ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 152


"tidak perlu, aku tidak butuh penjelasan dari mu."jawab angel dengan kesal.


"lakukan apapun sesuka hati mu dan aku akan mengakhiri hubungan kita." ujar angel dan pergi meninggalkan Dion yang terpaku mendengar perkataan dari angel, Dion meremas kepalanya, ini memang kesalahan nya karena tidak bisa menahan diri nya.


"kenapa kamu mengulang kembali kesalahan mu Dion? kamu tahu sendiri jika angel paling tidak suka dikhianati."tanya Erick, jika sudah seperti ini pasti angel benar-benar akan membatalkan pertunangan mereka berdua, jika sampai ini terjadi, sepupunya akan kembali lagi seperti dulu lagi.


Dion tidak menghiraukan perkataan dari sepupunya sekaligus sahabatnya itu, ia lebih memilih untuk menjelaskan nya kepada angel saat ini. dia melakukan ini agar tidak merusak tunangannya sebelum pernikahan tetapi justru dengan perbuatannya itu bisa membuatnya kehilangan tunangannya.


"maaf sayang."ujar Dion sambil memeluk tubuh angel dari belakang, lebih baik dia kehilangan segalanya dari pada harus kehilangan tunangannya.


"aku benar-benar minta maaf."timpalnya, Dion semakin mempererat pelukannya, sedangkan angel memilih diam saja dan acuh terhadap Dion.


"berbicara lah dengan ku, jangan mengabaikan aku seperti ini sayang." ujar Dion dengan lirih, Dion berusaha untuk berbicara dengan angel tapi sayangnya sepertinya tunangannya itu tidak berminat membuka mulut sama sekali.


angel memilih untuk bergabung kembali dengan anak-anak lainnya dan memilih duduk di dekat sepupunya, Dion menghela nafas berat.


"kakek"gumam Chaterine yang memanggil sang kakek.


angel yang bosan tidak ada teman mengobrol, memikirkan ide untuk membuat Chaterine terbangun. entah mau di bawa kemana kita semua oleh Leon dan sepertinya ini tidak ke arah pulang.


angel mencubit lengan Chaterine dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa, Leon menatap tajam kearah angel yang mencoba untuk membangun kan istrinya.


"jangan mengganggu nya, biarkan dia tidur."ujar Leon dengan pelan, angel tersenyum kikuk saat perbuatan nya di sadari oleh Leon.


"Chaterine lelah kakek, Chaterine hanya ingin menjalani hari-hari seperti kebanyakan orang. Chaterine tidak menginginkan kehidupan yang seperti ini, Chaterine ingin bebas."gumam Chaterine yang masih terlelap tidur, Leon menatap wajah sang istri yang sepertinya sedang terjadi sesuatu, apakah Chaterine bermimpi buruk pikir nya.


"bisakah Chaterine tetap bersama Dady kakek, Chaterine tidak mau pergi." perkataan dari Chaterine membuat mereka semua terkejut, terlebih lagi ini baru pertama kali mereka mendengarkan Chaterine mengigau seperti ini.


"sayang"panggil Leon sambil mengusap pipi chubby Chaterine dengan lembut.


tetapi sepertinya Chaterine enggan untuk bangun dan betah tidur di alam mimpi nya hingga tidak sadar mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak ia katakan.


Leon yang mendengar suara tangisan Chaterine menjadi panik, apa istrinya benar-benar sedang bermimpi buruk hingga sampai terbawa suasana.


"sayang."


angel yang melihat Chaterine yang tidak kunjung bangun akhirnya, mencubit hidung Chaterine agar bangun. Leon melayangkan tatapan tajam ke arah angel.


Chaterine yang merasa sesak nafas akhirnya terbangun dan mengusap air matanya, ia sendiri kebingungan saat menyadari jika dirinya tengah menangis.


"akhirnya bangun juga, tuh tanya sama suami kamu, kita semua mau dibawa kemana."ujar angel dengan kesal sedangkan Chaterine menatap ke arah Leon yang tengah menatapnya dengan tatapan sendu.


"kita akan jalan-jalan sebentar tidak masalah kan sayang!"seru Leon, walau sebenarnya ia merasa penasaran dengan perkataan Chaterine tadi ia urungkan niat untuk bertanya.


"iya, eumm ada apa dengan mu bunny?"jawab Chaterine seraya bertanya.


"tidak ada sayang, maaf sudah membangunkan mu."


