
"dimana pun ada Chaterine di situ juga ada angel, begitu juga dengan sebaliknya ma."timpalnya lagi, jelas saja dia tahu, karena tunangannya selalu saja bercerita tentang sepupunya dulu saat mereka masih di luar negeri, jika saja Leon tidak mengingat kan nya mungkin dia akan benar-benar lupa dengan kedekatan angel bersama dengan Chaterine.
saat mereka tengah asyik bercerita,lain halnya dengan kedua orang tua Leon yang sedang memperhatikan sesuatu,
"ada apa dengan uncle?"tanya Dion yang penasaran dengan apa yang sedang di perhatikan oleh orang tua Leon saat ini
"orang yang sedang kalian bahas sekarang ada di tangga."jawab papa derent Dengan tersenyum lebar, mereka semua melihat ke arah tangga dan mendapati Chaterine yang turun dengan wajah mengantuk.
saat sampai di tangga terakhir ia tidak sengaja menabrak sebuah guci antik yang untungnya tidak terjatuh dan pecah.
"hais kak Sam, kalau berdiri itu jangan di tengah jalan. jadi sakit kan kepala aku."gerutu Chaterine dengan mengusap keningnya yang terbentur dengan guci antik itu, sedangkan semua orang menahan tawa mereka. kini mereka tahu alasan kenapa guci dekat tangga di rumah Chaterine selalu di singkirkan setiap malam.
"eumm dapur ke arah mana ya, sana atau sana." Chaterine yang kebingungan memilih diam saja di tangga sambil duduk dengan mata yang terpejam.
Leon yang hendak ingin menghampiri sang istri di tahan oleh kedua orang tuanya, mereka ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh Chaterine setelah ini.
"hais siapa yang mendorong ku sih, sakit sekali."gerutu Chaterine yang lagi-lagi terjungkal ke depan, untung saja para pelayan sudah tidak ada dan hanya disaksikan oleh keluarga Leon saja.
"ayo Chaterine bangun!"seru Chaterine dengan menggeleng kan kepala nya dengan cepat dan menepuk pipi setelah nya. Chaterine mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ia baru ingat jika dia Sekarang berada di rumah suaminya. kemudian dia segera berdiri dan menuju ke dapur untuk mengambil minum.
semua orang dengan susah payah mereka menahan tawa mereka agar tidak ketahuan oleh Chaterine.
"rumah ini jauh lebih sepi dari pada rumah Dady." ujar nya setelah mengambil air dingin untuk di bawa ke dalam kamar, ia menghentikan langkahnya sejenak. entah mengapa Chaterine merasa jika sedang ada seseorang yang sedang mengawasi nya dari kejauhan.
tapi dengan cepat ia tepis semua pikiran nya itu, mungkin saja dia kelelahan hari ini, sehingga membuatnya berprasangka buruk. dengan cepat ia melangkah masuk ke dalam kamar, setelah sampai di dalam kamar Chaterine tidak kembali tidur melainkan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
setelah tertawa puas,Leon kembali ke dalam kamar nya. sesampainya di dalam kamar Leon cukup terkejut saat tidak mendapati sang istri di atas ranjang tidur nya, saat melangkah lebih dekat ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi dan membuat nya merasa lega.
Leon langsung menghempaskan tubuhnya dengan kasar sambil menunggu Chaterine selesai mandi, saat keluar dari dalam kamar mandi ia di kejutkan dengan Leon yang sudah berada di atas ranjang. Chaterine menggaruk kepalanya dan segera memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan mata Leon.
"kalau tahu begini, aku lebih memilih memakai baju di kamar mandi saja.malu sekali rasanya."batin Chaterine, bagaimana tidak malu jika ia hanya menggunakan handuk sebatas dada sampai di atas lutut.
dengan cepat Chaterine segera pergi untuk mengambil pakaian milik nya, leon yang melihatnya tidak tinggal diam.
Leon segera bangun dan berjalan cepat untuk menghampiri Chaterine, setelah sampai Leon memeluk erat tubuh Chaterine dengan kuat dan sesekali ia mencium punggung Chaterine yang terlihat.
melihat Chaterine seperti itu membuat hasratnya tidak terbendung lagi, dia langsung menerkam Chaterine dan mencium bibir Chaterine, kini ciumannya menjadi ******* kecil. Leon menahan tengkuk leher Chaterine untuk memperdalam ciuman nya, dengan perlahan berjalan mundur untuk membawanya ke ranjang tempat tidur mereka.
dan sekarang Leon sedang menindih tubuh Chaterine dan mencium bibir ranum milik istri nya, Chaterine yang mendapatkan serangan mendadak tentu saja terkejut.
Chaterine memukul pelan dada bidang suaminya, Leon yang melihat Chaterine mulai kesusahan untuk bernafas melepaskan ciumannya sebentar.
mereka sama-sama menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, Leon menatap wajah Chaterine yang masih berada di Kungkungan nya dan mengusap bibir sang istri yang basah karena nya.
"kamu sangat cantik sayang, kenapa keluar dari dalam mandi hanya seperti ini? apa kamu ingin menggoda ku hmm?" tanya Leon Dengan tersenyum menggoda ke arah Chaterine, Chaterine yang mendengar perkataan dari Leon .mencubit perut Leon Dengan kuat sehingga membuat sang empu meringis.
"aku memang cantik dari lahir, mana aku tahu jika akan ada pria mesum yang masuk ke dalam kamar ini, jika aku tahu dari awal akan memakai pakaian di dalam kamar mandi saja."jawab Chaterine dengan kesal sambil memanyunkan bibirnya, Leon yang mendengar nya tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban dari istrinya.
sepertinya hari-hari nya akan menyenangkan selama istrinya ada di dekat nya, bahkan kehadiran Chaterine membuat keluarga nya kembali utuh. walau dari pihak sang papa masih ada beberapa yang tidak datang ke acara pernikahan nya, baginya tidak masalah karena mereka juga sudah mengucapkan lewat telepon.
"apa kamu lupa sayang jika pria mesum yang kamu maksud ini adalah suami kamu Sendiri hmm?"tanya Leon Dengan mencubit pipi Chaterine dengan gemas, memang istrinya terkadang terlihat pemarah, tegas, cuek,datar dan dingin tapi di balik itu semua ada sisi tingkah lucu, dan manja nya.
"benarkah, memangnya kapan kita menikah?"jawab Chaterine seraya bertanya, ia berpura-pura lupa dengan pernikahan nya dengan cara berpura-pura sedang memikirkan sesuatu.
Leon yang melihat semakin gemas saja melihat nya, ia terus saja memberikan ciuman bertubi-tubi kepada sang istri, sedangkan Chaterine tertawa terbahak-bahak merasa geli di cium terus oleh Leon.
mereka tidak tahu saja jika sekarang ini sedang ada beberapa sepasang telinga yang mencuri dengar dari mereka saat ini, tapi mereka semua seperti nya lupa jika kamar Leon sudah kedap suara. mau selama apa mereka di luar juga tidak akan bisa mendengar obrolan mereka saat ini.
Leon memandang wajah Chaterine yang sedang duduk di samping nya, sungguh ia bahagia bisa mendapatkan istri seperti Chaterine. Chaterine mengalihkan pandangan nya dari Leon, entah mengapa tatapan yang di berikan oleh Leon malam ini sangat berbeda dari sebelumnya.