ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 105


Chaterine duduk dengan wajah cemberut, sedangkan semua kakak nya sengaja mengacuhkan nya.


Samuel melirik ke arah Chaterine yang masih mengusap telinga nya yang masih sangat merah.


"selama ini kamu ada di mana sayang?" tanya Dady Axel dengan lembut, keluarga Leon juga ada di sana sebelum Chaterine kembali mereka sudah berada di sana untuk membahas tentang pernikahan anak-anak mereka.


"Jerman."jawab Chaterine dengan ketus, Axel yang melihat perubahan ekspresi putrinya yang masih cemberut menghela nafas panjang.


"kalau ngejawab itu yang baik, jangan ketus seperti itu!"seru Julio dengan menepuk pelan bibir sang adik dan membuat Chaterine semakin kesal.


angel menghentikan tawanya yang melihat tatapan mata dari Chaterine, entah mengapa dia menjadi takut.


"sayang kamu mau kemana?." tanya mommy Jovinka saat melihat Chaterine berdiri dari tempat duduknya,


"ke kamar."jawab nya ketus dan berlalu pergi begitu saja, Samuel yang menyadari jika sang adik menjadi marah segera mengejarnya.


tapi sayang sang adik sudah terlebih dahulu menutup pintu kamar nya dan mengunci nya.


brak


Chaterine membanting pintu kamar nya dengan sangat keras dan bisa di dengar oleh mereka yang berada di bawah, Samuel mengusap dada nya melihat sang adik yang tengah membanting pintu kamar nya.


sampai makan siang pun, Chaterine tidak ada turun. seharusnya mereka yang marah tetapi kini justru sang adik yang marah.


saat mereka sedang membahas kembali tanggal pernikahan Leon dan Chaterine, mereka di kejutkan dengan kedatangan Kim yang tengah terburu-buru entah apa yang terjadi sehingga membuat nya seperti itu.


"tuan besar." panggil Kim dengan sopan, Axel heran saat melihat kebingungan di wajah Kim yang berdiri di samping nya saat ini.


"ada apa Kim?" tanya Dady Axel, mungkin ada hal penting yang ingin dia sampaikan, pikir nya.


"tuan, di depan ada seseorang yang mencari nona kecil." jawab Kim, ia sendiri tidak tahu siapa yang datang dan tidak berani memberikan izin masuk tanpa izin dari tuan nya.


"biarkan dia masuk kak Kim, dia anak buah Chaterine." ujar Chaterine yang sudah berada di dekat mereka, sebelum dia turun, anak buah nya sudah menghubungi nya dan mengatakan jika sudah berada di depan rumah nya. Kim segera membawa orang itu masuk.


sedangkan Chaterine duduk dan menyibukkan diri nya dengan ponselnya, ia tidak memperdulikan dengan tatapan mata dari keluarga nya.


"nona."sapa pria asing itu dengan hormat,


"maaf nona, wakil CEO baru saja memberikan nya kepada saya."jawab orang itu dengan jujur, ia takut terkena amukan dari nona muda nya. orang yang sudah lama mengikuti Chaterine, pasti akan mengetahui sifat Chaterine yang sebenarnya itu membuat mereka segan dan takut kepada Chaterine.


"potong gaji, kamu mengganggu waktu istirahat ku." bawahan nya tersenyum kecut, ini lah konsekuensi nya jika berani mengganggu waktu istirahat nona nya,


"maaf nona."ujar nya penuh sesal, walau tidak rela gaji nya di potong tapi ia harus menerima nya dengan lapang dada, mereka lebih memilih di potong gaji dari pada harus di hukum.


Chaterine segera membaca berkas-berkas yang berada di tangan nya dan segera menandatangani nya, ia membaca nya dengan sangat teliti dan hati-hati agar tidak ada masalah di kemudian hari nya.


"pergilah.... lain kali jangan mengganggu waktu istirahat ku jika tidak ingin di potong gaji mu." ujar Chaterine dengan menyerahkan berkas yang sudah ia tanda tangani.


"Zurich, batal kan makan malam ku dengan tuan muda Xavi. katakan padanya jika aku ada urusan lainnya."


"baik nona, nanti saya sampaikan kan."


"jangan sampai lupa.'


"baik nona, saya permisi nona."


"hmm." Samuel menatap wajah Chaterine dengan lekat, sepertinya adik nya masih menyembunyikan rahasia yang lainnya kepada mereka semua.


"siapa dia sayang?" tanya Dady Axel dengan melihat kearah telinga Chaterine yang sudah tidak merah lagi.


"sekertaris ku." jawab nya dengan santai, dan cekikikan saat melihat video yang lucu. Axel melanjutkan obrolan mereka, hingga membuat Chaterine melihat ke arah mereka.


"bagaimana dengan satu Minggu lagi Ludwig? apa kamu setuju?." tanya Dady Axel, tidak tahu saja jika wajah putri nya sudah merasa kesal.


"bagaimana dengan mu sayang?"tanya Dady Axel menatap wajah Chaterine yang masih sibuk dengan handphone nya.


"terserah Dady saja,." jawab Chaterine dan membuat anggota keluarga nya bahagia, Leon tersenyum lebar mendengar perkataan dari Chaterine.


tentu saja dia sudah tidak sabar untuk menikah dengan Chaterine dan menjadikan nya menjadi miliknya seutuhnya.


"kalau begitu besok kamu bisa ikut aunty ke butik kan sayang?" tanya mama Stella, sesekali ia melirik ke arah putra yang tengah tersenyum