"ck! kenapa harus aku yang minta maaf?"tanya Angel berpura-pura tidak tahu.


"apa kamu pikir aku tidak tahu ya kalau tadi adalah ulahmu!" seru Chaterine dengan berdecak kesal, angel yang ketahuan cengengesan.


Chaterine memperhatikan wajah angel dengan seksama, sepertinya sepupunya memiliki masalah tapi soal apa. kemudian ia beralih menatap ke Dion yang hanya diam sedari tadi, apa mungkin mereka sedang bertengkar pikir nya.


"kamu kenapa angel?"tanya Chaterine, angel tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya.


"apa kalian sedang bertengkar?" tanya Chaterine kembali, Dion cukup terkejut saat Chaterine bertanya seperti itu. apa mungkin tingkah mereka berdua terlihat sangat jelas.


"sudahlah tidak usah memikirkan hal yang tidak-tidak, lebih baik kamu temani aku berbicara saja."kilah angel dengan cepat, Dion tersenyum kecut mendengar perkataan dari angel dan sepertinya hubungan antara mereka akan benar-benar berakhir.


"angel, apa kamu baik-baik saja?" tanya Chaterine dengan menggunakan bahasa Yunani, mereka semua bingung kenapa Chaterine berbicara dengan bahasa Yunani sedangkan mereka tidak ada yang tahu apa yang sedang di katakan oleh Chaterine kepada angel.


"semua tidak baik-baik saja"jawab angel sambil memeluk tubuh Chaterine dan tidak lupa menjawab nya dengan bahasa Yunani juga.


"ada apa angel?" tanya Chaterine dengan mengusap punggung angel yang seperti nya menahan tangisannya, Chaterine berdiri dan membawa angel menjauh dari para pria.


"kenapa lagi-lagi aku harus dikhianati oleh cinta Chaterine, apa salah ku?"tanya Angel di sela Isak tangisan nya, Chaterine melayang kan tatapan tajam ke arah Dion yang kebetulan mereka semua sedang menatap kearah nya dan angel.


"aku ingin membatalkan pertunangan ini Chaterine, aku tidak bisa melanjutkannya lagi." timpal nya sambil memutar cincin yang berada di tangan nya, Chaterine menarik nafas dalam-dalam saat ingin menjawabnya.


"angel, tolong dengarkan aku" pinta Chaterine sambil memegang tangan angel.


"tolong pikirkan baik-baik keputusan mu ini angel, aku tidak mau kamu menyesali nya suatu saat nanti dan apapun keputusan mu aku akan selalu mendukungmu."


"terima kasih chaty, kamu selalu menghibur ku dan juga selalu mendukung ku. kamu sepupu sekaligus sahabat terbaik untuk ku," ujar angel sambil memeluk tubuh Chaterine,


sedangkan Chaterine mengangguk kan kepalanya dan membalas pelukannya angel.


"sepertinya aku butuh istirahat chaty, aku masuk dulu ke ruang private ya."


"iya, selamat istirahat dan jangan bersedih lagi okay!"seru Chaterine dengan tersenyum lebar, angel mengangguk kan kepalanya. di saat tertentu lah angel akan merasa nyaman saat sikap kedewasaan Chaterine muncul.


setelah memastikan angel masuk, Chaterine kembali menghampiri mereka tetapi saat berada di dekat Dion dia melayang kan pukulan yang cukup kuat kepada tunangan sepupunya itu.


bugh


"berani nya kamu melukai perasaan angel, jika kamu tidak bisa setia hanya kepada satu wanita saja, seharusnya kamu tidak jadikan angel tunangan mu."bentak Chaterine dan kembali melayang kan pukulan kepada Dion.


bugh


"apakah kalian selalu menganggap bahwa perempuan itu seperti baju kalian yang bisa kalian buang begitu saja setelah kalian memakainya begitu, sekuat apapun angel berusaha untuk tegar tetapi ia juga wanita yang memiliki perasaan apa kamu tidak pernah berpikir sampai kesana."bentak Chaterine sambil mendorong tubuh dion, Dion hanya diam saja mendengarkan perkataan dari Chaterine, ini semua memang salah nya. sedangkan yang lainnya seperti mendapatkan tamparan keras dari setiap perkataan Chaterine.


"aku mau pulang dan tidak mau kemana mana lagi."ujar Chaterine sebelum meninggalkan mereka semua, Leon terdiam melihat kemarahan istrinya kali ini.