ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 129


"mau kemana berpakaian seperti ini?" tanya Leon sambil memeluk Chaterine dari belakang dan menghirup aroma tubuh sang istri.


"mau jemput Ayumi, apa kamu mau ikut?" jawab Chaterine seraya bertanya, dan membalikkan tubuhnya.


Leon mengusap pipi chubby Chaterine, ia masih merasa seperti mimpi jika dirinya sudah menikah dengan Chaterine saat ini.


"kamu sangat cantik sayang."ujarnya, Leon mendekat wajahnya ke Chaterine, Chaterine yang merasa terancam akan apa yang di lakukan oleh Leon dengan segera ia menundukkan tubuh nya dan melepaskan diri nya dari Kungkungan Leon.


"cepat mandi, nanti keburu di panggil sama mama."ujarnya Chaterine sambil mendorong tubuh Leon masuk kedalam kamar mandi, saat hampir sampai tiba-tiba saja Leon menarik pergelangan tangannya dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


"mau kemana sayang hmm?"tanya Leon sambil memeluk erat tubuh Chaterine,


"aku mau keluar."jawab Chaterine dengan suara kecil, ia merasakan jika saat ini Leon tengah menciumi leher nya, Leon semakin mempererat pelukannya saat Chaterine memberontak untuk lepas dari pelukan nya.


Leon yang melihat Chaterine masih berusaha untuk melepaskan diri nya dari nya, ia membawa Chaterine ke bawah shower dan menyalakan nya.


Leon tersenyum lebar melihat Chaterine basah kuyup karena ulahnya, sedangkan sang empunya menatap kesal ke arah sang suami.


Leon mendekat kan dirinya dan mengunci pergerakan dari Chaterine.


Leon mencium bibir Chaterine dengan lembut, dan menuntun tangan Chaterine untuk melingkarkan tangannya di lehernya.


yang awalnya ciuman lembut kini menjadi ******* dan semakin panas, Leon membuka seluruh pakaiannya dan pakaian Chaterine. lalu membawa Chaterine masuk ke dalam bathtub yang sudah berisi air,


Leon melepaskan ciumannya saat Chaterine hampir kehabisan nafas nya, mereka berdua meraup oksigen sebanyak-banyaknya.


akhirnya mereka melakukan untuk yang kedua kalinya di dalam kamar mandi dan di penuhi dengan suara ******* dan suara gemercik air yang keluar dari bathtub.


setelah satu jam Leon mengakhiri kegiatan panas mereka, tidak lupa ia juga memakaikan handuk kepada sang istri yang sekarang sedang cemberut karena perbuatannya tadi.


siapa suruh istrinya memakai baju **** seperti itu, yang awalnya ingin menggoda sang istri justru dirinya yan tergoda oleh aroma tubuh dari Chaterine dan membuat tidak tahan untuk tidak menyentuh nya.


Chaterine menghela nafas panjang, pagi ini ia harus mandi dua kali karena Leon. ia bergegas mengeringkan rambutnya.


Leon berjalan mendekat dan mencium kening Chaterine cukup lama, bahkan ia sampai membantu Chaterine untuk mengeringkan rambutnya.


"mau menjemput teman kamu dimana nanti?"tanya Leon yang masih mengeringkan rambut Chaterine yang hampir kering.


"di kampus."jawab Chaterine dengan singkat, ia tersenyum lebar menatap Leon dari pantulan cermin.


"nanti aku antarkan."ujar Leon dan Chaterine hanya mengangguk saja, setelah selesai mereka segera turun kebawah untuk menemui keluarga yang lainnya.


"pagi ma,pa."sapa Chaterine yang baru saja turun, karena sudah terbiasa dengan perlakuan nya kepada sang Dady dan mommy nya kini ia juga melakukan hal sama kepada kedua orang tua Leon.


"pagi sayang."sapa mereka bersamaan. tentu saja mereka sangat bahagia mendapatkan perlakuan manis dari Chaterine, dari dulu mereka menginginkan anak perempuan tapi mereka tidak mendapatkan nya dan hanya mempunyai satu putra saja.


dengan kehadiran Chaterine di sisi mereka semua membuat nya merasakan memiliki seorang putri sendiri,


"pagi uncle, aunty."


