
bahkan Leon tidak melanjutkan kegiatan panas mereka setelah di pergoki oleh sang mama.
sedangkan mama Stella tertawa terbahak-bahak saat mengingat ekspresi wajah Chaterine yang sedang malu tadi,bahkan mama Stella tidak sadar jika dirinya saat ini tengah di tatap oleh semua orang.
"sepertinya aunty sangat bahagia?"tanya Dion
"tentu saja, tadi aunty menonton sesuatu yang menarik."jawab nya
"apa itu aunty?"tanya Erick
"rahasia."jawab mama Stella, bagaimana mungkin ia menceritakan yang terjadi di kamar Leon tadi, ia sendiri tidak ingin membuat menantunya lebih malu lagi Nanti nya.
sudah di pastikan jika menantunya akan merasa malu saat bertemu dengan nya nanti tapi ia akan berusaha untuk bersikap seperti biasanya saja.
"sayang, kamu mau makan sekarang atau nanti?"tanya Leon yang sudah memakai pakaian nya.
"nanti saja, aku belum lapar."jawab Chaterine yang kembali melamun, bahkan saat Leon menggendong untuk membawa turun saja ia tidak sadar akan hal itu.
"ck, kalau mau bermesraan di dalam kamar saja sama."ujar David saat melihat Leon menggendong Chaterine untuk membawa nya turun. dan seketika membuat Chaterine tersadar dari lamunannya.
"turunkan aku."ujar Chaterine Sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya, Leon memang sengaja membawa Chaterine turun saat tengah melamun tadi dan benar saja jika istrinya tidak sadar akan h itu.
Leon menurunkan Chaterine setelah berada di anak tangga yang terakhir, saat turun tatapan mata yang dia tangkap adalah mama Stella yang tengah tersenyum lebar ke arah nya.
Chaterine menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan menundukkan kepalanya saat ini. bagaimana mungkin ia tidak merasa malu saat kepergok seperti tadi dan untung saja dia masih berpakaian lengkap, jika tidak mungkin dia sudah tidak berani bertemu dengan ibu mertua nya.
Leon menarik tangan Chaterine dengan pelan dan membawa nya ke ruang makan, jika dia tidak memaksa istrinya untuk makan mungkin asam lambung sang istri akan kambuh kembali dan itu tidak mungkin ia biarkan begitu saja.
setelah sampai di ruang makan, Leon mengambilkan makanan untuk Chaterine dan dirinya, Chaterine yang melihat makanan di depan nya sungguh membuat nya tidak selera.
tetapi ia juga tidak enak hati kepada Leon yang sudah mengambilkan nya makanan, Chaterine memakan makanan itu dengan perlahan-lahan, Leon tersenyum saat melihat sang istri yang sudah mau makan
tidak masalah jika istri nya akan memakannya sedikit asal istrinya sudah makan dan membuat nya cukup senang melihatnya, walau sebenarnya ia sangat penasaran saat mendengar perkataan Chaterine tadi tapi ia memilih untuk tidak bertanya sekarang ini.
ia tahu jika suasana hati sang istri sedang tidak baik-baik saja saat ini.
"setelah ini kamu harus minum obatnya."ujar Leo setelah mereka selesai makan, Chaterine mengangguk saja mendengar nya.
"duduk lah dulu sayang!"seru papa Ludwig kepada putra dan menantunya.
"apakah sudah lebih baik sayang?"tanya papa Ludwig saat mereka berdua sudah duduk di samping nya.
"iya pa"jawab Chaterine dengan pelan
"kapan kalian mau berangkat bulan madu?"tanya mama Stella sambil cekikikan saat melihat wajah Chaterine yang kembali merah.
"lain kali saja ma,"jawab leon sambil melirik ke arah Chaterine yang tengah memalingkan wajahnya.
"besok kalian akan berangkat untuk bulan madu!"seru papa Ludwig dengan santainya, Chaterine yang mendengar nya sontak saja membuatnya berdiri.
"besok pa?"tanya Chaterine yang masih shock.
