ISTRI CANTIK SANG MAFIA

ISTRI CANTIK SANG MAFIA
bab 125


walaupun bibir sang istri sedang tersenyum tetapi matanya memancarkan kesedihan, Leon meringis menerima gigitan kecil dari sang istri.


"jika kamu ingin mandi aku sudah siapkan air nya untuk mu."ujar Chaterine dengan memalingkan wajahnya, leon meraih dagu Chaterine agar menatapnya kembali tapi tiba-tiba saja Leon menitikkan air matanya saat melihat mata sang istri yang penuh kesedihan.


Chaterine yang melihatnya pun memeluk tubuh Leon, entah mengapa ia merasa jika Leon tahu jika diri nya sedang bersedih.


Chaterine terisak dalam pelukannya,Leon membiarkan sang istri menangis di dalam pelukannya.


"ada apa sayang?"tanya Leon, hatinya sakit melihat orang yang dia cintai menangis pilu..


Chaterine menggelengkan kepalanya, dia semakin memeluk erat tubuh Leon. tiba-tiba saja pandangan nya menjadi buram dan kepala nya pusing.


Leon panik saat Chaterine tiba-tiba pingsan di dalam pelukan nya, Leon membaringkan tubuh Chaterine di atas ranjang tidur dengan perlahan dan segera menghubungi Alvin untuk meminta dokter pribadi keluarga nya segera datang.


sama halnya seperti Leon, kedua orang tuanya juga panik dan khawatir saat mendengar jika Chaterine pingsan saat ini. mereka langsung bergegas menuju ke kamar putra dan menantunya, mereka bisa melihat wajah khawatir putra mereka saat ini.


tidak butuh lama dokter pribadi keluarga Leon datang dan segera memeriksa kondisi tubuh Chaterine saat ini.


"bagaimana dokter?"tanya papa Ludwig, ia tahu jika putra nya tidak sanggup untuk berbicara saat ini.


"keadaan nona baik-baik saja tuan, hanya kelelahan saja dan sepertinya nona banyak pikiran akhir-akhir ini."


"apa kamu yakin dokter?"


"iya tuan, saya akan memberikan resep obat dan tolong segera di tebus."jawab dokter dan menuliskan menuliskan sebuah resep dan memberikan nya kepada papa Ludwig. "kalau begitu saya permisi tuan, nyonya."


papa Ludwig memberikan resep obat kepada Alvin, dan segera membelikan obat tersebut.


"ayo boy, kita makan dulu."ujar mama Clara.


"nanti saja ma, Leon belum lapar."tolak Leon dengan halus.


setelah mendapatkan obatnya, Alvin segera masuk ke dalam kamar Leon dan memberikan nya, Alvin juga merasa jika ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Chaterine dari kemarin tetapi ia memilih diam dan tidak bertanya.


Alvin menepuk pundak Leon yang sedang duduk di samping Chaterine,


"Chaterine akan baik-baik saja setelah istirahat yang cukup." ujar Alvin


"apa kamu juga merasakan hal sama Vin?"


"tentang apa?"


"ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Chaterine selain identitas nya sebagai Xialong maupun tentang orang itu, tapi aku tidak tahu apa yang sedang di rahasiakan nya."jawab Leon dengan menggenggam tangan Chaterine dengan erat,


"bukan hanya kita yang merasakan nya Leon, keluarga Chaterine sepertinya juga merasakan hal sama tapi mereka juga memilih untuk tidak bertanya."ujar Alvin, dari tatapan mata Chaterine saja mereka sudah tahu jika Chaterine masih menyimpan rahasia yang besar.


"aku keluar dulu."timpal Alvin, dan mendapatkan anggukan kepala dari Leon. Leon melepaskan pegangan tangan nya sebentar dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


cukup lama Leon berada di dalam kamar mandi dan tidak mengetahui jika Chaterine sudah sadar kan diri, Chaterine duduk termenung dengan menatap arah luar.


tanpa ia sadari jika Leon sudah duduk di samping nya hanya dengan balutan handuk saja.


