ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 146


"apa anda sudah lebih baik nona?"tanya Cruise


"hmm ya"jawab Chaterine sambil memegang kalungnya,


lagi-lagi Chaterine melihat sesuatu yang membuat nya semakin takut dan gelisah,


Cruise sendiri tahu apa yang sedang terjadi kepada nona nya saat ini tetapi mereka tidak bisa mencegah semua itu, karena takdir ini juga untuk menguji nona nya.


"siapa pria itu? sebenarnya apa yang ingin kakek katakan waktu itu."batin Chaterine, entah mengapa ia seperti memiliki hubungan dengan pria yang akhir-akhir ini muncul di penglihatan nya.


"kak Cruise, apa kakak tahu tempat terpencil dan tidak ada orang yang mengetahui tempat ini."tanya Chaterine, Cruise mencoba mengingat kembali tempat-tempat terpencil yang pernah ia kunjungi.


"apa ada yang lainnya nona?"tanya Cruise


"hmm ada sebuah villa di tempat itu dan ada sebuah taman bunga yang luas tapi aneh nya bunga yang berada di sana hanya bunga Popy."jawab Chaterine, Cruise terdiam sesaat setelah mengetahui tempat yang di maksud oleh nona nya. bagaimana mungkin nona nya tahu tempat terpencil seperti itu bahkan tidak pernah ada yang bisa masuk kedalam villa itu, jangan kan masuk, saat memasuki jalan villa itu saja tidak ada yang bisa melewati nya karena banyak jebakan di sana.


"apa anda pergi ke tempat itu nona?"tanya Cruise dengan penasaran.


"tidak, tapi entah mengapa aku seperti pernah kesana waktu kecil dan itu bersama dengan kakek. apa kamu tahu tempat itu kak Cruise?"jawab Chaterine seraya bertanya, Cruise mengangguk kan kepalanya. mungkin ini salah satu ingatan nona nya yang hilang waktu kecil.


"tempat itu ada di Paris nona, tempat itu berada di sebuah pulau terpencil dan jarang ada orang yang tahu tempat itu, jika anda ingin kesana anda harus naik kapal atau helikopter, jarak nya cukup jauh anda membutuhkan waktu satu hari untuk sampai ke sana."


"sedangkan villa yang anda maksud berada di tengah-tengah hutan dan di penuhi oleh jebakan."timpal Cruise, Chaterine mengangguk kan kepala nya.


"kak Cruise tolong siapkan sebuah kapal untuk ku, aku ingin pergi ke sana."ujar Chaterine, dia harus mencari tahu sendiri tentang tempat itu jika tempat itu ada hubungan nya dengan sang kakek kemungkinan besar ia akan mendapatkan sebuah jawaban tentang sesosok pria itu.


"tiga hari lagi."timpalnya, Cruise menganggukkan kepalanya, sepertinya ada sesuatu yang ingin di lakukan oleh nona nya di sana nanti nya.


"ayo kita pergi bersenang-senang!"seru angel sambil merangkul pundak Chaterine, niat nya datang ke sini untuk memberikan pelajaran kepada pasangan hina itu.


"iya"jawab Chaterine dengan singkat


"kalian para pria tidak boleh mengikuti kami."ujar angel, Chaterine hanya diam saja mendengarkan perkataan dari angel.


angel memberikan kode kepada Leon untuk tidak mengikuti mereka kali ini, karena dia ingin jalan-jalan berdua saja dengan Chaterine kali ini.


"angel, ajak Chaterine untuk makan dahulu ." ujar Leon.angel menganggukkan kepalanya.


saat para perempuan sedang bersenang-senang di luar terbanding terbalik dengan para pria yang sedang mengatur rencana untuk menangkap Markus dalam waktu dekat ini.


hampir siang hari mereka berdua baru kembali, tentu saja Cruise mengikuti Chaterine kemana pun ia pergi dan mengawasi nya dari kejauhan.


"bukan urusan mu."jawab angel dengan ketus, dan menarik tangan Chaterine dan membawanya untuk duduk di sofa.


sedangkan Cruise berdiri di belakang tubuh Chaterine.


