ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 116


setelah selesai sarapan pagi bersama kini mereka mengobrol santai di gazebo,


"vin, bukankah kamu pernah bilang kalau Leon menyukai Chaterine sebelum mereka bertunangan." tanya Hans dengan penasaran, ia ingin tahu pertemuan pertama mereka. sedangkan para orang tua menyimak obrolan mereka, dan tentu saja perkataan dari Hans membuat kedua orang tua Leon terkejut.


"iya itu benar."jawab Alvin dengan santai dan kembali meminum kopi nya,


"dimana?" tanya Hans, Dion, David,Juno, Erick dan Jack bersamaan, Alvin menghela nafas panjang mendengar pertanyaan dari mereka semua.bahkan para orang tua sama hal nya menatap ke arah Chaterine, tentu saja menunggu jawaban dari alvin.


"Leon melihatnya di dekat lampu merah, saat itu Chaterine sedang membantu anak kecil yang akan menyebrang jalan. yang kedua waktu di restoran tempat Leon meeting dengan kedua kakaknya Chaterine dan yang ketiga,Leon bertemu dengan nya di taman sebelum kita bertemu dengan keluarga Chaterine untuk pertama kali."jawab Alvin dengan jujur, sedangkan kedua orang tua nya hanya tersenyum saat mendengar nya, sepertinya putra nya dan putri nya Axel memang di takdir kan berjodoh.


.


.


.


.


.


.


tidak terasa waktu menunjukkan pukul sebelas siang Leon terbangun lebih dulu, memandangi wajah Chaterine yang masih terlelap tidur dalam pelukannya, kemudian mencium kening sang istri begitu lembut dan pelan agar tidak menggangu waktu tidurnya.


kemudian pandangan nya beralih pada leher dan dada Chaterine yang ada tanda merah yang begitu banyak, Leon yang mengingat kembali tentang pertempuran tadi malam menggigit bibir nya, ingin sekali ia merasakan nya kembali.


"ck, kenapa pikiran ku menjadi kotor seperti ini. ayolah Leon, istri mu masih kelelahan akibat pertemuan tadi malam, apa kamu tega melakukan nya lagi siang ini." gerutu Leon, tapi tetap memandangi wajah Chaterine yang begitu tenang saat tidur. Leon melepaskan pelukannya dengan hati-hati dan pelan, ia tidak ingin membuat sang istri terbangun.


setelah melepaskan pelukannya, Leon berlalu ke kamar mandi tetapi langkah nya kembali berhenti saat melihat pakaian yang berserakan dimana-mana, ia segera memunguti pakaian tersebut dan membawanya.


setelah selesai mandi dan bersiap dengan pakaian casual nya, kini Leon turun untuk menemui keluarga nya. walaupun dia tahu jika akan menjadi bahan pembicaraan mereka semua pagi ini.


"ck, enak ya jadi pengantin baru, jam segini baru bangun." ujar Hans saat melihat Leon turun dengan tersenyum lebar, sudah bisa di tebak apa yang membuat sahabat nya itu bahagia.


"sampai berapa ronde tadi malam?" tanya David dengan tersenyum kecil, sedangkan para orang tua hanya bisa mendengarkan perkataan dari anak muda yang sangat absurd obrolan mereka.


"entah lah, aku tidak menghitung nya."jawab Leon dengan santai dan tenang, kini tatapan nya beralih menatap wajah Alvin.


"vin, bagaimana? apa kamu sudah mendapatkan informasi yang aku inginkan?" tanya Leon, ia menyelidiki tentang istrinya kembali, entah itu sebagai Xialong maupun florist Wilson Gill. ia harus mendapatkan nya,


satu hari sebelum hari pernikahan nya, Axel meminta nya untuk berbicara empat mata dan tentu saja obrolan mereka di sebuah restoran.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Flashback on


"tidak uncle, ada yang bisa Leon bantu."jawab Leon, walaupun sebenarnya ia sibuk tapi ia merasa jika ada sesuatu yang ingin di sampaikan calon mertua nya.


"temui uncle, di restoran xxx siang ini."


Leon yang membaca isi pesan tersebut menjadi yakin jika ada hal yang penting yang ingin di sampai oleh Dady Axel kepada nya.


"baik uncle, saya akan pergi ke restoran xxx sekarang juga."


"baiklah, uncle juga akan ke sana sekarang." Axel menatap langit-langit ruangan nya, ia harus menceritakan tentang kejadian yang menimpa Chaterine dan trauma putrinya. bagaimana pun Leon akan menjadi menantunya sebentar lagi dan dia berhak tahu tentang Chaterine.


