
"Kim"panggil Samuel, Kim yang merasa di panggil pun segera berjalan menuju ruang makan, ia sendiri juga dari dalam dapur.
saat tiba di depan mereka Kim menahan tawanya saat melihat wajah ke empat sahabat nya yang terlihat lesu, Samuel yang menyadari jika Kim menahan tawanya, menatap tajam kearah Kim yang saat ini berdiri di depan nya.
"jangan menertawakan kami Kim, atau aku akan memberikan mu pelajaran yang tidak akan bisa kamu lupakan."ancam Samuel namun sayangnya ancaman nya seperti nya tidak berpengaruh hari ini untuk Kim, justru Kim semakin berani tertawa terbahak-bahak saking tidak bisa menahan tawanya.
hahaha
"apa yang terjadi pada kalian semua, apa kalian bermain solo tadi malam.sampai kalian tidak bisa tidur begini." ujar Kim yang masih tertawa, ia mendapat kan hiburan pagi ini, kapan lagi bisa membuat sahabatnya itu kesal.pikirnya,
"diam Kim, atau kami benar-benar akan membuat mu bungkam untuk selamanya." bentak Julio, sahabat nya ini memang kadang mulut nya tidak bisa menjaga, Chaterine yang mendengar perkataan dari Kim mengangkat sebelah alisnya dan menatap wajah Dady Axel dengan tatapan yang meminta penjelasan dari perkataan Kim.
sedangkan Dady Axel yang di tatap putri nya segera mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia lebih berpura-pura tidak melihat keberadaan putri nya dari pada di tanya yang tidak-tidak. Dady Axel berdehem dan menarik pelan ujung baju istrinya, karena dari tadi putri nya masih saja melihat nya.
sepertinya putri nya tidak akan tenang sebelum mendapatkan apa yang sedang ia ingin kan, mommy Jovinka yang merasakan tarikan pada ujung baju nya pun menatap ke arah Dady Axel. sedangkan Dady Axel memberikan kode dengan melirik ke arah Chaterine yang sedang duduk di sampingnya.
mommy Jovinka yang mengerti tentang tatapan mata Dady Axel pun segera mengalihkan pembicaraan mereka, bisa-bisa nya mereka membahas masalah ini di meja makan dan terlebih lagi ada Chaterine di dekat mereka semua.
"ehem, kalian semua makan apa?." tanya mommy Jovinka dan memberikan lirikan tajam kepada anak-anaknya, mereka yang melihat lirikan mata sang mommy seketika ingat jika di samping mereka ada adik kecil mereka. Kim yang sadar pun segera bertanya apa yang di inginkan oleh sahabat nya itu.
"apa ada yang bisa saya bantu?." tanya Kim, dan berpura-pura tidak melihat tatapan mata Chaterine yang tengah menatapnya dengan tatapan tajam.
"kami ingin kopi."jawab Samuel, mereka juga berpura-pura membaca pesan di handphone mereka masing-masing. Chaterine yang melihat tingkah mereka yang terlihat aneh pagi ini, acuh saja. lagi pula obrolan seperti ini bukan pertama kalinya ia dengar.
"sayang, kamu mau sarapan dengan apa?." tanya mommy Jovinka kepada Chaterine, Chaterine menatap menu yang ada di meja.
"pancake mom, sama cofe latte." jawab Chaterine, ia menatap ke arah mommy nya dengan tersenyum manis. dan beralih menatap ke arah kakak nya.
"kalau kalian mau makan apa?."tanya mommy Jovinka sekali lagi kepada ke empat anak nya yang lainnya dan juga suami nya.
"pancake mom"jawab mereka serentak, tak selang lama, Kim datang membawa beberapa kopi yang di ingin kan oleh Samuel dan yang lainnya.
mommy Jovinka mengambilkan pancake yang mereka inginkan dan memberikan kepada mereka, kemudian mereka memakannya tanpa ada pembicaraan di antara mereka dan hanya ada suara sendok dan piring.
selesai makan Chaterine segera berpamitan kepada orang tua dan kakaknya, ia ada harus berangkat lebih awal karena hari ini tugas ia menjadi pengawas untuk mendisiplinkan para mahasiswa yang datang telat.
