ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 117


"apa menurut kalian uncle tidak akan menyelidiki tentang calon menantu uncle sendiri?"


"bukan begitu pa! itu artinya papa juga tahu jika Chaterine juga mafia."ujar Leon dan kini ia menatap wajah sang papa dengan tatapan yang menyelidik.


"tentu saja tidak son, papa hanya tahu jika Chaterine juga bisa berkelahi waktu kecil dan setelah kepergian sang kakek, Chaterine tidak pernah latihan bela diri." jawab papa Ludwig dengan tersenyum lebar, sebenarnya takdir pernah mempertemukan nya dengan Chaterine waktu kecil. tapi ia lebih memilih untuk merahasiakan nya.


"apa kamu tidak lapar son?" tanya mama Stella, karena dari tadi pagi putra dan menantunya belum makan apapun.


"nanti saja ma, sekalian bersama dengan Chaterine nanti."jawab Leon dengan tersenyum lebar, mama Stella senang melihat putra nya bahagia. ia merasa bersyukur menjodohkan Chaterine dengan putranya, dan membuat perubahan sikap,sifat Leon sangat terlihat di matanya


"lebih baik kamu bangunkan istri kamu sayang, kasihan dia juga belum makan dari tadi pagi?" seru mama Stella, Leon yang mendengar nya segera berlalu dan menuju ke kamar nya.


di sisi lain Chaterine yang baru bangun meringis kesakitan saat bagian bawahnya terasa sakit dan perih, saat hendak bangun tiba-tiba saja ia terjatuh dan bersamaan saat Leon membuka pintu kamar nya.


ceklek


"sayang, kenapa kamu bisa sampai jatuh?"tanya Leon yang khawatir saat melihat Chaterine terjatuh.


"eumm aku ingin ke kamar mandi."jawab Chaterine dengan gugup sekaligus malu, Leon tersenyum lebar melihat sikap malu-malu istri nya.


"tidak perlu di tutupi sayang! aku sudah melihat semua nya tadi malam?"seru Leon saat melihat Chaterine yang ingin mengambil selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya yang polos tanpa balutan pakaian sama sekali.


Leon yang mengerti segera menggendong Chaterine menuju ke kamar mandi, dan menaruh di dalam bathtub yang sudah berisi air yang sebelumnya ia siapkan sebelum dirinya turun.


"mandilah, jika butuh sesuatu panggil saja." ujar Leon dengan mengusap kepala Chaterine dengan penuh sayang, Chaterine menganggukkan kepalanya , tapi bukan Leon namanya jika tidak menggoda istrinya.


"apa kamu mau aku bantu mandi sayang?"tanya Leon dengan mengerlingkan matanya, Chaterine yang mendengar nya melotot ke arah Leon yang masih berdiri di ambang pintu.


"tidak, aku bisa sendiri."jawab Chaterine dengan memalingkan wajahnya, kenapa sikap Leon yang mesum seperti ini tidak pernah ia lihat sebelumnya.


Leon yang mendengar tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi istrinya yang malu-malu.


"cepatlah mandi, setelah itu kita akan makan bersama."ujar leon sebelum baru benar-benar pergi meninggalkan Chaterine di dalam kamar mandi.


Chaterine merasa lega saat Leon pergi, sungguh menyegarkan berendam didalam bathtub. Chaterine yang masih merasa lelah tertidur pulas di dalam bathtub, Leon yang tidak kunjung Chaterine keluar memilih untuk melihatnya. ia takut jika terjadi sesuatu kepada istri kecilnya.


"sayang, apa semua baik-baik saja."ujar Leon dengan memelankan suaranya saat melihat Chaterine tertidur di dalam bathtub, Leon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Chaterine.


"sayang...."panggil Leon dengan berbisik, Chaterine yang merasa terusik membuka matanya dan terkejut saat melihat Leon di sampingnya, entah mengapa saat Leon mendekati nya ia tidak bisa merasakan nya, padahal Chaterine selalu waspada walau tengah tertidur sekaligus tapi saat bersama dengan Leon justru tidak bisa merasakan kehadiran diri nya di dekatnya.