Leon sampai terlebih dahulu namun tidak butuh waktu lama Dady Axel juga datang.


"maaf uncle telat datang."


"tidak masalah uncle, kebetulan Leon juga baru datang."jawab Leon dengan sopan, Axel memandang wajah calon menantu nya dan menghela nafas panjang,


setelah itu Axel menceritakan kejadian yang menimpa Chaterine waktu kecil, saat Chaterine pernah di culik dalam waktu satu bulan dan siksa oleh penculik itu.


Axel menceritakan semua kejadian itu secara merinci dan tidak ada yang dia tutupi lagi,


Leon cukup terkejut saat mendengar perkataan dari Dady Axel, ternyata calon istrinya punya trauma selain meninggalkannya sang kakek nya.


"uncle berharap kamu bisa menjaga Chaterine dengan sepenuh hati kamu,


uncle hanya tidak ingin menyembunyikan ini semua dari mu dan juga keluarga mu.


jika setelah ini semua kamu ingin membatalkan rencana pernikahan nya tidak masalah, kamu memiliki hak untuk menolaknya Leon." ujar Dady Axel saat melihat Leon hanya diam saja, ia kemudian menepuk bahu calon menantu nya dan pergi meninggalkan Leon yang masih shock berat dengan apa yang di dengarnya.


Axel kembali masuk kedalam mobil nya dan menyandarkan punggungnya di kursi, sudah beberapa kali ia menghela nafas berat. jika dia tidak mengatakan yang sejujurnya, dia takut jika suatu saat nanti putri nya akan mendapatkan banyak masalah di keluarga suaminya.


"apa keputusan Dady sudah benar sayang? Dady takut setelah Leon tahu yang sebenarnya dia akan membatalkan rencana pernikahan kalian dan akan membuat mu terluka nantinya." batin Axel, jika saja mereka membatalkan rencana pernikahan itu! dia hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi,


di sisi lain Leon juga sama, pergi meninggalkan restoran itu yang masih shock, beberapa kali ia menghela nafas panjang..


pantas saja waktu di pemakaman kakek Wilson, Chaterine sangat ketakutan saat melihat sesosok pria misterius itu. kini ia tahu alasannya, Leon segera pulang dan memberi tahu kepada keluarga nya,apa yang di katakan oleh Dady Axel.


tidak butuh waktu lama Leon sampai di depan rumah dan segera masuk, di dalam ruang tamu sudah ada keluarga nya yang berkumpul dan bahkan para sahabat nya juga berada di sana.


"ada apa dengan mu son?" tanya papa Ludwig yang penasaran melihat ekspresi wajah dari putra nya.


"tadi Leon bertemu dengan uncle Axel, pa." ujar Leon, dia menyadarkan punggungnya, entah seberat apa kehidupan Chaterine sebelum dia tinggal kembali dengan kedua orang tuanya,


"apa Axel sudah menceritakan kejadian yang menimpa Chaterine waktu kecil son?" Leon yang mendengar nya terkejut, apa mungkin orang tua nya sudah mengetahui nya.


"papa dan mama sudah tahu tentang kejadian itu son, dan sekarang keputusan ada di tangan mu. kamu ingin melanjutkan pernikahan ini atau mundur dari pernikahan ini." timpal nya, Leon yang mendengar perkataan dari sang papa sedikit lega karena kedua orang tuanya tidak mempersalahkan tentang itu semua.


"Leon tetap akan melanjutkan pernikahan ini pa,." ujar Leon dengan tegas, kedua orang tuanya tersenyum lebar mendengar nya. kemudian mereka menceritakan tentang kehidupan Chaterine waktu kecil dan kejadian yang menimpa nya dulu, mereka semua tentu saja terkejut dengan apa yang mereka dengar. bagaimana bisa mereka melakukan hal keji seperti ini kepada anak kecil seperti Chaterine dulunya, walaupun yang menculik nya juga masih kecil tapi tidak seharusnya mereka melakukan penyiksaan kejam seperti ini.


apalagi yang menyiksa dan menculik Chaterine adalah seorang yang di jodohkan dengan Chaterine oleh kakek Wilson.


flashback off


"aku belum menemukan keberadaan nya."jawab Alvin, ia sendiri sebenarnya juga heran kenapa orang itu sangat sulit di cari ataupun di lacak.


"terus cari Vin, aku tidak ingin dia mengganggu Chaterine lagi." ujar Leon, Alvin mengangguk setuju,


"tapi uncle tahu dari mana tentang kejadian yang menimpa kakak ipar?"tanya Juno yang masih penasaran dengan cerita uncle nya waktu itu. Leon juga penasaran dengan jawaban yang akan di berikan oleh sang papa.