
Chaterine bernafas lega karena sepupunya menghubungi diri nya di waktu yang tepat, sebelum mereka kembali bertanya.
drt....drt....drt....
"aku angkat telepon dulu."ujar Chaterine dengan tersenyum dan mengangkat telefon nya dengan segera.
"hallo angel." sapa Chaterine dengan seseorang di sebrang telefon, Dion mengernyitkan keningnya saat nama yang tidak asing untuk nya di sebut, begitu dengan yang lainnya. mereka menatap Chaterine dengan tatapan yang berbeda dan sulit di jelaskan.
"Chaterine, papi hari pulang! aku ingin menjemput nya, apa kamu ingin ikut?." tanya Angel dari sebrang telefon.
"benarkah, sayang sekali aku tidak bisa ikut kamu pergi! di rumah sedang ada tamu." ujar Chaterine pelan dan sedikit menjauhkan handphone nya.
"aku akan minta izin langsung ke uncle, kamu bersiap-siaplah kita jemput papi?." ujar angel yang sudah di jalan menuju ke mansion keluarga Chaterine.
"angel, aku benar-benar tidak bisa ikut. kamu pergilah menjemput uncle, aku akan datang ke rumah besok saja?."jawab Chaterine dengan kecil, sepupunya ini memang keras kepala nya hampir sama dengan nya.
"hmmm... baiklah kalau begitu aku akan pergi tanpa mu, sampai jumpa Chaterine." ujar angel dengan berputar kembali ke arah bandara.
"emm sampai jumpa besok, hati-hati di jalan angel. oh satu lagi jangan telat sampai kampus besok atau aku akan menghukum mu besok." ujar Chaterine dengan memperingati sepupunya agar tidak telat datang ke kampus.
"iya, iya... bawel banget sih kamu, lama-lama kamu ini mirip dengan aunty dan mami tahu gak?." gerutu angel di sebrang telefon, Chaterine pun yang mendengar Omelan angel menjauhkan handphone nya menjauh dari telinga nya.
"udah selesai belum ngomel nya, kalau udah selesai aku matikan ya! lama-lama telinga aku bisa putus karena mendengar ocehan mu itu." ujar Chaterine dan segera mematikan panggilan telepon nya, agar tidak kena Omelan sepupunya yang sudah seperti emak-emak.
sedangkan angel mendengus kesal karena Chaterine sudah mematikan panggilan nya secara sepihak.
sedangkan Chaterine cekikikan saat mematikan panggilan dari sepupunya.
Chaterine mengernyitkan keningnya saat menyadari jika Leon dengan sahabat nya sedang menatap kearah nya, Chaterine pun melambaikan tangannya di depan mereka dan berhasil membuat mereka sadar kembali dari lamunan mereka semua.
"kenapa kalian menatap ku seperti itu?." tanya Chaterine yang masih memperhatikan raut wajah mereka yang masih kebingungan.
"angel yang menelepon ku barusan adalah sepupu ku? memang nya kenapa?."jawab Chaterine menaikkan satu alisnya menatap wajah mereka satu persatu.
"nama itu seperti tidak asing untuk kami?." ujar Hans sambil mengingat tunangan dari Dion yang sedikit bar-bar dan tomboy.
"mungkin cuma kebetulan saja, lagi pula nama angel tidak hanya satu saja kan."jawaban Chaterine membuat mereka menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang di katakan oleh Chaterine.
"emm... apa pekerjaan kalian?."kali ini Chaterine yang bertanya kepada mereka semua.
"kami seorang CEO."jawab Dion dengan cepat.
"oh.. tapi kenapa aku merasa pekerjaan kalian tidak hanya seorang CEO, dan dari tampilan kalian semua kenapa mirip seorang mafia?." ujar Chaterine yang ingin melihat reaksi dari mereka semua, seperti dugaan nya mereka terlihat gugup.
"hmm benarkah, kami merasa penampilan kami sama saja! lagi pula kamu tahu darimana tampilan seorang mafia?." ujar Leon dengan memperhatikan wajah Chaterine dengan seksama.
"aku melihat novel ini, bukan kah penampilan nya sama seperti kalian hmm." jawab Chaterine dengan menunjuk kan novel yang ia bawa.
"kami pikir kamu pernah bertemu dengan mafia sebelumnya?." ujar Dion bernafas lega begitupun dengan yang lainnya.
"emm.. seperti nya aku memang pernah bertemu dengan mereka, saat aku sedang liburan dengan mahasiswa lainnya."Jawab Chaterine dengan tenang, sedangkan mereka hanya saling pandang satu sama lain.
"kamu pernah bertemu dengan nya dimana?." tanya Alvin menaikkan satu alisnya menatap wajah Chaterine.
"di Jepang kak Alvin, kami juga tidak sengaja bertemu dengan mereka. lagi pula itu udah lama kejadian nya."ujar Chaterine acuh.
"jika kamu bertemu dengan nya kembali, lebih baik kamu menjauh dari nya sayang." ujar Leon dengan tersenyum lembut, sedang kan Chaterine Pamela yang mendengar panggilan sayang dari Leon terpaku.
"emm." ujar Chaterine dengan memalingkan wajahnya karena terasa panas, ia yakin jika wajah nya pasti sudah sangat merah.
Leon yang melihat reaksi Chaterine pun tersenyum kecil dan masih memperhatikan gadis pujaannya itu, walau kini ia sedang memalingkan wajahnya dari nya.