"apa yang sedang kamu lamun kan sayang?" bisik Leon dan tanpa sadar Chaterine mengatakan sesuatu yang membuat Leon terkejut.


"masa depan kita dan perpisahan yang lama." jawab Chaterine tanpa sadar, Leon berpindah duduk dan menatap wajah sang istri dengan sangat dekat, Chaterine Yang melihat Leon hanya menggunakan handuk segera membalikan tubuh nya.


"astaga Leon! pakai baju mu!"seru Chaterine dengan menutup matanya, bukannya segera memakai pakaian nya justru Leon kembali berdiri di depan sang istri tanpa suara.


Chaterine yang tidak lagi mendengar suara Leon segera membalikkan tubuhnya dan membuka matanya dengan perlahan, saat membuka matanya dirinya sudah tidak mendapati Leon merasa lega.


tetapi sedetik kemudian ia sangat terkejut saat melihat Leon yang berdiri di belakang tubuh nya sambil bersedekap tangan, Leon tersenyum miring saat melihat wajah Chaterine yang merah merona seperti tomat.


"kenapa kamu harus malu sayang, bukankah kamu sudah melihat semua nya malam itu hmm?"tanya Leon dengan mendekatkan dirinya kepada Chaterine, Chaterine yang melihatnya mundur dengan perlahan.


Leon menarik pergelangan kaki Chaterine saat melihat Chaterine yang hendak berdiri, sehingga membuat sang istri terbaring, Leon segera menindih tubuh Chaterine dan menelusuri setiap inci wajah Chaterine.


"Leon, cepat bangun."ujar Chaterine dengan mendorong pelan tubuh Leon, Leon memegang kedua tangan Chaterine dan menaruh nya di atas kepala Chaterine.


"kamu membuat ku sangat khawatir tadi."ujar Leon dan tidak lupa ia juga mencium kening sang istri cukup lama.


"maaf."


"aku menginginkan mu kembali sayang."bisik Leon dengan suara serak, Chaterine membiarkan apapun yang di lakukan oleh Leon saat ini.


Leon mencium kening, mata, pipi dan yang terakhir bibir Chaterine, ia mencium nya dengan sangat rakus dan ******* nya, Chaterine membuka mulut nya agar Leon bisa membuat Leon leluasa, saat mereka sedang asyik dengan dunia mereka, tanpa mereka sadari jika mama Clara sudah berdiri di depan pintu.


"ehemm, jika ingin bermesraan lebih baik pastikan pintunya terkunci lebih dulu."kata mama Clara dan membuat Chaterine menjadi malu. bisa-bisanya mereka di pergoki saat ingin melakukan nya, sedangkan leon segera berdiri dan menghampiri sang mama yang sudah mengganggu aktivitas mereka.


"ada apa ma?"tanya Leon


"mama hanya ingin melihat keadaan Chaterine saja, siapa yang tahu jika kalian sedang berusaha keras untuk membuatkan mama cucu, lain kali pastikan pintunya di kunci."jawab mama Clara panjang lebar dan segera meninggalkan mereka, sudah bisa di pastikan jika menantunya akan malu setelah ini.


Leon segera mengunci pintu kamar nya dan menghampiri sang istri yang sedang menutupi wajahnya dengan bantal, memang salah dirinya yang tidak memastikan pintu kamar nya sudah terkunci belum tadi.


"sayang."panggil Leon dengan menarik pelan bantal yang menutupi wajah sang istri,


"kamu membuat ku malu Leon!"seru Chaterine yang masih menutupi wajahnya kembali dengan kedua tangannya.


"maaf sayang, aku pastikan ini yang terakhir kalinya." ujar Leon dan membaringkan tubuhnya di samping sang istri dan memeluknya dengan sangat erat.