"apa tidak mau bareng sama kakak saja sayang?"tanya Samuel, yang sudah selesai dengan sarapan nya. ia memperhatikan tampilan adik nya yang selalu berpakaian sederhana tapi tetap modis, ia sendiri heran yang selalu melihat adiknya selalu berpenampilan sangat sederhana.
apa pun yang di pakai oleh adiknya selalu saja terlihat bagus, mau pakai apapun sangat cocok untuk adik kecilnya.
"eumm, kakak Julio saja belum selesai makan. kalau nungguin kak Julio selesai bakal telat aku nanti,"keluh Chaterine, saat ia melihat sang kakak yang masih memakan sarapannya. Julio tersenyum kecil saat adik kecilnya menatap ke arah nya.
"biar Julio pakai mobil sendiri nanti, kamu berangkat dengan kak Sam saja." ujar Samuel dengan mengusap kepala Chaterine dengan penuh kasih sayang, ia juga sudah lama tidak jalan berdua dengan adiknya.
"ya sudah ayo kak, nanti Chaterine telat masuk nya." jawab Chaterine seraya menarik tangan kak Samuel, dan segera pergi meninggalkan keluarga nya yang lainnya.
Samuel dan Chaterine masuk ke dalam mobil dan segera Samuel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia sengaja tidak membawa asisten pribadi nya untuk menjadi supir mereka. Samuel memang sengaja ingin mengantar kan sang adik sendiri tanpa gangguan siapa pun.
"kak Sam, bulan depan aku mau liburan boleh." tanya Chaterine dengan menatap wajah sang kakak yang tengah fokus pada jalanan saat ini, Samuel menatap sekilas sang adik dan kembali fokus menyetir kembali.
"kemana?." bukan nya menjawab nya justru Samuel kembali bertanya kepada sang adik.
"eumm bagaimana kalau ke China kak." jawab Chaterine dengan menatap penuh harap dari sang kakak agar di izinkan untuk pergi.
"boleh, tapi nanti bersama dengan yang lainnya juga ya. Kakak tidak mau kamu pergi sendirian saja!."jawab Samuel dengan mengusap kepala Chaterine yang sekarang tersenyum lebar saat ia membolehkan nya.
"memang nya kakak tidak sibuk?." tanya Chaterine dengan menyipitkan matanya sambil menunggu Jawaban dari kakaknya.
"tidak, untuk adik kakak yang satu ini, kami selalu punya banyak waktu." jawab Samuel dengan menarik hidung Chaterine karena gemas melihat reaksi adik nya.
"kakak sakit." keluh Chaterine dengan mengusap hidung nya, Samuel tertawa kecil melihat wajah Chaterine yang tengah cemberut itu.
"sudah sampai sayang!." ujar Samuel yang sudah berhenti di depan kampus tempat adiknya belajar, Chaterine yang mendengar nya pun segera turun, tapi sebelum itu berpamitan kepada sang kakak dan tidak lupa ia juga mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih kak, sudah mengantarkan Chaterine sampai kampus. Chaterine masuk dulu ya!." ujar Chaterine dengan tersenyum manis.
"belajarlah yang rajin dan ingat jangan sampai kamu bolos dalam pelajaran nya." jawab Samuel dengan memperingati sang adik, Chaterine lalu mengangguk kan kepala nya dan segera keluar dari mobil.
saat Chaterine sudah turun dari mobil, ia segera menyalakan mesin mobil dan memutar arah untuk pergi ke perusahaan keluarga nya. Chaterine melambaikan tangan nya saat melihat mobil sang kakak sudah jauh ia segera berbalik dan berjalan menyusuri koridor di kampus nya.