Chaterine berdiri dan mengambil handuk yang ada di dekat nya dan memakai nya begitu saja, Leon menahan tawanya saat melihat bintik-bintik merah yang ada di tubuh istrinya.


"aaaaaaaaaaa"teriakkan Chaterine memenuhi kamar Leon, untung saja kamar Leon sudah kedap suara.


dan benar saja baru juga di katakan Leon sudah mendengar teriakkan Chaterine, Chaterine terkejut melihat bintik-bintik merah yang begitu banyak nya, bahkan ia menjadi ragu saat akan turun ke bawah.


sampai-sampai ia menutup mulutnya, Leon masuk dengan santai dan melihat sang istri terlihat sangat terkejut.


"bagaimana cara nya aku turun jika bintik-bintik merah nya sebanyak ini." gumam Chaterine yang melihat pantulan diri nya dari kaca, Leon tersenyum lebar mendengar nya.


"tinggal keluar saja apa susah nya sayang, tidak perlu malu sayang, mereka semua pasti sudah mengerti."ujar Leon dengan enteng nya, Chaterine mencubit perut Leon cukup kuat.


"pakai lengan panjang saja kalau kamu malu sayang, lagi pula aku tidak mau mereka melihat tubuh mu." timpalnya dengan memeluk tubuh Chaterine yang memasang wajah cemberut, Leon mencolek colek pipi chubby Chaterine dengan gemas. Chaterine yang kesal pun akhirnya menggigit jari Leon dengan kuat dan setelah puas batu ia lepaskan gigitan nya, ia tidak peduli melihat Leon yang meringis akibat gigitan nya.


"tidak lihat ya di luar itu panas Leon, mana mungkin aku pakai pakaian berlengan panjang."ujar Chaterine dengan kesal, ia baru ingat jika ia juga membawa alat makeup nya yang biasanya untuk menyamarkan luka-luka nya selama ini.


"sakit sayang, kenapa malah di gigit."keluh Leon yang merasakan sakit dengan gigitan Chaterine, bahkan gigi sang istri juga menempel dengan jelas di jari nya.


Chaterine yang mendengar nya tersenyum lebar sambil menggaruk kepalanya, Leon yang melihat nya tidak bisa marah dan justru ikut tersenyum melihat tingkah laku Chaterine.


"keluar dulu, aku mau pakai baju." ujar Chaterine dengan mendorong pelan tubuh Leon hingga keluar dan barulah ia bisa memakai pakaian nya dan memoleskan make up tipis tipis.


Leon terus memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Chaterine di depan cermin, Leon sangat sabar menunggu Chaterine selesai.


setelah selesai mereka berdua turun, sedang kan Chaterine berusaha berjalan seperti biasa nya di depan keluarga Leon. Leon menggenggam tangan Chaterine dengan erat tanpa mau melepaskan nya sedikit pun, sedangkan para sahabatnya sudah bersiap-siap untuk menggoda pasangan baru itu.


"apa kamu ingin makan di luar saja?" tanya Leon saat masih melangkah di tangga,


"tidak perlu, aku mau makan di rumah saja."jawab Chaterine dengan tersenyum manis, bahkan mereka kini tengah menjadi sorotan keluarga Leon yang sedari tadi hanya menatap mereka saja.


"apa kamu yakin sayang?" tanya Leon untuk memastikan nya, Chaterine kembali tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


"ck, apa kalian belum puas bermesraan di kamar tadi malam? bisa-bisanya kalian bermesraan di hadapan kami." decak Hans yang kesal melihat pasangan baru itu bermesraan di depan mereka semua, sedangkan Leon tersenyum mengejek ke arah nya dan dengan sengaja mencium bibir Chaterine di depan keluarga nya.


Leon merasa puas melihat wajah kesalnya para sahabatnya, sedangkan Chaterine menundukkan kepalanya karena malu.


"bisa-bisanya anak itu membuat istrinya malu di depan kita seperti itu."ujar papa Ludwig dengan menghela nafas panjang melihat tingkah laku putranya sendiri.


entah sifat siapa yang dia tiru seperti ini, tapi di sisi lain ia merasa bahagia saat putra nya menemukan seseorang yang tepat untuk nya.