"kak Cruise, tolong katakan lebih perinci tentang tempat itu."ujar Chaterine, Cruise mengatakan semua yang ia tahu hingga tidak tersisa dan bahkan ia juga menceritakan tentang dirinya yang pernah kesana tetapi tidak bisa melangkah menuju ke arah villa itu.


"ada apa nona?" tanya Cruise saat melihat Chaterine yang tengah memikirkan sesuatu.


"entahlah kak Cruise, aku merasa tempat itu memang tidak asing untuk ku tapi tentang pemasangan perangkap di sana memang membuat ku sedikit terkejut." jawab Chaterine,sambil memainkan pisau kecil yang selalu ia bawa.


"tapi nona, saya pernah mendengar jika tempat itu di miliki oleh seorang dokter kecil dulu nya dan tempat itu pernah di gunakan untuk membunuh salah satu orang-orang itu." entah mengapa perkataan dari Cruise membuat Chaterine sedikit mendapatkan penglihatan nya kembali tentang tempat itu.


Chaterine memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Ingat kak Cruise, orang-orang itu tidak boleh tahu tentang orang-orang terdekat ku apalagi sampai mereka berani menyentuh mereka." ujar Chaterine dengan dingin.


"saya mengerti nona."


"nona, apa saya boleh bertanya sesuatu kepada anda?"


"apa?"


"jika suatu saat nanti mereka mengetahui tentang identitas diri anda yang sesungguhnya dan menjadikan anda sebagai umpan untuk menjatuhkan keluarga anda maka apa yang akan anda lakukan?"tanya Cruise dengan berhati-hati, jangan sampai ia menyinggung perasaan nona nya saat ini.


"menurut mu apa yang akan aku lakukan kak Cruise?"bukannya menjawab pertanyaan dari Cruise justru Chaterine berbalik bertanya.


"saya tidak tahu nona."jawab Cruise dengan jujur. Chaterine berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah belakang tubuh Cruise.


"jika sampai itu terjadi, aku akan mengobarkan diri ku sendiri. aku mungkin kelemahan untuk mereka tapi aku tidak ingin melihat keluarga dan orang-orang terdekat ku menjadi korban orang-orang gila itu, aku lebih memilih tiada dari pada aku harus melihat kehancuran keluarga ku dan pada saat itu lah tugas kalian selanjutnya untuk melindungi keluarga ku dan tugas kalian melindungi ku sudah berakhir." jawaban dari Chaterine membuat mereka shock, tentu saja mereka tidak menyangka jika Chaterine akan berkata seperti itu.


"ingat kak Cruise, takdir tidak bisa di rubah dan kita hanya bisa menjalani takdir itu sendiri. sekeras apapun kita mencoba untuk mengubah takdir tetapi tetap akan sulit menjalani nya, hidup butuh pengorbanan yang besar dan jika takdir masih mengizinkan aku untuk hidup maka aku akan tetap hidup tapi jauh dari kalian."


"saya mengerti nona."


"lakukan tugas mu kak Cruise, aku ingin mendengar hasil nya besok."ujar Chaterine dengan menepuk pundak Cruise, tentu saja ia tahu apa yang akan terjadi pada nya di masa depan.


Chaterine terdiam dan terus melihat ke luar ruangan, terlahir kembali membuatnya merubah sikap nya yang dulu. tidak merasa kesepian kembali dan ada yang harus ia jaga juga.


mungkin di kehidupan sebelumnya ia di takdir kan tidak memiliki keluarga dan hidup sebatang kara bersama anggota pembunuh bayaran nya dulu, menjadi seorang mesin pembunuh dan membalas dendam kepada orang-orang yang sudah membunuh keluarga nya dulu dan pada akhirnya ia harus meninggal dunia bersama dengan anggota nya, dan kini ia kembali di lahir kan di keluarga yang sangat menyayangi nya dan selalu melindungi nya, tetapi dia juga sebuah ancaman bagi keluarga nya sendiri.