"eumm iya, nanti mau jemput teman uncle." jawab Chaterine dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, walaupun terkadang istri keponakan nya itu terlihat dingin dan galak tetapi di balik sifatnya itu terdapat sifat yang manis, lucu dan manja.


"kamu jadi menjemput nya sayang?"tanya papa Ludwig sambil menepuk sofa yang berada di samping nya agar menantunya duduk bersama dengan nya.


"jadi ma, nanti aku mau jemput di kampus."jawab Chaterine.


"mama kira kamu tidak mempunyai teman dekat perempuan selain angel dan kedua teman mu itu sayang."


"punya tapi mereka sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing ma, kita terkadang bertemu tapi hanya sebentar saja."jawab Chaterine, ia meraih ponselnya saat ada notifikasi masuk dan ternyata itu dari teman nya yang satu nya lagi.


Chaterine membalas pesan tersebut dengan cekikikan dan menaruh kembali ponsel nya di atas meja, kini mereka semua sarapan pagi bersama dengan keluarga Leon, Chaterine merasa ada yang hilang saat ini tetapi ia tidak ingin membuat semua orang ikut sedih karena nya.


setelah selesai sarapan, mereka kembali ke ruang keluarga kecuali Chaterine yang sibuk dengan bahan makanan nya. bahkan ia tidak mau di bantu oleh para pelayan di sana tanpa ia sadari jika keluarga Leon melihat nya dari cctv untuk melihat apa yang sedang di lakukan oleh Chaterine saat di dapur.


bahkan para pelayan tidak berani mendekati Chaterine yang terlihat fokus pada bahan-bahan itu, Chaterine memotong semua bahan makanan dengan cepat dan lihai nya.


bahkan mama nya Dion dengan yang lainnya di buat kagum dengan keterampilan Chaterine dalam memasak yang seperti seorang chef saja, bahkan tempat masak nya pun terlihat sangat bersih dan tertata rapi.


setelah selesai dengan bahan makanan nya kini Chaterine beralih untuk membuat kue, dengan sangat serius Chaterine memasukkan bahan kue sesuai dengan urutan nya, setelah selesai membuat adonan kue nya dan menaruh nya di dalam oven yang sudah ia atur sebelum nya.


kini ia beralih pada buah-buahan yang akan ia jadikan salad buah nantinya, setelah selesai Chaterine mencampurkan nya dengan bahan yang lainnya dan setelah tercampur rata ia taruh di dalam lemari pendingin.


setelah selesai dengan yang lainnya kini Chaterine tinggal masak hidangan utama nya tapi ia memilih untuk memasak nya nanti saja setelah menjemput temannya itu. Chaterine mencuci tangan nya dan mengeringkan nya dan tidak lupa ia membersihkan setiap wadah yang ia pakai tadi.


"sudah selesai sayang."


"belum, tinggal memasak makanan nya nanti. aku mau jemput Ayumi dulu."jawab Chaterine dan di angguki kepala oleh Leon.


"hallo"ujar Chaterine yang baru saja mendapatkan telepon.


"......"


"oh oke."jawab Chaterine, Leon menatap wajah Chaterine dengan penuh tanda tanya. ia penasaran dengan siapa yang sudah menelepon istrinya tadi.


"tuan besar, tuan Alex dan keluarga nya sudah datang."ujar seseorang yang baru saja datang.


"Dady."panggil Chaterine sambil berlari ke arah sang Dady dan memeluknya.


"kamu mau kemana memakai pakaian seperti ini hmm?" tanya Dady Axel


"mau jemput teman dad, cuma sebentar saja nanti aku akan segera pulang."jawab Chaterine dengan menggandeng tangan sang Dady,.


"selamat datang Axel."ujar papa Ludwig sambil memeluk sahabatnya itu.


"terima kasih."ujar Dady Axel membalas pelukan dari sahabat nya yang sekarang sudah menjadi besannya itu.


Chaterine berpamitan dengan semua orang untuk menjemput temannya itu, yang awalnya akan di antar oleh Leon kini Chaterine naik taksi. lantaran teman nya membawa mobil sendiri saat pergi ke kampus tempat nya mengajar.