"Leon masih ada pekerjaan pa!"seru Leon, memang benar pekerjaan nya sangat banyak akhir-akhir ini, apalagi dia sudah tidak masuk kantor selama tiga hari dan entah seberapa banyak nya dokumen yang ada di meja kerja nya.
"biar papa yang mengurusnya."
"baiklah pa, kita akan berangkat bulan madu besok."jawaban Leon sukses menatap tajam ke arah Leon.
Chaterine hanya diam saja mendengar nya, walaupun dia ingin menolak nya akan tetap mereka memaksa nya untuk pergi.
"halo sayang!"seru Dion yang mendapatkan telepon dari angel.
"apa Chaterine ada di dekat mu, aku menelepon nya tidak di angkat oleh nya."jawab angel to the poin, Dion yang mendengar nya menjadi kesal. bukannya mengatakan jika dia merindukan nya tapi malah bertanya soal sepupunya itu.
"iya, dia ada di sini."ujar Dion dengan menatap tajam ke arah Chaterine, sedangkan sang empu nya hanya cuek saja.
"berikan padanya sebentar, aku ingin berbicara."
Dion yang mendengar nya segera menyodorkan ponsel nya ke arah Chaterine. Chaterine mengangkat sebelah alisnya sambil menatap ke arah Dion.
"angel, ingin berbicara dengan mu!"seru Dion, Chaterine meraih ponselnya dan berbicara dengan angel.
"ada apa?"tanya Chaterine
"Chaterine, help me."
"ada apa dengan mu"tanya Chaterine, obrolan mereka tentu saja bisa di dengar oleh semua orang yang berada di sana,
"aku mendapatkan tugas dadakan dari dosen di universitas baru ku,dia lebih killer dari dosen kita dulu."keluh angel, tugas yang diberikan membuat kepala nya terasa mau pecah.
"lalu?"tanya Chaterine dengan santai.
"bantu aku buat mengerjakan tugasnya, kepala ku sudah mau pecah rasanya."ujar angel, sepertinya bukan hanya dia saja yang pusing tetapi kedua teman nya juga akan merasakan hal yang sama dengan nya saat ini.
"kamu kebiasaannya angel, aku mau tidur. kamu minta bantuan saja sama tunangan mu."ujar Chaterine dengan kesal, sepupunya itu memang seenak jidatnya saja, dia yang mendapatkan tugas tetapi orang lain yang harus pusing memikirkan nya.
"ck, yang ada tidak akan selesai Chaterine. justru tugas ku akan tetap kosong nanti." Dion yang mendengar nya menjadi kesal.
"hmm, aku akan bantu tapi kamu harus datang ke sini dan aku hanya akan mengajari nya saja." ujar Chaterine dengan tegas, enak saja ingin diri nya begadang tapi sepupunya malah enak-enakan tidur di rumah. tentu saja tidak akan membiarkan nya begitu saja.
"oke, tidak masalah."ujar angel dengan mematikan panggilan telepon nya secara sepihak, Chaterine mendengus kesal melihat itu. obrolan mereka belum juga selesai tapi sudah main matikan begitu saja.
Chaterine mengembalikan handphone milik Dion dan menunggu angel di ruang keluarga, membutuhkan waktu satu jam untuk angel sampai di rumah keluarga Leon.
setelah sampai angel bergegas masuk dengan berlari karena waktu untuk mengumpulkan nya tinggal sedikit lagi.
"Chaterine."panggil angel yang sedikit ngos-ngosan akibat berlari tadi.
"ayo cepat bantu aku, itu dosen gila minta waktu satu setengah jam lagi harus di kumpulkan."timpalnya, Chaterine menganggukkan kepalanya dan mengambil laptop milik angel dan mencari tugas yang diberikan oleh dosen nya itu.
saat Chaterine melihat tugas yang di berikan oleh dosen angel sedikit terkejut dan mengernyit kan keningnya, entah mengapa ia merasa familiar dengan tugas yang diberikan oleh dosen itu.