
kini para wanita sudah berada di salon tempat langganan Grace, sedangkan para pria mereka sibuk dengan urusan masing-masing.
Samuel sendiri sekarang berada di salah satu toko perhiasan, ia ingin mengambil kalung yang sudah ia pesan untuk sang adik yang akan bertunangan hati ini.
tanpa Samuel sadari ternyata sang Dady dan kedua saudara kembar nya juga berada di sana , mereka juga ingin mengambil pesanan mereka hari ini dan akan di berikan kepada Chaterine sebelum acara pertunangan nya berlangsung.
bahkan Melvin bingung sendiri saat melihat mereka bisa berkumpul di tempat yang sama,
setelah selesai mengambil pesanan mereka, kini mereka pergi ke sebuah restoran di dekat mall dan mengobrol sambil meminum kopi yang mereka pesan.
di sisi lain angel secara diam-diam mengambil foto dan video Chaterine yang tengah melakukan perawatan dan dikirim kan kepada Leon saat ini, sesekali Chaterine juga mengajak mereka ambil foto untuk di jadikan kenang-kenangan.
Leon yang melihat video dari angel kembali tersenyum lebar, entah mengapa ia merasa sangat bahagia saat melihat wajah Chaterine.
perasaan yang membuatnya menjadi tidak tenang sekarang telah hilang setelah melihat calon tunangannya yang sedang di salon.
setelah dari salon mereka kembali bersenang-senang di mall, mereka membeli beberapa pakaian, tas, sepatu, aksesoris dan lain-lain. sedangkan Chaterine lebih memilih untuk membeli beberapa aksesoris dan beberapa buku untuk ia baca.
kini mereka semua telah berada di kediaman keluarga banedict, mereka semua tengah bersiap-siap untuk acara pertunangan Chaterine dan Leon yang sebentar lagi akan mulai.
Chaterine sendiri tengah duduk di depan meja riasnya, ia menatap dirinya melalui pantulan cermin. ia memakai gaun yang indah dan elegan, tidak lupa ia juga memakai kalung pemberian dari Leon sebelumnya.
Chaterine menyunggingkan senyum nya, ia meraih ponselnya dan mengambil beberapa foto dirinya,
"tok tok tok tok"
"sayang,apa boleh Dady masuk?"
"masuk saja dad, pintunya tidak Chaterine kunci."jawab Chaterine dengan gugup, ia tidak pernah segugup ini sebelum nya tapi malam ini ia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.
saat sang Dady masuk, Chaterine memiringkan kepalanya saat melihat kakak dan uncle nya juga berada di belakang tubuh sang dady, Chaterine mengangkat sebelah alisnya dan menatap aneh ke arah mereka.
"kamu sangat cantik sayang."ujar Dady Axel sambil membelai pipi sang putri dengan kasih sayang, ia sebenarnya masih belum bisa melepaskan Chaterine tapi apa boleh buat, jika bukan karena pria itu mungkin ia tidak akan menikah kan putri nya secepat ini.
"ini hadiah dari Dady dan mommy untuk mu."
"aku tidak menginginkan hadiah apapun dari Dady, mommy,kakak, uncle dan juga aunty. Chaterine sudah mendapatkan hadiah yang lebih berharga dari pada ini semua." ujar Chaterine, ia menahan sekuat tenaga agar tidak menangis di depan sang dady.
"apa?" Tanya mereka semua yang kebingungan dengan pernyataan dari Chaterine. Chaterine tersenyum sangat lebar ia bahkan menatap sangat dalam wajah keluarga nya satu persatu.
"kebahagiaan Dady, mommy, kakak, uncle dan aunty, adalah hadiah yang berarti untuk Chaterine."
"apa kamu ingin membuat kami semua menangis terharu hmm?" tanya Samuel, ia kemudian mencium pipi Chaterine dengan gemas. Julio juga sama ia menarik hidung sang adik,
"haha kakak berhenti menggelitik ku." ujar Chaterine saat Gavin dengan sengaja menggelitik nya.
"kamu terima hadiah dari kami, Dady dengan yang lainnya keluar dulu. kamu segera selesai kan riasan mu." ujar Dady Axel sebelum pergi ia mencium kening putri nya, dan segera turun karena ia harus menyambut kedatangan para tamu, begitu juga dengan putra mereka dan Melvin.
"terima kasih,Dady, uncle,kakak."
Chaterine menatap perhiasan yang di berikan oleh orang tua, kakak,dan uncle nya. Chaterine melepaskan kalung pemberian dari Leon dan memilih memakai perhiasan dari keluarga nya sendiri.
setelah kepergian sang dady, Grace juga datang dengan membawa hadiah untuk Chaterine, ia juga memesan hadiah itu beberapa hari yang lalu.
"kak Grace,"panggil Chaterine saat melihat sang kakak berdiri di depan pintu kamar nya, Grace berjalan menuju sang adik dan tersenyum lebar ke arah nya.
"hadiah untuk mu sayang."ujar Grace dengan menyerahkan kotak kecil di tangan nya. Chaterine menerima hadiah itu dengan senang hati,ia tidak lupa juga mengucapkan terima kasih kepada sang kakak.
"terima kasih kak."
"sama-sama sayang,kakak turun duluan ya. nanti angel akan datang ke sini untuk menemani turun."ujar Grace, ia memeluk sang adik, adik kecilnya kini sudah tumbuh dewasa dan tidak mungkin bagi mereka untuk tetap menahan Chaterine di sisi mereka.