kalau marah sedangkan Chaterine, behh saat di bujuk bukan nya mereda justru kian jadi marah nya.


makanya mereka tidak pernah mengambil resiko untuk membuat adik nya marah kepada mereka semua.


"iya kak, kakak mau sekalian tidak."tanya Chaterine dengan lembut, bahkan ia sudah lupa kalau dirinya sedang marah kepada sang kakak.


"boleh sayang, sekalian saja dengan yang lainnya juga."jawab Samuel dan memberikan beberapa lembar uang kepada sang adik, walau mereka dari keluarga yang mampu tapi mereka tidak pernah risih saat memakan makanan pinggir jalan.


"tidak perlu kak, uang Chaterine masih ada kok." tolak Chaterine dengan halus, Samuel hanya bisa menghela nafas berat saat mendengar penolakan dari sang adik.


"Chaterine ke sana dulu ya kak,"seru Chaterine dan mendapatkan anggukan dari kedua sang kakak, Chaterine pun segera bergegas keluar dari dalam mobil dan berjalan santai menuju penjual di sana.


angel yang baru tiba di luar rumah sakit, mengernyitkan keningnya saat melihat Chaterine yang tengah berjalan ke pedagang kaki lima. angel mengikuti arah Chaterine.


Leon yang penasaran pun juga ikut pergi saat melihat Chaterine pergi ke arah penjual makanan dan ada angel di belakang nya. sedangkan para orang tua hanya diam saat melihat anak-anak mereka semua pergi meninggalkan mereka yang masih berjalan di belakang.


karena cuacanya juga sangat mendukung membuat Chaterine berteduh di bawah pohon, ia berjalan ke sisi lain untuk mengejutkan orang itu, Samuel beserta yang lainnya tidak curiga saat Chaterine berteduh di balik pohon karena memang cuaca nya yang memang sangat panas.


mereka semua memperhatikan Chaterine yang tengah mengendap-endap saat berjalan, setelah sampai di dekat orang itu Chaterine menepuk pundak orang tersebut dengan cukup keras sehingga membuat orang tersebut meringis kesakitan.


ia segera menoleh untuk melihat siapa yang sudah berani menepuk dirinya, saat berbalik betapa terkejutnya ia melihat orang yang tengah ia awasi sudah berada di depan nya.


"siapa yang menyuruh mu untuk datang ke sini hmm?"tanya Chaterine dengan dingin, pria tersebut menjadi ketakutan saat melihat tatapan mata dari Chaterine. ia menjadi gemetaran sendiri saat berhadapan langsung dengan Chaterine.


Chaterine yang melihat lawan nya gemetaran tersenyum mengejek, sepertinya dia sudah tahu siapa yang mengirim orang bodoh ini untuk dirinya.


"ke kenapa ka kamu BI bisa a ada di disini?" tanya orang itu dengan tergagap, ia merasakan hawa membunuh yang begitu besar di dalam tubuh Chaterine sehingga membuat nya gemetaran.


"apa menurutmu aku tidak akan bisa menemukan mu hmm?"jawab Chaterine dengan tersenyum mengejek, ia benar-benar muak Dengan orang-orang suruhan musuh dari kakek nya.


"kamu terlalu berani untuk mencari masalah dengan ku,"timpalnya, sebelum Chaterine bertindak, orang itu sudah jatuh pingsan terlebih dahulu karena tidak kuat menerima intimidasi dari tatapan Chaterine.


angel yang melihatnya menganga tidak percaya dengan apa yang ia lihat, bahkan sepupunya belum menyentuh nya orang itu sudah jatuh pingsan saking takut nya dengan Chaterine.


"kenapa bisa sampai pingsan? bahkan dia belum menyentuh nya sama sekali, ini sih nama nya pembunuhan tanpa menyentuh. sungguh wanita yang menyeramkan," batin Hans yang bergidik ngeri menatap ke arah Chaterine yang masih santai nya melihat lawan yang terkapar di tanah.


"calon istri Leon seperti iblis tapi berwajah malaikat, bisa-bisanya dia masih bisa tersenyum seperti itu saat menghadapi musuh." batin David yang tidak kalah terkejutnya saat melihat Chaterine yang masih santai-santai saja dengan menendang kecil tubuh pria itu.


"aku rasa semua orang sudah tertipu dengan wajah nya yang seperti malaikat ini, siapa yang tahu jika di balik wajah cantik nya ini tersimpan sesosok ratu iblis yang tengah bersembunyi."batin Dion, ia bahkan menarik pelan angel agar di dekat nya.


Leon maupun Alvin malah tersenyum melihat sikap Chaterine yang sangat berani, mereka saling melemparkan senyum.


Chaterine yang merasakan ada yang sedang menatap nya segera berbalik, lagi-lagi diri nya ketahuan oleh angel dengan yang lainnya.


Chaterine menarik nafas dalam-dalam bukan nya Takut kepada mereka tapi ia harus Siap mental dengan pertanyaan yang akan di berikan oleh sepupunya itu.


Chaterine mengangkat tangannya saat melihat angel yang ingin membuka mulut nya, Chaterine mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang untuk membereskan pria tersebut.


"datang ke tempat ku sekarang juga,"ujar Chaterine saat panggilan nya di sudah di angkat dan mematikan nya secara sepihak.


"ckck badan saja yang besar tapi penakut, menyebalkan."decak Chaterine dengan dingin dan ia kembali menatap ke arah angel yang tengah melihatnya.